Pasien Batal Dioperasi, Keluarga Menuntut Pelayanan Pihak Rumah Sakit

KabarMakassar.com — Salah seorang Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sultan Daeng Radja batal dioperasi, diduga dokter tidak mampu mengerjakan.

Dume perempuan berusia 60 Tahun, diduga ia menderita penyakit gondok yang tumbuh di bagian lehernya. Setelah diperiksa dan dirawat selama 2 hari di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja , pihak Dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Pasien yang berasal dari Desa Bukit Harapan Kecamatan Gantarang ini dibawa ke ruangan operasi untuk dilakukan pembedahan, pada hari Rabu (5/2) tepatnya jam 9 pagi.

Di dalam ruangan operasi, saat bagian tubuh (leher) pasien telah dibedah, dokter memutuskan untuk tidak melanjutkan operasi, sehingga leher yang awalnya telah dibedah kemudian dijahit kembali.

Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga tidak terima dengan pelayanan RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja.

Salah satu keluarga pasien, Mustamin menyesalkan pelayanan di rumah sakit tersebut, menurutnya pihak rumah sakit tidak becus dalam menangani pasien. Bagaimana tidak pasien yang telah dibedah, tetapi tidak jadi dilanjutkan proses operasinya dengan alasan peralatan tidak memadai di Rumah Sakit ini, padahal sebelum operasi dilakukan terdapat prosedur pemeriksaan apakah pasien bisa dioperasi atau tidak.

“Kenapa di awal mereka tidak pastikan kalau penyakit pasien tidak bisa dikerjakan di sini, padahal kan ada prosedur pemeriksaan yang dijalankan sebelum diputuskan untuk dioperasi” ujarnya saat di konfirmasi, Kamis (6/2).

Sementara itu, dr Rizal yang merupakan Wadir RSUD Andi Sultan Daeng Radja, saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya akan konsultasi ke dokter bedah leher, dokter halis yang merupakan konsultan bedah kepala leher.

Ia juga berjanji, akan membawah kasus ini ke Sidang Komite Etik di rumah sakit terkait yang terjadi oleh pasien yang di tangani oleh dr Junaedi.

Warga Keluhkan Penutupan Jalan Andi Djemma Bontolangkasa

KabarMakassar.com — Warga mengeluhkan penutupan Jalan Andi Djemma – Bontolangkasa karena adanya pesta pernikahan anak dari Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), yang digelar pada Jumat (7/2) besok.

Beberapa akun media sosial yang memposting foto curhatan salah satu warga yang merasa terganggu dengan penutupan jalan tersebut, seperti @daeng_info, kolom komentarnya dutimpali sejumlah komentar ‘miring’ dari para netizen.

“Banyaknya ji kau itu gedung2 pertemuan besar di Makassar…kenapa tidak disana saja diadakan itu acaranya…mulai dari mappacinya, mappenre bottingnya, pestanya dsb…jgnmi kodong ditutup itu jalan…ka banyak orang nasissa..,” tulis akun @Fredy_Santana01.

“Inimi ceritanya, bahagia di atas penderitaan orang,” tulis akun @daengjoemahir.

“Mohon Do’a Restu” tapi Banyak orang terdzalimi,” timpal akun @daengece.

MBFest 2020 Segera Digelar di Kota Makassar

KabarMakassar.com — Makassar Bike Festival (MBFest) yang mengangkat tema milenial pesepeda dengan konsep sepeda dan alam, akan digelar di Benteng Fort Rotterdam, Kota Makassar, pada 14-15 Maret 2020 mendatang.

Kegiatan yang terbuka untuk seluruh komunitas sepeda dan masyarakat umum di Makassar dari berbagai usia dan tidak ada ketentuan merk sepeda yang digunakan saat kegiatan ini, didukung penuh oleh Pemerintah Kota Makassar.

Managing Director RJK Event By RJK Management, Faizal TN mengatakan, pada kegiatan ini akan ditampilkan sepeda-sepeda dari berbagai brand, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Barang-barang yang ditampilkan tidak hanya sepeda biasa, melainkan perkembangan sepeda dari masa ke masa. Di bike exhibition nanti akan menampilkan sepeda-sepeda modifikasi yang unik.” ucapnya saat di wawancarai siang ini kamis, (6/1).

Selain bike exhibition, lanjut Faizal, ada beberapa rangkaian acara lainnya yang akan memeriahkan MBFest, diantaranya food station yang diisi oleh booth kuliner dengan menyediakan makanan sehat; balance kids race yaitu area sepeda untuk anak-anak, dimana yang tidak memiliki sepeda akan disediakan sepeda yang dapat di sewa; dan night ride.

Kemudian ada juga aksi sosial seperti donor darah, free check up kesehatan, serta konsultasi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Ada pula mini talkshow dan coaching clinic yang dihadiri oleh narasumber dan influencer sepeda seperti Hendra (Ratulangi Workshop) dan Ikram (owner sepeda gembira).

“Untuk coaching clinic, kami mengundang atlet yang setia membawa Polygon, yaitu Kuzumawati Yazid, yang juga merupakan atlet MTB XC nomor 1 di Indonesia. Harapannya, pesepeda lainnya mampu mencuri tips bersepeda yang baik dan benar dari ahlinya,” ungkapnya.

Faizal menambahkan, sebagai salah satu sponsor, Polygon juga akan memberikan promo menarik sekaligus memperkenalkan produk terbarunya pada kegiatan ini.

“Bagi peserta yang ingun mengikuti kegiatan ini, cukup membayar kontirbusi sebesar Rp195 ribu. Itu sudah mendatapkan dua jersey, kupon dan medali,” tutupnya.

Warga Dihimbau Berhenti Mengonsumsi Kelelawar

KabarMakassar.com — Sejak mewabahnya Virus Corona (2019-nCoV) Desember lalu yang masih terus menjadi perbincangan di Dunia, banyak beredar kabar jika penularan Virus ini berasal dari Hewan khususnya Kelelawar.

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Sulselbar, Drh Agung Pj Wahyuda, menghimbau masyarakat untuk berhenti mengkonsumsi hewan-hewan liar seperti Kelelawar. “Bagi teman-teman kita yang makan, kami menyarankan jangan dikonsumsi. Tidak ada jalan lain untuk saat ini. Puasalah beberapa hari ini,” himbau Agung saat ditemui, Rabu (6/2).

Pasalnya Virus Corona secara alamiah terkandung dalam tubuh hewan seperti Kelelawar, Kucing, dan Anjing. “Virus Corona itu secara alamiah ada di Kelelawar. Tapi bagi Kelelawar itu tidak menimbulkan penyakit bagi dirinya. Tak hanya itu juga, ada di Kucing dan Anjing” tambahnya.

Namun, menurutnya Virus Corona yang ada di tubuh Kelelawar di Indonesia berbeda dengan jenis Virus Corona yang ada di Wuhan. “Corona yang di Wuhan itu disebut 2019-nCoV atau Novel CoronaVirus. Kalau Corona yang lain bisa saja ada. Beberapa Virus di Kelelawar ada yang bukan Corona tapi sekali lagi itu bukan 2019 NcoV. Di Indonesia itu tidak ada. Beda karena dia bukan 2019 NcoV,” paparnya.

Menurutnya Virus Corona yang ada di tubuh kucing memiliki tipe FIVP, dan FCoV sementara pada anjing dengan tipe CCOV. Ia juga menjelaskan jika tidak semua Virus Corona dapat ditularkan ke manusia yang dapat berdampak seperti pada kasus di Wuhan China.

Menurunya Virus Corona yang bersifat dapat ditularkan ke manusia yang berbahaya selain jenis 2019-NCoV juga ada jenis HCoV-229E, HCoV-OC43, dan SARS. “Di manusia juga ada tapi sekali lagi, dia bukan tipe 2019-NcoV. Makanya orang kan sering bingung ada Corona di mana-mana. Padahal Corona itu umum karena dia cuma bentukan Virus yang menyerupai Corona atau crown,” terangnya.

Namun saat ditanya terkait bagaimana proses penularannya Virus yang telah mengakibatkan 493 orang meregang nyawa ini, Agung belum bisa memastikan. Namun diduga kuat akibat pola hidup masyarakat di China yang menjadikan Kelelawar salah satu bahan makanannya.

“Mereka beradaptasi dengan lingkungan. Akhirnya bermutasilah karena cara makan dan hidup manusia di Cina sehingga besar dugaanya kalau dlihat dari berapa laporan-laporan, salah satunya karena cara makan mereka yang harusnya bukan untuk dimakan,” paparnya.

Setidaknya sampai saat ini tercatat sebanyak 24.505 orang terinfeksi Virus Corona yang tersebar di seluruh dunia. Sementara Virus ini telah menelan korban jiwa sebesar 493 orang.

Cegah Transaksi Narkoba, Lapas Bulukumba Luncurkan Uang Imitasi

KabarMakassar.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Bulukumba membuat sebuah terobosan untuk meminimalisir terjadinya transaksi narkoba di dalam Lapas.

Kepala Lapas Bulukumba, Saripuddin Nakku mengatakan, terobosan tersebut berupa uang imitasi yang dibuat sebagai satu-satunya alat transaksi untuk jual beli di dalam Lapas.

“Uang asli yang dimiliki oleh tahanan, ditukar dengan uang imitasi dalam berbagai nilai pecahan. Saat penukaran uang dilakukan registrasi, sehingga uang imitasi yang beredar tersebut diketahui siapa pemegangnya,” terang Saripuddin, usai melakukan deklarasi janji kinerja dan pencanangan zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) di kantor Lapas Kelas 2A Bulukumba, Kamis (6/2).

Dengan adanya uang imitasi ini, kata Saripuddin, maka tidak ada lagi uang asli yang beredar, sehingga transaksi di dalam Lapas akan semakin sulit dan terpantau. Sebeb, uang imitasi ini hanya berlaku di Koperasi Lapas.

“Untuk langkah awal, kami membuat 120 lembar setiap pecahan. Mulai dari pecahan seribu, 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu, 50 ribu, dan 100 ribu,” jelasnya.

2 Hari, Polisi Bekuk 6 Pengedar Sabu

KabarMakassar.com – Satres Narkoba Polres Parepare berhasil membekuk enam pria pengedar narkoba jenis sabu di dua lokasi berbeda, yakni Jalan Agussalim dan Jalan Pelita, Parepare, pada tanggal 3 dan 4 Februari kemarin.

“Hari pertama (Senin, 3 Februari), kita ringkus satu pelaku. Lima pelaku lainnya diamankan Selasa. Diantara pelaku, ada yang bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Lakessi,” terang Wakapolres Parepare, Kompol Sudarno, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Parepare, Kamis (6/2).

Keenam tersangka masing-masing berinisial Sr, E, A, U, A, dan Da. Selain menangkap enam tersangka ini, kata dia, polisi juga berhasil menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 46 saset atau sekitar 24,6 gram, uang senilai Rp2 juta, dan dua unit smartphone.

Kasat Narkoba Polres Parepare, AKP Suardi menanmbahkan, narkoba jenis sabu yang siap diedarkan dan dikonsumsi oleh para pelaku itu berasal dari Kabupaten Sidrap.

“Pengakuan pelaku, katanya Sabu itu didapatkan dari Sidrap. Pelaku terancam kurungan penjara maksimal 12 tahun,” ujarnya.

Saat ini, pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Parepare untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemprov Sulsel Harap SP2020 Hasilkan Data Valid

KabarMakassar.com — Perintah Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri Rapat Koordinasi Pencanangan Sensus Penduduk Tahun 2020 yang digelar di Hotel Claro Kamis,(06/02). Gubernur Sulawesi Selatan mengharapkan sensus penduduk tahun 2020 dapat menghasilkan data yang valid. “Jadi data ini sangat penting termasuk membuat kebijakan pasti by Data dan Riset, kalau kita mau mendapatkan sebuah keputusan yang akurat” ungkap Nurdin Abdullah.

Ia menghimbau kepada seluruh aparat Pemerintah di Kabupaten Kota untuk turut mendukung sensus ini. Khususnya untuk mengetahui data valid jumlah wajib pilih. “Wajib didukung, agar supaya data yang dihasilkan sesuai. Bayangkan, tiap pilkada dimulai, yang di tanyakan terlebih dahulu adalah reaksi para calon. Kalau ini soal wajib pilih karena kita tidak bersandar pada satu data. Coba kalau satu sumber, BPS dan BPS juga menghasilkan data hasil kerja bersama” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan Yos Rusdiansyah mengungkapkan tahun ini akan diberlakukan metode Kombinasi. “Tahun ini sudah menggunakan metode yang pertama kali dengan metode kombinasi. Maksudnya data dasar yang akan dilakukan updating jumlah penduduk itu berdasarkan data Dukcapil sebagai basis data. Ini baru pertama kali dalam sejarah kolaborasi BPS dengan Kemendagri” ungkap Yos Rusdiansyah.

Menurutnya proses pendataan ini nantinya akan dilakukan dua tahapan. “Pertama lewat sensus penduduk online yang bisa diakses sendiri oleh seluruh masyarakat melalui aplikasi laptop atau komputer pada tanggal 15 Februari – 31 Maret. Kalau masyarakat belum bisa mengaksesnya karena berbagai kendala seperti jaringan akses internet kurang, atau beberapa kendala lainnya maka petugas kami akan mengunjungi rumah penduduk pada tanggal 1 – 31 Juni 2020” paparnya.

Sementara sensus penduduk melalui aplikasi ini, melalui laman sensus.bps.go.id yang bisa diakses pada tanggal 15 Februari.

Sistem sensus ini dipastikan aman pasalnya memiliki sistem keamanan yang cukup baik. Dimana setiap penduduk yang ingin melakukan sensus, akan diminta nomor NIK, KK. Kalau nomor KK sudah isi, ada kode captcha yang harus diisi. Itu sudah bagian dari protect. Jadi dapat dipastikan aman.

Ketika sensus online sudah sudah dilakukan, akan ada pesan di akhir isian “Anda telah berhasil”. Nantinya bisa juga dicetak hasil isian itu. Sudah terupdate berarti data anda sudah masuk di Sistem kependudukan Indonesia. Jadi nanti ada bukti selesai. Yang sudah melakukan sensus penduduk online, tidak lagi dikunjungi oleh petugas sensus.

Bripka Safiuddin Sulap Motor Dinas Jadi Perpustakaan Keliling

KabarMakassar.com -– Sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, banyak cara yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas untuk selalu hadir di tengah lingkungan masyarakat. Salah satunya seperti yang dilakukan Bripka Safiuddin.

Anggota Polsek Mattirosompe yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Mattombong dan Desa Massulowalie, Kabupaten Pinrang ini, Kamis (6/2) menyambangi siswa-siswi SD Negeri 64 Lisse yang sedang beristirahat dengan membawa perpustakaan keliling.

Perpustakaan keliling tersebut dibuat Safiuddin dengan memanfaatkan box sepeda motor dinasnya untuk diisi buku-buku.

“Dengan meminjamkan buku kepada siswa-siswi yang sedang beristirahat, ini merupakan salah satu upaya yang kami lakukan untuk mengajak anak-anak gemar membaca,” tutur Safiuddin.

“Kegiatan ini juga salah satu cara Polri untuk dekat dengan masyarakat, dan anak-anak tetap selalu senang dengan kehadiran Polri,” tambahnya.

Terpisah, Kapolsek Mattirosompe, AKP Zusandi Said mengaku sangat mengapresiasi mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Bripka Safiuddin tersebut.

“Kita berharap apa yang telah dilakukan itu bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pelajar yang ada di Kecamatan Mattirosompe,” kata Zusandi.

Pemkot Makassar Siap Sukseskan Sensus Penduduk 2020

KabarMakassar.com — Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menyatakan kesiapan Pemerintahannya menjalankan instruksi Presiden RI Joko Widodo, menyukseskan Sensus Penduduk tahun 2020.

Ia berharap seluruh masyarakat kota Makassar nantinya dapat berpartisipasi menyukseskan Sensus Penduduk 2020 yang akan dilaksanakan secara online pada 15 Februari hingga 31 Maret mendatang.

“Kita berharap seluruh masyarakat kota Makassar dapat memberikan informasi secara tepat dan benar saat mendaftar secara on line di website BPS www.sensus.bps.id, begitupun pada saat wawancara yang dilakukan oleh petugas sensus,” jelasnya saat menghadiri Pencanangan Sensus Penduduk 2020, di Sandeq Ball Room, Hotel Claro, Kamis (6/2).

Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dalam arahannya mengajak 33 Kepala Daerah, Kabupaten Kota se-Sulsel untuk menyukseskan Sensus Penduduk 2020 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik.

“Kita harus membangun sistem dalam memudahkan pencatatan Sensus Penduduk Kabupaten Kota. Perlunya menggerakkan semua stakeholder yang ada saling koordinasi untuk mempermudah pendataan ini. Semua harus kita gerakkan baik Discapil, kecamatan hingga kelurahan di masing masing daerah,” ujarnya.

Inspektur Utama BPS RI, Ahmad Jaelani mengatakan sejak kemerdekaan Indonesia di awal tahun 1961 hingga 2020 Sensus Penduduk atau cacah jiwa telah berlangsung di Indonesia sebanyak tujuh kali, di mana pelaksanaannya diadakan setiap 10 tahun sekali berdasarkan rekomendasi dari organisasi badan dunia yaitu Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

“Kunci utama keberhasilan Sensus Penduduk adalah ikut berpartisipasi seluruh elemen bangsa. Kami memohon bantuan dan dukungan gubernur, wali kota, dan seluruh bupati di Sulsel agar sensus di Sulsel dapat berjalan lancar aman, dan sukses,” terangnya.

Anggota DPR RI Amir Uskara menekankan pentingnya data kependudukan yang akurat dan valid guna mendukung Sensus Penduduk 2020. Dia berharap BPS menurunkan tim yang dipercaya dalam mendapatkan data kependudukan yang valid.

“Mudah – mudahan ke depan dengan data sensus yang akurat, data sensus kependudukan 2020 bisa menjadi acuan untuk memprediksi jumlah penduduk di masa depan, apalagi dengan adanya Sensus Penduduk secara elektronik dapat memaksimalkan dan membantu pemerintah daerah kabuoaten dan kota dalam mengambil kebijakan, dan perencanaan pemerintahan di daerahnya,” ungkapnya.

DPRD Parepare Sebut Proyek Pasar Lakessi Asal Jadi

KabarMakassar.com — Proyek pembangunan Pasar Lakessi yang penyelesaiannya molor dari jadwal, menjadi sorotan DPRD Parepare. Proyek dengan nilai kontrak Rp2,9 miliar itu berdasarkan kontrak awal, harus rampung 31 Desember 2019 kemarin. Namun, ada addendum atau perpanjangan kontrak selama 50 hari hingga 16 Februari mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Parepare, Rudy Najamuddin mengingatkan, ada konsekuensi berupa denda yang harus dibayarkan pihak kontraktor pelaksana akibat perampungan proyek tersebut yang molor dari jadwal.

“Nilai kontrak kisaran Rp2,9 miliar, jadi dendanya sekira Rp2 juta per harinya,” kata Rudy, saat melakukan hearing dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Pasar Lakessi, di Kantor DPRD Parepare, Kamis (6/2).

Selain soal denda, Rudy juga menyebut proyek tersebut terkesan asal jadi. Pasalnya, kata dia, saat melakukan peninjauan, pihaknya menemukan masih banyak bagian yang belum rampung, bahkan tidak ada dalam perencanaan proyek tersebut.

“Banyak pekerjaan yang kami temukan, yang sepertinya tidak ada di perencanaan. Ada juga yang baru dikerja. Meski itu kecil-kecil, tapi itu menentukan,” tegasnya.

Rudy berharap, kedepannya semua proyek pembangunan di Parepare dilengkapi dengan grand desain. “Saya rekomendasikan proyek harus ada grand desainnya, agar pembangunannya jelas,” ucapnya.

Sementara, PPK proyek pembangunan Pasar Lakessi, Suhandi mengakui keterlambatan penyelesaian proyek tersebut. Ia juga tak menampik adanya beberapa item yang tidak ada di perencanaan. “Kami sadari pembangunan ini tidak sesuai perencanaan. Secara volume bagus, tapi kalau estetika itu tidak sesuai,” ujarnya.

Selain soal ketidak sesuaian dengan perencanaan dan molornya perampungan pembangunan Pasar Lakessi, pada kesempatan tersebut juga dibahas perihal retribusi Pasar Lakessi dan lahan parkir yang balaknagn ini menuai polemik.