Kesbangpol Selayar Deteksi Adanya Peningkatan ATGH Menuju Pilkada 2020

KabarMakassar.com — Memasuki tahun politik 2020 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Selayar dituntut untuk cermat membaca kecenderungan melalui deteksi dini terhadap potensi-potensi ancaman, tantangan, gangguan, hambatan (ATGH) yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan dan jalannya proses demokrasi menuju pilkada pada bulan September 2020.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Kesbangpol Selayar Ince Rahim, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/1).

Ince Rahim sebut ada sejumlah isu-isu strategis yang dicermati oleh Badan Kesbangpol Selayar antara lain adanya peningkatan ATGH terhadap stabilitas politik dan keamanan nasional yang dapat berpengaruh langsung maupun tidak langsung kepada daerah-daerah di seluruh Indonesia.

“Misalnya Kecenderungan peningkatan konflik sosial, isu ini semakin hangat dimunculkan seiring dengan upaya segelintir orang yang nemanfaatkan perbedaan etnis, agama untuk memecah belah keutuhan bangsa. Begitu pula isu terorisme dan radikalisme, termasuk perubahan perilaku sosial masyarakat sebagai dampak teknologi informasi, peredaran dan penyalagunaan narkotika,” kata Ince Rahim.

Selanjutnya dikatakan pada momentum yang lain akan diuraikan potensi rawan pilkada tahun 2020 yang telah dianalisa oleh Badan Kesbangpol dan harus diantisipasi oleh semua pihak.

Dikatakan dengan memperhatikan petunjuk dan arahan Bapak Bupati Kepulauan Selayar H. M. Basli Ali tentang perlunya menciptakan suasana yang aman serta dalam rangka antisipasi terhadap potensi ATGH terhadap jalannya pemerintahan dan demokrasi menuju pilkada September 2020, maka Alhamdulilah hari ini Jum’at 24 januari 2020 telah ditandatangani dua Surat Keputusan Bupati Kepulauan Selayar yaitu : SK TIM Terpadu Penanganan Konplik Sosial nomor 37/I/tahun 2020, dan SK TIM Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar nomor 38/I/tahun 2020.

“Keputusan ini menunjukkan bahwa Bupati Kepulauan Selayar sangat konsen terhadap penciptaan suasana yang aman dan terkendali dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar,” jelasnya.

Resmikan Masjid Jabal Nur, Bupati Selayar Ajak Masyarakat Memakmurkannya

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali meresmikan pemanfaatan hasil rehab Masjid Jabal Nur yang berlokasi di Bonelohe, Desa Bungaiya Kecamatan Bontomatene, Selayar, Sulawesi Selatan Jumat (24/1).

Dalam peresmian tersebut, Basli Ali menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh lapisan masyarakat sekitar yang telah ikut berpartisipasi atas pelaksanaan rehabilitasi masjid Jabal Nur ini.

Bupati berharap, masjid tersebut betul-betul dapat dimanfaatkan dengan maksimal sesuai fungsi mesjid. Selain tempat untuk shalat berjamaah, masjid dapat juga berfungsi sebagai pusat sosial kemasyarakatan, pusat pendidikan keagamaan, tempat musyawarah, dan banyak manfaat lainnya.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid, dan mesjid diisi dengan kegiatan keagamaan, sosial serta melakukan pengelolaan manajemen masjid dengan baik. Menjaga kebersihan dan kesucian masjid yang dilakukan bersama seluruh jamaah.

“Saya mengajak hadirin semua untuk senantiasa memakmurkan masjid. Jangan hanya dibangun dan direhab tapi sepi dari kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial. Jaga kebersihan masjid, perlu ada pengurus masjid yang memikirkan bagaimana perawatan masjid agar nyaman bagi jamaah” tutur Basli Ali.

“Pengelolaan mesjid menuntut manajemen yang baik, untuk mewujudkan kemakmumaran mesjid. Kemakmuran sebuah mesjid, tergantung pada bagaimana mengelola dan mendayagunakan mesjid dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Perahu Padewakang Berlayar ke Australia

KabarMakassar.com — JANGKAR perahu Padewakang hari ini, melakukan perjalanannya ke Australia, dimana perahu asli Bulukumba, Sulawesi Selatan ini berangkat pada pukul 17:00 Wita dari perairan Kepulauan Tannimbar, Provinsi Maluku.

Perahu Padewakang ini sedang menjalankan misi bertajuk Ekspedesi Padewakang dalam rangka Napak Tilas Sejarah Maritim Indonesia, khususnya hubungan budaya antara pelaut Bugis Makassar dan Suku Aborigin di Australia.

“Kami lepas sauh dari Samluaki, Doakan kami akan menempuh perjalanan 3-5 hari untuk sampai ke Darwin Australia,” kata Ridwan Alimuddin awak Padewakang kepada KabarMakassar.com sesaat lepas jangkar, (24/1).

Perjalanan perahu Padewakang dilepas Kapal Perang P Pustual III-9-16 dipimpin kapten Abson Nizam dari kesatuan Lanal Saumlaki.

Perahu Padewakang adalah salah satu perahu tradisional berusia lebih dari 300 tahun atau pada abad 3-4 dan telah di replika. Perahu ini melakukan misi pelayaran dengan rute dari kabupaten Bulukumba-Makassar-Larantuka-Saumlaki-Darwin.

Kapal Layar Padewakang bernama Kapal Layar Nur Al Maregeh yang dinahkodai oleh Anton Daeng Tompo.

Pelepasan Ekspedisi Padewakang yang beranggotakan 10 kru melanjutkan pelayarannya ke Darwin, setelah 48 hari dari Bulukumba.

Ridwan mengatakan, perahu Padewakang dalam pelayarannya hingga ke Saumlaki dari Bulukumba sempat mengalami berbagai kendala, dikarenakan kapal tersebut sangat tradisional.

“Kemudi sempat patah dan layar yang terbuat dari bahan alam sempat sobek karena cuaca,” Kata Ridwan yang juga tercatat sebagai jurnalis dan Ketua AJI Mandar Sulawesi Barat.

Ekspedisi Padewakang juga membawa misi persahabatan antara dua negara Indonesia dan Australia.

“Kami berangkat membawa merah putih dan persahabatan ke Australia. Persahabatan yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun. Orang Makasaar semenjak 300 tahun lalu, berlayar ke Australia mencari teripang. Ini sebuah misi sejarah dan juga kebudayaan,” kata Ridwan kepada Upishow yang akan tayang dalam waktu dekat.

Ekspedisi Padewakang

Ekspedisi Padewakang ini, menumbuhkan ingatan sejarah tentang budaya nenek moyang pelaut Indonesia yang sejak dulu kala telah berlayar bukan hanya di Nusantara tapi juga sampai di Mancanegara.

Ekspedisi ini bertepatan peringatan 250 tahun James Cock ke Australia ini juga merupakan Napak tilas perahu Padewakang yang mengingatkan masyarakat Australia bahwa jauh hari sebelum James Cook dari Inggris ke Australia, orang Makassar sudah lebih dulu ke Australia, dengan tujuan mencari teripang.

Perahu Padewakang ini adalah salah satu kapal tradisional yang kemudian berkembang sebagai asal muasal kapal phinisi.

Ekspedisi yang membawa 10 kru, diharapkan akan tiba di Darwin Australia paling lambat 30 Januari 2020. Pelayaran ini sendiri dikoordinir oleh Horst. H. Liebner, warga Jerman yang berpuluh tahun mendedikasikan hidupnya buat perahu-perahu tradisional di Sulawesi Selatan. Ia juga tenaga ahli Kemenko Maritim, yang dalam waktu dekat akan jadi warga negara Indonesia. Selamat berlayar Padewakang.

Tahanan Narkoba Menikah di Polres Bulukumba

KabarMakassar.com — Berstatus sebagai Tahanan kasus Narkoba tak membuat Aswan Sardy memupuskan niatnya untuk menikahi pujaan hatinya Wulandary di Mapolres Bulukumba yang beralamat di Polewali, Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan . Senin (20/01).

Prosesi pernikahan kedua mempelai digelar di Masjid Namirah, Polres Bulukumba. Meski diselimuti suasana haru, prosesi pernikahan berjalan lancar.

Sejumlah keluarga dari kedua mempelai tampak hadir menyaksikan proses akad nikah. Aswan merasa senang karena impian untuk memperistri kekasihnya tetap terlaksana, meskipun digelar secara sederhana di mapolres tempat ia ditahan.

Namun keinginannya untuk tinggal bersama sang istri harus ditunda karena ia kudu menjalani masa hukumannya terlebih dulu. Usai menikah, Aswan harus kembali menghuni sel tahanan Polres Bulukumba sebagai narapidana kasus narkoba.

“Ada perasaan sedih sekaligus bahagia, sedihnya karena menikah di kantor polisi, senangnya karena hubungan yang telah terjalin selama 3 tahun, akhirnya halal dan kami resmi menikah,” ujar mempelai wanita, Wulandary.

Diketahui, Aswan Sardy diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba pada bulan November 2019 lalu dengan barang bukti satu sachet sabu-sabu, 1 buah kaca pyrex dan satu batang pipet sendok sabu.

Kasat Narkoba Polres Bulukumba, AKP Hambali mengatakan, pihaknya mendukung dan memberi pelayanan terbaik bagi tahanan kasus narkoba yang akan melangsungkan pernikahan.

“Tahanan kasus Narkoba yang akan melangsungkan pernikahan kami fasilitasi. Kita saling menghargai, polisi itu melayani masyarakat, itu yang kita lakukan. Tapi tetap profesional,” tutupnya.

Februari-Maret, Pelindo IV Datangkan Head Truck dan Reach Stacker

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) akan mendatangkan 27 unit head truck 6 x 4 dan chasis serta delapan unit reach stacker untuk ditempatkan di beberapa pelabuhan kelolaan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan hingga Juni 2020 nanti Perseroan memang akan mendatangkan sejumlah alat. “Alat-alat tersebut akan ditempatkan di beberapa pelabuhan untuk meningkatkan aktivitas bongkar muat,” jelasnya.

Dia menuturkan pelabuhan cabang yang akan mendapatkan tambahan alat reach stacker pada Februari nanti yaitu Pelabuhan Parepare, Nunukan, Merauke, Manokwari, Tolitoli, Tarakan, Ternate dan Pelabuhan Sorong.

Sedangkan pelabuhan cabang yang mendapat tambahan head truck 6 x 4 dan chasis, masing masing Terminal Petikemas Makassar (TPM) 14 unit, Pelabuhan Ternate 4 unit, Kendari 4 unit, Jayapura 3 unit dan Pelabuhan Bitung 2 unit.

“Untuk head truck 6 x 4 dan chasis akan tiba pada Maret 2020,” ucap Farid.

Dirut Pelindo IV menegaskan, kedatangan alat tersebut untuk menunjang aktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan, seiring rencana Perseroan yang akan melakukan peningkatan status beberapa pelabuhan dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

Tahun ini lanjutnya, ada enam pelabuhan yang akan ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose yakni Pelabuhan Sorong, Tarakan, Ternate, Kendari, Manokwari dan Pelabuhan Merauke.

Sebenarnya menurut Farid, ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

“Namun yang tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Pelabuhan Jayapura. Tinggal enam pelabuhan lagi yang ditarget selesai dalam tahun ini,” tukasnya

Diduga Sering Diledek, Pria di Selayar Menebas 6 Warga

KabarMakassar.com — Sebanyak Enam warga dari, di Desa Nyiur Indah, Kecamatan Takabonerate, Kepulauan Selayar, menjadi korban pemarangan Ismail alias Sumaile, terduga pelaku (65), telah melakukan pemarangan, di Dusun Bonto Bakka, Desa Nyiur Indah, Selayar, Sulsel Kamis (23/1), sekitar pukul 05.00 Wita.

Mereka yang jadi korban dalam kejadian itu, berasal dari dua Dusun, masing-masing, 4 warga Dusun Bonto Bakka, diantaranya, Darniati (37), Gante, (38), Bongko Etang (60) dan Habia (51). Selain itu, dua juga warga asal Dusun Bonto Kidi bernama, Nur Mina (57) dan Mulu (59).

Sebelum kejadian pemarangan, korban, Darniati lagi membelah kelapa dihalaman depan rumahnya, tiba tiba datang terduga pelaku Ismail alias Sumaile, langsung mengayungkan parang kearah korban, sehingga terluka di bagian kepala dan payudara bagian kiri.

Bukan hanya Darniati, jadi korban, orang tuanya pun Mulu, juga jadi korban pemarangan terduga pelaku Ismail, setelah keluar dari rumah, mengakibatkan luka di lengan kiri kanan serta bagian dada dan paha.

Korban lainnya, Gante, yang mendengar keributan, lalu bergegas keluar rumah untuk melihat keadaan namun pelaku langsung menghadang korban dan mengayungkan parangnya kearah Gante, dia menangkis parang dengan tangan kirinya, jari – jari dan muka korban terluka kena sabetan parang hingga terjatuh.

Ismail alias Sumaile, terduga pelaku (65),

Lain hal Habia ia mengalami luka bagian punggung, serta Bongko Etang yang sementara duduk di bale–bale (tempat duduk) depan rumahnya, ia pun jadi korban.

Kapolsek Taka Bonerate, Iptu. Agus Junihardi, bersama personil Polsek serta anggota BKO Polres Kepulauan Selayar, langsung mendatangi TKP dan berhasil menangkap dan mengamankan pelaku ke Polsek Taka Bonerate.

Saat terduga pelaku ditangkap, petugas menyita barang bukti sebilah parang.

Sementara Korban di bawa ke Puskesmas untuk penanganan medis.

Kapolsek Takabonerate, Iptu. Agus Junihardi mengatakan bahwa. “Motif kejadian sementara masih dalam penyelidikan. Disebut bahwa pelaku kerap diejek warga.”ungkapnya.

Malam Ramah Tamah Sambut Kajari Baru Sinjai

KabarMakassar.com — Sebagai salam penyambutan Kepala Kejaksaan Negeri yang baru, Pemda Sinjai menggelar Acara Malam Ramah Tamah berupa jamuan Makan Malam dengan nuansa kekerabatan di Pendopo Rujab Bupati. Kamis (23/01).

Gelaran Pemda Sinjai sebagai prosesi perkenalan pejabat baru Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sinjai yang sebelumnya di jabat Noer Adi, kepada pejabat baru Adji Prasetya.

Bupati Sinjai, Andi Seto menyampaikan apresiasinya dan sekaligus ucapan selamat datang kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sinjai yang baru.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah beserta jajaran akan terus menjalin koordinasi dan evaluasi bersama terhadap penyelenggaraan pemerintahan tentu dengan arahan dan bimbingan pihak Kejaksaan. Kami siap di kritik tentunya untuk perbaikan dalam proses pembangunan daerah Kabupaten Sinjai yang lebih baik,” tutur Andi Seto di hadapan para Kepala OPD lingkup Pemkab Sinjai.

Bupati juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kajari Sinjai, Adji Prasetya. Semoga sinergitas antara Pemkab Sinjai terus di tingkatkan.

“Perubahan mindset yang ada mohon jangan dijadikan halangan, akan tetapi justru diciptakan sebagai mitra kerja dalam mengeksekusi program visi misi untuk mencapai tujuan bersama.” demikian harapan Bupati Sinjai.

Adji Prasetya dilantik menjadi Kajari Sinjai menggantikan Noer Adi setelah sebelumnya menjabat Koordinator bidang pidana khusus di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Perempuan Asal Takalar Laporkan Suaminya Setelah Ditampar Pakai Al Quran

KabarMakassar.com — Seorang perempuan warga Takalar, Kecamatan Mappakasunggu MK (42) melaporkan suaminya KI (45), terkait dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ke Polres Takalar, Sulawesi Selatan.

Mereka telah membina rumah tangga selama 21 tahun.

Selain kasus KDRT, MK juga kesal karena suaminya diduga menampar menggunakan kitab suci Al’Quran, menodongkan senjata tajam (badik), dan meninjunya.

Korban diduga mengalami kekerasan berupa pemukulan, korban mengalami luka lebam di pelipis dan juga bibir bengkak.

MK di tuduh selingkuh oleh suami yang belum lama pulang dari perantauan Sabatik, Nunukan, Kalimantan Utara.

“Saya di todong pake pisau (badik), terus di tampar pake Al’Quran satu kali, lalu ditampar lagi pake telapak tangan sebanyak dua kali,”ungkap MK saat di ruang Unit Tipiter, Kamis (23/1).

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Arham, mengatakan.

“Perkara pelaporan sudah ditangani langsung di unit PPA dan Korban akan dibawa ke RS Padjonga Daeng Ngalle Takalar untuk divisum akibat hantaman dan pukulan yang dilakukan terduga pelaku yang tak lain suami korban sendiri,”jelasnya.

Ditambahkan, “Untuk terduga terlapor saat ini kami masih mengejarnya dan meminta dengan baik agar terduga terlapor menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya, “tegasnya.

Adakan Coffee Morning, Kejati Siap Jadi Konsultan Pemerintah

KabarMakassar.com — Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengadakan Coffee Morning bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Firdaus Dewilmar di Baruga Anging Mammiri, Jumat (24/1).

Coffee Morning ini mengangkat tema “Sinergitas bersama Forkopimda Kota Makassar Menunjang Lancarnya Penyerapan Anggaran”.

Dalam diskusinya, Firdaus mengatakan agar seluruh instansi dapat mendukung pembangunan yang sedang dilakukan di kota Makassaar.

Jika ada permasalahan yang terjadi, maka pihaknya tidak akan memihak tetapi akan melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah yang ada di Pemerintahan.

“Mari kita manfaatkan acara ini sebagai forum untuk saling bertukar pikiran dan menyelesaikan permasalahan yang ada di Pemerintah maupun di lembaga lainnya. Kita harus bentuk Sinergitas” ucapnya.

Mengutip amanah dari Presiden RI Joko Widodo, Firdaus mengungkapkan jikalau Birokrasi harus simpel, cepat dan memiliki etos kerja yang adaptif.

“Kalau kita bisa ikut lelang cepat kenapa kita harus ikut lelang umum. Kejati hadir di sini secara institusi mengawal Pemerintah dan pembangunan tapi tidak untuk merecoki. Kami pun siap menjadi konsultan Pemerintah. Semoga serapan anggaran cepat terealisasi di semester I ini,” tambahnya.

Sementara, Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menambahkan berbagai persoalan dalam proses pembangunan pasti terjadi termasuk persoalan hukum.

“Amanat dari presiden pada rapat yang lalu, bahwa Institusi Hukum yaitu Polisi dan Kejaksaan untuk membantu Pemerintah dalam hal bantuan hukum dalam rangka percepatan penyerapan anggaran tahun ini,” jelasnya.

Ia berharap dalam kegiatan Coffee Morning ini dapat memberikan  solusi  dan masukan untuk permasalahan atau kendala yang dialami Pemerintah Kota Makassar dalam penyerapan anggaran.

Iqbal pun berterima kasih atas Sinergitas yang terjalin selama ini baik untuk Kejati, Kapolres Kota Makassar, seluruh OPD serta Sekda Kota Makassar yang turut hadir pada forum Coffee Morning hari ini.

Ini Tim TGUPP Baru Pilihan Nurdin Abdullah

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah akhirnya mengumumkan beberapa nama-nama sejumlah tokoh berpengaruh di Sulsel, kini bergabung dalam Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Dimana deretan nama-nama yang hadir adalah para tokoh berpengaruh di Sulsel, mulai dari mantan Ketua DPRD Sulsel hingga mantan Bupati.

Mantan Ketua DPRD Sulsel H M Roem, mantan Bupati Luwu Utara Muchtar Luthfi A Mutty, dan mantan Anggota DPRD Sulsel Ariady Arsal ditunjuk Nurdin Abdulah sebagai tim TGUPP yang baru.

Muhammad Roem dan Ariady Arsal sendiri bertugas khusus di bidang hubungan antara lembaga politik, sedangkan Muchtar Luthfi A Mutty bertugas khusus di komunikasi pemerintahan.

Sementara struktur TGUPP sebelumnya masing-masing Prof. Dr. Ir. Yusran Jusuf, Ketua TGUPP. Prof. Dr. Ir. Syamsu Alam fokus di bidang pertanian. Prof. Dr. Sangkala, fokus di bidang hukum. Prof. Dr. dr. Budu fokus di bidang kesehatan. Prof. Dr. Heri Tahir, fokus di bidang pendidikan. Dr. Jayadi Nas, fokus di bidang sosial masyarakyat dan Dr. Hendra Pachri, bertugas khusus di bidang infrastruktur.

Muhammad Roem mengaku, ada permintaan Gubernur Sulsel untuk memantau demi kepentingan pembangunan Sulsel.

“Saya merasa kalau Gubernur meminta untuk kepentingan rakyat, masa saya begitu sombong tidak bersedia,” kata mantan Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel, Makassar, Jumat, (24/1).

Dengan demikian, kata Roem, tentu memiliki target yang ingin dicapai terkhusus untuk percepatan pembangunan Sulawesi Selatan.

“Target kami harus membantu maksimal untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan, saya juga harus bekerja maksimal untuk membantu. Disitu merasa terpanggil,” jelas mantan Bupati Sinjai itu.

Sementara, Muchtar Luthfi A Mutty menjelaskan, pemerintah yang dipimpin Gubernur Nurdin Abdullah ini harus menjadi harapan bagi seluruh masyarakat Sulsel.

“Kita mau pemerintahan Sulsel ini adalah pemerintah dan akan menjadi rahmatan bagi masyarakat Sulsel,” kata politisi partai besutan Surya Paloh itu.

“Saya melihat program-program Pak Gubernur ini adalah harapan percepatan progres pembangunan yang signifikan, agar pencapain-pencapain untuk kesejahteraan masyarakat bisa betul-betul tercapai,” harapnya.

Sementara, mantan anggota DPRD Sulsel, Ariadi Arsal mengaku, sangat berterimakasih kepada Gubernur Sulsel atas amanah yang diberikan kepada dirinya, lebih-lebih dalam mengembangkan tugas untuk hubungan antara lembaga politik.

“Terimakasih banyak kepada Bapak Gubernur atas kesempatan untuk bergabung dalam tim ini,” ucapnya. (*)