Ini Rekomendasi Anggota DPRD Usai Kunjungi Lotong-lotong

KabarMakassar.com — Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba bertindak cepat dengan turun langsung melihat kondisi sumber mata air Lotong-lotong yang ada di Kecamatan Bonto Bahari, Rabu (5/2).

Hal ini dilakuan setelah sebelumnya menerima aspirasi dan keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan air bersih yang sudah dialami hampir 10 tahun lamanya. Kelangkaan air bersih tersebut dialami warga di beberapa desa, diantaranya Desa Ara, Darubia dan Bira, serta kelurahan Tanah Lemo.

Usai melihat langsung kondisi mata air dan pompa air yang mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan sedikitnya empat desa mengalami kesulitan air bersih, anggota DPRD meerekomendasikan atau menyarankan kepada Direktur PDAM untuk segera melakukan pembenahan, agar pasokan air untuk masyarakat segera terpenuhi.

“Kami sarankan agar direktur melakukan pengadaan pompa air agar kebutuhan air bersih masyarakat segera terpenuhi. Ini mengingat betapa pentingnya air bagi kelangsungan hidup masyarakat,” kata anggota DPRD Bulukumba, Andi Pangeran Hakim.

“Dalam kondisi seperti ini, DPRD dan pemerintah harus bersinergi untuk mengupayakan agar kebutuhan air bersih untuk masyarakatnya, dan segera melakukan pengadaan pompa air. Selain itu juga saya berharap agar di internal PDAM melakukan pembenahan manajemen,” tambah Anggota Komisi A DPRD Bulukumba, A Juandy tandean.

Yang terpenting, lanjut Juandy, PDAM juga harus memperhatikan kesejahteraan pekerjanya, sehingga semua dapat berjalan maksimal.

Sekadar diketahui, sebelumnya (pagi hari) ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bonto Bahari melakukan aksi unjuk rasa yang di depan kantor DPRD Bulukumba, menuntut Dirut PDAM Bulukumba untuk segera mundur dari jabatanya karena dianggap tak mampu menyelesaikan permasalah kelangkaan air bersih yang diami warga.

Jelang 1 april, Iqbal gelar Rakor dengan Dinas Kebudayan

KabarMakassar.com — Penetapan 1 April sebagai Hari Kebudayaan Kota Makassar telah menjadikan Makassar sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki Hari Kebudayaan.

Karenanya, untuk memeriahkan peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar tahun 2020 ini, Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb melakukan rapat kordinasi dengan jajaran Dinas Kebudayaan Kota Makassar. “Guna membahas konsep, tema dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk memeriahkan hari kebudayaan April mendatang. Kebudayaan penting karena kita lahir dari budaya,” kata Iqbal saat di temui, Rabu (5/2).

Ia menjelaskan akan ada kegiatan kunjungan situs dan kampung budaya Kota Makassar. Pagelaran budaya dalam bentuk parade. “Jadi rencananya 1 April kita angkat tema Makassar Berbudaya. Jadi ada upacara di setiap sekolah dengan menggunakan baju adat. Upacara Pemerintah Kota Makassar dan seluruh Instansi Swasta juga wajib menggunakan baju adat,” jelasnya.

Selanjutnya, pada tanggal 2 April 2020 akan diadakan Focus Grup Discussion dengan mengangkat tema Menciptakan Makassar sebagai Kota Dunia yang memiliki warisan Dunia.

Lalu tema ke-2 mengangkat bagaimana peran kampus dan komunitas menuju kota budaya dunia. “Malamnya akan ada parade budaya nusantara, malam budaya. 4 April 2020 ada program tambahan yakni rancang busana adat. Lomba rancang busana karnaval budaya. Lomba kampung atau desa budaya Makassar,” tambahnya.

Iqbal pun meminta masukan dari berbagai dinas terkait yang akan didiskusikan secara berlanjut. “Intinya kita akan fokus untuk mensukseskan peringatan budaya ini karena budaya itu penting apalagi kita akan memperkenalkan budaya kita kepada anak cucu kita nanti,” pungkasnya.

Warga Bonto Bahari Tuntut Direktur PDAM Mundur

KabarMakassar.com — Aliansi masyarakat Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menggelar aksi unjuk rasa menuntut Direktur PDAM Bulukumba mundur dari jabatanya, di depan kantor DPRD Bulukumba, Rabu (5/2).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Bonto Bahari akibat kelangkaan air bersih yang sudah berlangsung selama 10 tahun. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, Edi Aswar mengatakan, kelangkaan air bersih yang terjadi di beberapa desa dan Kelurahan di Kecamatan Bonto Bahari ini sudah sangat meresahkan, karena menyangkut kelangsungan hidup masyarakat.

“Sudah 10 tahun kami menjerit, hanya di balas dengan janji dan ketidakpastian. Kami butuh air,” tegas Edi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Bulukumba, H Nur mengatakan, minggu lalu pihaknya telah melakukan dialog dengan masyarakat Bonto Bahari yang dihadiri Camat setempat. Dalam dialog tersebut, ia mengaku telah menyampaikan bahwa Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali telah memberikan disposisi untuk penyertaan modal sebesar Rp3,7 miliar.

“Ini perlu diketahui anggota DPRD Bulukumba. Artinya, PDAM sudah bisa bernafas sedikit,” kata Nur.

Selain itu, lanjut Nur, juga ada anggaran khusus dari Dinas Perumahan sebesar Rp2 miliar untuk Tanah Beru, Lotong-lotong.

“Permasalahan masyarakat ini kan sudah lama. Bayangkan perpompaan tahun 2007 dan itu nonstop jalan terus, jadi pasti rusak.

Hari ini juga saya bersama anggota DPRD akan langsung meninjau lokasi di Bontobahari,” ujarnya.

KLHK Tinjau Kapal Sampah Milik Pelindo IV

KabarMakassar.com — Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati bersama Kasubdit Sampah Spesifik dan Daur Ulang Direktorat PSLB3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ari Sugasri datang meninjau Kapal Sampah milik PT Pelindo IV (Persero).

Dalam kunjungan tersebut, keduanya menyusuri Dermaga Hatta Ujung, Dermaga Hasanuddin, Dermaga Soekarno, perairan depan Pertamina hingga Pelabuhan Paotere Makassar dengan menumpang seraya menyaksikan langsung cara kerja Kapal Sampah yang sengaja diadakan oleh Pelindo IV untuk membersihkan dan mengangkut sampah di perairan Pelabuhan Makassar.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan pengadaan Kapal Sampah itu dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang rutin diperingati setiap 21 Februari. “Pelindo IV bekerjasama dengan PT Tesco Indomaritim, salah satu perusahaan pembuat kapal di Indonesia, untuk membuat kapal pengangkut sampah,” ucap Farid.

“Rencananya, secara bertahap kami juga akan mengadakan lagi kapal pengangkut sampah untuk kebersihan laut di pelabuhan kelolaan lain. Agar laut di sekitar pelabuhan bersih dari sampah plastik yang berserakan.” lanjutnya.

General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru menyebutkan kapal yang diberi nama KM Skimmer ini akan membersihkan sampah-sampah di laut sekitar Pelabuhan Makassar. “Dimulai dari Dermaga Hatta Ujung, Dermaga Hasanuddin, Dermaga Soekarno, perairan depan Pertamina hingga Pelabuhan Paotere Makassar,” ucapnya.

Menurutnya setiap hari akan ada crew yang standby di atas kapal yang memiliki kapasitas angkut sampah 3 hingga 5 ton ini.

Sulsel Bercerita Gelar Penyuluhan Provinsi Hemat Energi

KabarMakassar.com — Dukungan Program Kerjasama Indonesia-Jerman yang dilaksanakan oleh Giz Paklim (Policy Advice for Environment and Climate Change) serta didukung oleh Kementerian PPN/Bappenas dan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, maka diselenggarakan kegiatan “Sulsel Bercerita”, sebuah bentuk penyuluhan model baru sekaligus gerakan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Selatan mendukung Pembangunan Rendah Karbon. Aksi ini merupakan upaya bersama dalam mengatasi perubahan iklim global, salah satunya adalah dengan mendorong Sulawesi Selatan menjadi Provinsi hemat energi.

Handrich Kongdro, salah satu panitia pelaksana dari Sulsel Bercerita mengatakan Mengangkat tema Efisiensi Energi “Sulsel Bercerita” berlangsung mulai tanggal 4-5 Februari 2020 di Bikinbikin Creative Hub, Nipah Mall, sebuah mal yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan.

“Jadi kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi oleh Eko Sudarmawan, Kepala Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi Kementerian ESDM, kemudian dilanjutkan dengan Talkshow bersama narasumber lokal dari kalangan akademisi, pemerintahan, perusahaan, dan komunitas: Setyawati Yani, PhD dari Fakultas Teknologi Industri UMI, Anggriani dari Dinas ESDM Sulsel, Fidaan Azuz dari BAPPEDA Sulsel, Daud Rianto dari Nipah Mall, Arfah Aksa dari GASS (Gabungan Admin Sulawesi Selatan) dan Ahmad Zuhael ‘Abu’ dari PASKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia). Seluruh rangkaian acara difasilitasi oleh tim dari Impact Hub Jakarta yang mendesain aksi ini bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat lokal maupun nasional.” ungkapnya, Rabu (5/2).

Selain memfasilitasi diskusi antar pemangku kepentingan, “Sulsel Bercerita” juga mengadakan workshop pembuatan konten kreatif dan positif lewat media sosial Instagram untuk memperkenalkan gaya hidup hemat energi.

Peserta diajak untuk mempraktekkannya langsung di lapangan dan ditantang untuk membuat konten hanya dalam 21 jam, dimana karya terbaik akan memenangkan hadiah-hadiah berupa peralatan konten kreasi.

Handrick Kondro berharap kegiatan ini dapat menjadi pola komunikasi yang efektif untuk terus mengedukasi masyarakat lewat cerita-cerita yang berdampak positif menuju Provinsi hemat energi.

Iqbal Suhaeb Bersama OPD Mengenang Alm. Ahmad Kafrawi

KabarMakassar.com — Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb berkumpul bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Makassar, di Kantor Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Rabu (5/2).

Tujuannya, mengadakan pengajian bersama mengenang 11 hari kepergian Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Ahmad Kafrawi (25/1) lalu sesaat setelah bersepeda bersama istri dan stafnya.

Sebelum pengajian dimulai, Iqbal menyampaikan beberapa kesan akan sosok diri Kepala Dinas yang sudah mendedikasikan dirinya selama 30 tahun untuk Pemerintah Kota Makassar.

“Untuk almarhum saya sudah kenal sejak lama. Saya KKN dulu di Bulukumba, beliau sudah kepala Dinas Pekerjaan Umum di sana. Jadi saya sudah kenal baik karakter dan tegasnya beliau. Sepak terjangnya yang sangat gesit itu sudah melekat pada dirinya,” ucap Iqbal.

Ia mengaku sangat kehilangan alm. Ahmad Kafrawi. Pasalnya, sosoknya yang pantang menyerah masih sangat dibutuhkan untuk memajukan kinerja Pemerintah Kota Makassar. Lantas, Iqbal mengingatkan jikalau umur bukan ukuran untuk kembali ke pangkuan sang pencipta.

“Persiapkanlah sejak dini. Tidak ada yang tahu umur sampai kapan. Persiapkan memang wasiat-wasiat untuk orang yang ditinggalkan. Karena itu sangat penting untuk menghindari perselisihan terhadap orang yang ditinggalkan nanti,” jelasnya.

Ia pun meminta jika almarhum punya sangkutan utang piutang atau keluarga almarhum punya kesulitan silahkan langsung menghubunginya. “Beliau orang baik, jika ada kesusahan kami siap bantu. Jangan sungkan untuk meminta bantuan langsung ke saya,” katanya.

Pengajian ini dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziah PCNU Kota Makassar KH Kaswad Sartono, dan ditutup dengan doa bersama yang dipandu oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Ambo Tuo. Turut hadir, Setda Kota Makassar, Ansar, Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar Abdi Asmara, serta jajaran Forkopimda Kota Makassar.

Bulan K3 Nasional, Pelindo IV Gelar Lomba Yel-yel

KabarMakassar.com — Dalam rangka memeriahkan Bulan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Nasional yang diperingati setiap 12 Januari – 12 Februari, Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menggelar Lomba yel-yel K3.

Senior Vice President Risk Manajemen & Standarization PT Pelindo IV, Moudy Pitoy mengatakan bahwa dalam rangka Bulan K3 Nasional tahun ini, salah satu kegiatan internal yang diadakan pihaknya yaitu Lomba yel-yel K3.

Kegiatan lomba digelar di Terminal Penumpang Pelabuhan Makassar pada Rabu, (5/2). “Lomba Yel-yel K3 tersebut diikuti oleh 7 tim, terdiri dari perwakilan cabang, direktorat dan biro,” kata Moudy.

Sebelum lomba berlangsung tuturnya, terlebih dahulu diadakan Senam Bersama dan Komitmen Pelindo IV Sadar K3 oleh Direksi yang ditandai dengan Pelepasan Balon dan Spanduk Komitmen.

Selain itu juga ada Simulasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) oleh tim dari Rumah Sakit Siloam Makassar, medical check up, kemudian dilanjutkan dengan Lomba Yel-yel K3 dengan Juri dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, tema Lomba Yel-yel K3 menyesuaikan dengan Tema Bulan K3 Nasional tahun 2020 yang diimplementasikan ke Budaya Perusahaan. Dengan ketentuan lomba di antaranya, peserta merupakan perwakilan dari masing-masing direktorat, biro dan cabang.

Moudy mengatakan, kegiatan Lomba Yel-yel K3 ini sekaligus mengedukasi Insan Pelindo IV tentang pentingnya K3 bagi perusahaan yang bertujuan untuk meminimalisasi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menyediakan hadiah bagi pemenang lomba yang meraih Juara I, II dan III.

Budi Hastuti Minta Soroti Dishub dan Dinsos Soal Gepeng Dijalan

KabarMakassar.com — Anggota komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti meminta Pemkot dalam hal ini Dinas Sosial dan Dinas Perhubungan serius menangani masalah gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang masih berkeliaran di Kota Makassar.

Keberadaan gepeng dan anak jalanan bagi legislator perempuan tersebut sangat meresahkan dan memprihatinkan di Kota Makassar. Untuk itu ia meminta agar dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait masalah gepeng, dan juga pak ogah.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait masalah gepeng dan pak ogah,” ungkap Budi Hastuti, Rabu (5/2).

Budi Hastuti juga mengaku jika sudah banyak keluhan yang masuk dari masyarakat terkait keberadaan gepeng dan pak ogah di jalan-jalan Kota Makassar.

Tak hanya merusak estetika kota, keberadaan mereka pun sering menyebabkan jalanan macet.

“Saya juga sebagai masyarakat cukup resah dengan adanya pak ogah ini. Sering terjadi macet yang di akibatkan dari pak ogah tersebut terutama di Jalan hertasning ini,” tutur legislator pendatang baru di DPRD Makassar.

Pemprov Siapkan Penjemputan Khusus Warga Sulsel Dari Natuna

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyiapkan penjemputan khusus bagi warga Sulsel yang sudah ada di Natuna, untuk diantarkan sampai ke rumah keluarganya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kita antisipasi dan mempersiapkan kepulangan tiga warga kita,” kata Nurdin Abdullah, di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (5/2).

Berdasarkan informasi terakhir, tiga warga Sulsel tersebut merupakan asal Bulukumba yang akan dipastikan kembali setelah sampai di Sulsel, dalam keadaan sehat.

“Ada tiga warga Bulukumba yang ada di Natuna sekarang. Tentu kita harus pastikan lagi kembali bahwa yang bersangkutan itu sehat, tidak sakit dan tentu tidak terjangkit virus Corona. Nah, kalau ini kita sudah pastikan tidak ada masalah, ya tentu kita akan kembalikan ke keluarga,” ujarnya.

Untuk penjemputan sendiri sudah disiapkan khusus, sejak Rabu 4 Februari 2020 ini. Tentunya, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, lingkup Pemprov Sulsel dan Pemkab Bulukumba.

“Setelah tiba kita akan siapkan. Kita sudah rapat dengan Dinas Kesehatan, supaya mempersiapkan dan mengantisipasi kepulangan mereka dan kita pastikan sekali lagi bahwa Virus Corona itu tidak ada,” pungkasnya.

Gorontalo Belajar Perpustakaan Lorong di Makassar

KabarMakassar.com — Dinas Perpustakaan Kota Gorontalo melakukan study banding ke Perpustakaan Provinsi Sulsel di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (5/2).

Rombongan yang dipimpin Yusnita Pantu itu diterima Sekdis Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulsel, Lubis, beserta staf di Perpustakaan Provinsi Sulsel.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel secara khusus mengundang tokoh literasi Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), untuk mengurai dan menjelaskan kepada rombongan Dinas Perpustakaan Kota Gorontalo terkait inovasi keberadaan Perpustakaan Lorong Kota Makassar.

Dalam penjelasannya, BAK mengatakan, Perpustakaan Lorong adalah perpustakaan berbasis masyarakat yang melibatkan peran serta masyarakat untuk ikut aktif terlibat menyediakan ruang baca di Lorong-lorong.

Menurut BAK, apa yang dilakukan oleh masyarakat dengan membuka Perpustakaan di Lorong ini adalah kesadaran kolosal sebagai wujud implementasi UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Dimana pada Pasal 3 menegaskan pentingnya peran masyarakat untuk ikut terlibat menyediakan ruang baca.

“Perpustakaan Lorong merupakan sebuah contoh baik, bagaimana membangun kesadaran besar hidup berliterasi dari Lorong, tanpa harus menggantungkan pada pemerintah,” kata BAK.

“Kami bersyukur karena dukungan Ibu Gubernur Sulsel, Dinas Perpustakaan Provinsi Sulsel, tokoh masyarakat Sulsel, PTN, PTS serta lurah dan camat yang mau bersama-sama merajut kata membesarkan Perpustakaan Lorong di Kota Makassar,” tambah Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini.

Mendengar pemaparan BAK terkait keberadaan Perpustakaan Lorong di Kota Makassar, rombongan Dinas Perpustakaan Kota Gorontalo pun terkesima dan mengaku puas. atas penjelasan penggagas Perpustakaan Lorong Kota Makassar, Bachtiar Adnan Kusuma, tentang inovasi Perpustakaan Lorong di Sulsel.

“Bagus sekali penjelasan dan inovasinya tentang Perpustakaan Lorong di Kota Makassar. Mudah-mudahan bisa kami tiru dan contoh di Gorontalo,” tutur Yusnita Pantu selaku pimpinan rombongan Dinas Perpustakaan Kota Gorontalo.