Untuk Ketiga Kalinya, Bulukumba Gelar Musrenbang Anak

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Tingkat Kabupaten, di Aula Kantor Bappeda Bulukumba, Rabu (5/2).

Musrenbang Anak kali ini merupakan yang ketiga kalinya digelar sejak tahun 2018 yang lalu.

Kepala Dinas PPPA Kabupaten Bulukumba, Umrah Aswani mengatakan, forum Musrenbang Anak Tingkat Kabupaten ini merupakan kelanjutan dari Musrenbang Anak dari 10 Kecamatan yang telah digelar sebelumnya.

“Di Musrenbang Anak tingkat Kabupaten ini, para delagasi Kecamatan akan memaparkan prioritas usulan dan aspirasinya untuk dibahas bersama jajaran OPD,” kata Umrah saat acara pembukaan Musrenbang Anak.

Umrah menegaskan, mendengarkan suara, keluhan dan aspirasi anak merupakan bagian penting dari semua pihak untuk memahami dan menghargai anak-anak. Apalagi jika mereka rentan terhadap tindakan kekerasan, eksploitasi dan penelantaran.

“Partisipasi anak adalah pelibatan anak dalam pengambilan keputusan atau kebijakan dalam pembangunan daerah, oleh karena partisipasi tersebut merupakan hak anak itu sendiri. Partisipasi anak dalam pembangunan inilah yang menjadi alasan diselenggarakannya Musrenbang Anak,” jelasnya.

Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Dinas PPPA Provinsi Sulsel, Nur Anti yang hadir pada kegiatan tersebut, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang konsisten melaksanakan Musrenbang Anak, sebagai salah satu indikator dari pemenuhan Kabupaten Layak Anak (KLA).

Dari evaluasi KLA, kata dia, Sulsel menjadi Provinsi yang terbanyak melaksanakan Musrenbang Anak. Dimana dari 24 Kabupaten kota, tinggal 4 daerah yang belum melaksanakan Musrenbang Anak.

Pada kesempatan tersebut, Nur Anti juga mengingatkan agar Forum Anak yang terbentuk tidak hanya menjadi tanggung jawab dari Dinas PPPA saja. Namun, semua OPD harus mengawal indikator-indikator KLA melalui program kegiatan yang dilaksanakannya.

“Desa Bira Kecamatan Bonto Bahari telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Ramah Anak. Desa ini akan mendapatkan dukungan dan bantuan dari Kementerian PPPA,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali meminta pelaksanaan Musrenbang Anak tidak hanya dilakukan di tingkat Kecamatan dan Kabupaten, namun secara keseluruhan dapat dilaksanakan juga di tingkat desa dan Kelurahan.

“Harus juga dilakukan di desa, karena sudah ada dana desa yang bisa membiayai aspirasi dari anak di desa tersebut,” kata Sukri.

Terkait pelaksanaan Musrenbang Anak ini, Sukri mengharapkan, minimal satu dari usulan setiap Kecamatan dapat diakomodir dalam perencanaan pembangunan. Untuk itu, ia meminta para OPD mencermati usulan dan aspirasi tersebut agar bisa dimasukkan dalam program kegiatannya.

Pemdes Pincara dan Mahasiswa KKN UMI Gelar Baksos

KabarMakassar.com — Cuaca ekstrem berupa tingginya curah hujan yang melanda wilayah Sulsel termasuk Kabupaten Pinrang sejak beberapa waktu belakangan, selain mengakibatkan banjir juga secara tidak langsung meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Salah satunya demam berdarah (DBD).

Sebagai langkah pencegahan penyakit DBD, Pemerintah Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, bersama mahasiwa KKN UMI angkatan 64 dibantu warga setempat menggelar bakti sosial dalam bentuk kegiatan bersih lingkungan, Rabu (5/2).

Pembersihan dilakukan pada lokasi-lokasi genangan air yang masih tersisa pascabanjir beberapa waktu lalu, yang bisa membuat nyamuk bersarang dan bertelur.

“Kami sangat mengaresiasi semangat masyarakat Desa Pincara dalam hal gotong royang membersihkan pekarangan masing-masing,” kata Kordes Pincara KKN UMI, Zatrian Perdana.

Semenatara, Kepala Desa Pincara, Roni Hakim mengatakan, penyakit DBD memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat setempat. Terlebih, kata dia, baru-baru ini salah satu warga di desa tetangga positif menderita DBD.

“Penyakit DBD ini membuat keresahan masyarakat, makanya kami Pemerintah Desa bersama mahasiswa KKN UMI dan di bantu warga melaksanakan baksos bersih-bersih lingkungan. Kegiatan seperti ini akan kami laksanakan secara rutin. Lebih baik mencegah daripada mengobali,” tuturnya.

Bank Sulselbar Rencanakan untuk Melantai di Bursa Efek

KabarMakassar.com — Bank Sulselbar mulai merencanakan untuk menggelar aksi penawaran saham perdana di bursa efek atau initial public offering (IPO).

Melantai di bursa efek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Bank Sulselbar, untuk menyamai bank-bank pemerintah lainnnya yang terlebih dahulu sudah melakukannya.

Plt Direktur Utama Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan mengatakan, untuk melaksanakan IPO, pihaknya masih menunggu kesepakatan dari para pemegang saham.

“IPO ini untuk core plan, belum di 2020. Tapi bisa saja prosesnya dimulai tahun ini. Kami belum bisa menyatakan itu, karena harus ada izin pemegang saham dulu,” kata Irmayanti, Selasa (4/2).

“Ke depan Bank Sulselbar akan IPO, tapi masih akan terus dikoordinasikan oleh gubernur dan pemegang saham lainnya dalam forum monev. Sebenarnya kita sudah ada media koordinasi dan monev yang dituangkan dalam RUPS kemarin, yaitu setiap triwulan. Disitu nanti kita akan bicarakan bagaimana ke depannya,” tambahnya.

Menurut Irma, rencana ini juga merupakan salah satu langkah akselerasi dari Bank Sulselbar, seperti yang selalu didorong oleh Gubernur Sulsel sebagai pemegang saham pengendali.

“Gubernur sangat mau melihat Bank Sulselbar melaju cepat, minimal seperti BJb lah. Gubernur ingin kita lebih berakselerasi, makanya kita didorong terus untuk melakukan ekspansi dan inovasi, seperti devisa dan sebagainya,” ungkapnya.

Untuk berinovasi dan berakselerasi, lanjut Irma, Bank Sulselbar membutuhkan modal kuat, dimana selama ini hanya mengandalkan modal organik yang bersumber dari penyisihan laba dan setoran pemegang saham.

“Dalam hal melakukan ekspansi harus didukung banyak faktor. Salah satunya modal kuat. Arahan OJK juga mengatakan perkuatan permodalan menjadi sesuatu yang penting dalam perbankan,” ujarnya.

Perusda Sulsel-Unibos Memorandum Of Understanding

KabarMakassar.com — Bertempat di ruang rapat Senat Universitas Bosowa Makassar, Rabu (5/2) dilaksanakan MOU antara Perusda Sulsel dengan Universitas Bosowa (Unibos)
Rektor Universitas Bosowa, Prof Dr HM Saleh Pallu M.Eng menegaskan, penandatanganan kerjasama ini dimaksudkan untuk melakukan pengembangan dunia pendidikan dengan bekerjasama BUMD, terkhusus dengan Perusahaan Daerah Sulawesi Selatan sebagai salah satu Badan Usaha Milik pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Atas nama Rektor dan seluruh Dekan Fakultas di Unibos merasa bangga atas kerjasama yang dilakukan pihaknya dengan Perusda Sulsel,” tegas Saleh Pallu.

Lebih jauh dijelaskan, penandatanganan MOU dimaksudkan dalam hal kerjasama peningkatan sumber daya manusia dari mahasiswa dan mahasiswi yang ingin magang di Perusda Sulsel. Selain itu, juga kerjasama di bidang infrastruktur tidak menutup kemungkinan dapat dilaksanakan dalam upaya mempercepat pengembangan dan pembangunan di Sulawesi Selatan.

Direktur Utama Perusda Sulsel HM Taufik Fachrudin menegaskan, kerjasama yang dilaksanakan dengan Unibos adalah hal yang juga telah dan akan dilaksanakan dengan perguruan tinggi lain, baik PTS maupun PTN yang ada di Sulsel.

Hal ini pertanda, Perusda Sulsel sangat berharap dengan kerjasama yang dilakukan dengan pihak perguruan tinggi, terutama pihak Unibos dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Perusda Sulsel, baik dari SDM maupun pengembangan unit unit usaha/bisnis yang dimiliki Perusda Sulsel.”Kami berharap dengan kerjasama atau MOU ini, kedua belah pihak dapat memberikan manfaat positif baik bagi Unibos maupun bagi Perusda Sulsel.

Kami siap menerima para mahasiswa dan mahasiswi Unibos yang ingin magang dikantor Perusda, maupun di Hotel Grand Sayang Park Hotel,” tegas Taufik. Hadir pada penandatanganan MOU tersebut, jajaran para Dekan Fakultas Unibos dan jajaran direksi dan karyawan Perusahaan Daerah Sulawesi Selatan.

RS Sultan Daeng Radja Berhasil Operasi 18 Pasien Bibir Sumbing

KabarMakassar.com — Sebanyak 18 pasien bibir sumbing gratis berhasil dioperasi di Rumah Sakit Sultan Daeng Radja Bulukumba pada Selasa, (4/2).

Operasi bibir sumbing gratis ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Bulukumba (DPP KKB), TP PKK Propinsi, Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, TP PKK Propinsi dan Kabupaten  Bulukumba serta Yayasan Celebes Cleft Center Makassar.

Sekretaris Umun DPP KKB, Hendra Fachri mengatakan ini merupakan Bakti Sosial dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Bulukumba dengan bekerjasama antara Pemda, KKB, PKK Propinsi maupun Kabupaten, FKG Unhas, Yayasan Celebes Cleft Center Makassar.

“Jadi baksos operasi bibir sumbing ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap bibir dan lagit-langit sumbing di Kabupaten Bulukumba,” bebernya.

Direktur RS Gigi dan Mulut FKG UNHAS, drg.A.Tajrin,M.Kes.,SpBM(K) mengatakan operasi bibir sumbing sangat penting untuk membantu penderita dari aspek kesehatan, sosial dan Psikososial. Penderita bisa makan atau minum, berbicara dengan baik dan pergaulannya tidak terhambat.

“Alhamdulillah dalam rangka Hari Jadi ke-60 Bulukumba, terdapat puluhan pendaftar namun hanya 18 pasien yang berhasil lolos screening oleh tim medis kami. Dan sisanya ada yang belum layak karena ada infeksi paru-paru bahkan kelainan jantung jadi butuh pemeriksaan lanjutan sebelum ditindaki,” ujarnya.

Dijelaskan Tajrin bahwa dari jumlah pendaftar yang ada itu menandakan bahwa sebenarnya banyak pasien bibir sumbing cuma kadang ciri khas dari pasien malu jadi nanti ada operasi baru dia muncul.

“Kami berharap agar seluruh masyarakat yang mempunyai keluhan bibir sumbing, untuk segera ke petugas kesehatan memeriksakan diri dan mendapatkan penjelasan tentang kesehatan sedini mungkin,” terangnya.

Bupati Bulukumba AM Sukri A Sappewali sangat mengapresiasi kerjasama ini atas pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis di HUT Bulukumba ini.

“Kami dari Pemda Bulukumba mengucapkan terima kasih kepada tim medis dari Unhas, juga kepada DPP KKB, TP PKK Propinsi dan Kabupaten beserta seluruh pihak yang melakukan baksos ini demi membantu penderita bibir sumbing ini,”ungkap pungkasnya.

Baksos yang dipimpin langsung oleh Direktur RS Gigi dan Mulut FKG UNHAS, drg.A.Tajrin,M.Kes.,SpBM(K) ini turut disaksikan Gubenur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Ketua TP PKK Sulsel, Kapolda Sulsel, Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, Ketua Umum DPP KKB, beserta beberapa jajaran pejabat lainnya usai mengikuti upara perayaan Hari Jadi Bulukumba ke-60.

Temui Ketua MPR RI, None Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Makassar — Irman Yasin Limpo atau akrab disapa None kini tak lagi menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. Meski demikian None tetap memperjuangkan kemajuan dunia pendidikan, khususnya nasib guru honorer.

Untuk diketahui jika saat ini None memang masih menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), datang ke Gedung MPR RI Senayan, Jakarta, untuk memperjuangkan nasib guru honorer.

Bersama rombongan dari Makassar, None datang bersama Ketua Umum PB PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd, serta Ketua PB PGRI lainnya seperti Dian Mahsunah dan Huzaifa Dadang.

Kehadiran None bersama rombongan langsung diterima Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.

“PGRI memperjuangkan agar dilakukan revisi Undang-undang ASN secara meluas terkait tenaga honorer,” kata None, Rabu (5/2).

Ia mengungkapkan, PGRI memohon untuk diberikan kesempatan pada tenaga honorer dari kedua kategori (K2 dan non-K) baik pendidik maupun tenaga kependidikan, untuk diikutsertakan dalam seleksi CPNS dan PPPK. Lebih diutamakan lagi bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun agar diprioritaskan, mengingat bentuk pengabdiannya yang luar biasa selama ini.

“Kami mendorong agar pemerintah segera menuntaskan guru honorer dengan mengangkat mereka menjadi PNS atau PPPK,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak pemerintah segera memberlakukan pembayaran upah minimum minimal setara dengan UMR kepada para tenaga honorer di sekolah baik negeri maupun swasta.

“Bagaimana bicara mutu, dan merdeka belajar jika masih ada guru yang dibayar sangat rendah,” pungkasnya.

Pansel Penerimaan CPNS Gowa Gagalkan Joki

KabarMakassar.com — Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Gowa berhasil menggagalkan upaya salah seorang peserta di sesi keempat hari terakhir pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Selasa (4/2), di Baruga Krg Galesong, Kantor Bupati Gowa, yang menggunakan jasa joki.

Berdasarkan data Pansel, peserta tes CPNS yang coba menggunakan jasa joki tersebut tercatat atas nama Andi Armayudi Syam dengan NIK: 7302040309910002, dan mendaftar untuk formasi pengolah data pelayanan.

Setelah tim Pansel melakukan penelusuran terkait kehadiran peserta dengan nomor peserta ujian 19730211300000534 tersebut di lokasi ujian untuk kroscek data, ternyata yang bersangkutan memang tidak hadir hingga ujian selesai digelar. Sayangnya, joki yang digunakan peserta atas nama Andi Armayudi Syam itu berhasil melarikan diri sebelum sempat diamankan oleh petugas.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Muh Basir menuturkan, upaya joki untuk menjalankan aksinya digagalkan oleh petugas di tahapan verifikasi peserta, tepatnya pada proses pemeriksaan barcode yang ada pada kartu tes peserta.

“Panitia menemukan tanda mencurigakan.Kartu testnya mencurigakan karena sangat beda dengan stempel asli panitia dengan kartu testnya. Kemudian panitia meminta KTP dan diteliti dengan data pendaftaran yang kami miliki, ternyata berbeda,” kata Basir menceritakan kronologisnya, Rabu (5/1).

Saat petugas tengah mencocokkan data peserta yang diduga joki tersebut, lanjut Basir, pelaku meminta izin untuk ke toilet. “Karena mencurigakan, sempat dibuntuti oleh panitia. Namun si joki ini kabur. Sepertinya sudah ada temannya yang siap menjemput di parkiran,” ujarnya.

Saat ini, upaya salah satu peserta yang coba menggunakan jasa joki ini telah dilaporkan oleh Pansel penerimaan CPNS Pemkab Gowa kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Kami bersyukur karena dengan ketatnya pemeriksaan yang dilakukan panitia, sehingga joki ini tidak lolos dan bisa digagalkan. Harapan kami, pelakunya ini bisa terungkap dan tidak ada lagi kejadian seperti ini di masa yang akan datang,” pungkas Basir.