Ini 13 Pejabat Eselon III dan IV Pemkot Makassar yang Dilantik

KabarMakassar.com — Sebanyak 13 pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dilantik dan diambil sumpahnya di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Makassar, Senin (20/1) sore.

Pegawai eselon III dan IV lingkup Pemkot Makassar ini dilantik langsung oleh Sekda Makassar, Muhammad Ansar.

Tujuh diantaranya pegawai yang dilantik menduduki jabatan di Dinas Kependudukan dan Cataran Sipil (Dusdikcapil) Kota Makassar.

Muhammad Anshar mengatakan, ia mendapat kewenangan dari Wali Kota Makassar dan pelantikan berdasarkan hasil keputusan dan izin dari Kemendagri dan Gubernur Sulsel.

“Saya melantik ini eselon III dan IV dan ini saya mendapat kewenangan dari pak Wali Kota dan ini kita lantik berdasarkan persetujuan Kemendagri dan Gubernur,” kata Muhammad Ansar.

Diketahui khusus untuk Dusdikcapil Makassar. Surat kerjanya atau SK telah terbit sejak lama. Namun hanya saja waktu pelantikan tertunda dan baru digelar hari ini.

“Inikan SK lama yang sudah diterbikan oleh Dirjen Dukcapil, khususnya internal kependudukan sana yang waktu itu tertunda dan baru kita laksanakan, ada surat penyampaian dari sana menyampaikan bahwa kenapa belum dilantik akhirnya kita lantik,” lanjutnya.

Berikut 13 pegawai Pemkot Makassar yang dilantik Sekda Makassar,

1. Chaidir. S.STP.,M.SI sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar
2. Muh Yarman, A.P., M.H. sebagai Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Makassar
3. Anasta Triubaya Sapti, SE. Sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar
4. Rahmaniar Syamsul. S.P., M.SI. sebagai Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar
5. Mada Seri Palamba, S.Sas. sebagai Kepala Seksi Kelahiran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar
6. Haeriati. S T sebagai Kepala Seksi Kerjasama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar
7. Sukmawati, S.Sos., M.SE sebagai Kepala Seksi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar
8. Indrawaty Semmaing S.I.P., M.A.P. sebagai Kepala Seksi Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar
9. Sitti Aminullah, SE sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar
10. Hj. Ramlah R, SE, M.Si. sebagai Kepala Seksi Ketersediaan dan Sumber Daya Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar
11. Anriany Saleng S.IP.M.SI sebagai Kepala Seksi Penyiaran dan raan Media Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar
12. Muhammad Hamzah, S.Sos. Sebagai Kepala Subbagian Pemberitaan Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Makassar
13. A. Reza Nugraha, S.S.T.P. Sebagai Kepala Seksi Akuisisi, Pengolahan dan Preservasi Arsip Dinas Kearsipan Kota Makassar.

Jelang Tahun Baru Imlek, Karakter Kungfu Cosplayers Hadir di Nipah

KabarMakassar.com — Menyambut perayaaan tahun baru Imlek, Nipah Mall menggelar sejumlah kegiatan dalam menyemarakkan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2020.

Kungfu Cosplayers salah satunya, hadir menyapa para pengunjung mal setiap tanggal 18, 19, 25 dan 26 Januari 2020.

Sebanyak 15 cosplayer akan berdandan dan mengenakan kostum beserta aksesoris yang berkaitan dengan karakter Kungfu Shaolin, Anime, dan pakaian khas China.

Para Cosplayers mengelilingi seluruh area Nipah Mall mulai pukul 18:30 – 21:30 WITA, dengan mengajak interaksi setiap pengunjung mal dan para karyawan store.

General Manager Nipah Mall & Office Building, Richard Abraham mengatakan,

“Nipah Mall memiliki thematic event yang berbeda setiap bulannya. Khusus dibulan Januari 2020 ini, bertepatan dengan perayaan tahun baru imlek, team dari Marketing & Communication PT. Kalla Inti Karsa yang ditangani oleh Jessy Rezky Mulia, mengusung tema Kungfu sebagai tema event bulan ini. Mulai dari materi design promosi hingga kegiatan yang berlangsung, semuanya berkaitan dengan perayaan tahun baru imlek. Seperti halnya Kungfu Cosplayer, sengaja dihadirkan pihak manajemen Nipah Mall untuk menghadirkan nuansa dan suasana tahun baru imlek dalam area mal dengan pengalaman yang berbeda”, ungkapnya.

Salah satu karakter Cosplayer di Nipah Mall.

Dalam penampilannya, Kungfu Cosplayer memeragakan karakter sesuai dengan kostum yang dikenakan. Kehadiran Kungfu Cosplayer tentunya menghibur dan menyita perhatian setiap pengunjung mal, melalui tingkah aneh mereka.

Selain Kungfu Cosplayer, manajemen Nipah Mall akan menghadirkan Parade Barongsai dari tim Naga Langit, melalui aksi yang memukau dengan berkeliling ke seluruh area Nipah Mall.

Tidak hanya itu, manajemen menyuguhkan promo Lucky Angpao bagi setiap pengunjung untuk setiap transaksi pembelanjaan, mulai dari tanggal 24 – 26 Januari 2020.

Melalui ketentuan dari setiap penukaran struck belanja pada Customer Service Nipah Mall dengan verifikasi data diri, yang sebelumnya terlebih dahulu wajib download aplikasi Mallku.

Bahkan, hadirnya sejumlah promo dari tenant Nipah Mall semakin memeriahkan suasana Imlek tahun ini.

Teknologi Desalinasi Diperkenalkan di Kota Makassar

KabarMakassar.com — Seiring berkembangnya zaman modern saat ini, banyak terobosan-terobosan baru yang ingin diperkenalkan pada dunia melalui teknologi canggih.

Salah satunya teknologi yang mengubah air laut menjadi air tawar dan dapat dikonsumsi atau desalinasi.

Hal ini pun yang dilakukan Martun Anda Pemimpin Jurusan Teknik Lingkungan Mudardoch University Perth Australia di Ombak Cafe Jalan Ujung Pandang Kota Makassar, Senin (20/1).

Makassar menjadi salah satu Kota yang dituju guna memperkenalkan alat canggih tersebut terlebih diperkenalkan ke daerah daerah terpencil atau pedesaan.

Meskipun begitu menurut Muhammad Anshar teknologi desalinasi sudah ada di Makassar bahkan sebelum diperkenalkan oleh Pimpinan Jurusan Teknik lingkungan tersebut.

“Dia menawarkan teknologi untuk desalinasi, sebenarnya hal itu bukan hal yg baru ini sudah lama ada tapi memang belum kita terapkan, beberapa tahun lalu Makassar sudah melakukan itu cuman memang teknologinya jaman dulu beda sama teknologi sekarang, tadi kalau kita liat, teknologinya agak sederhana sudah simpel kalau dulu itu besar sekali dan rumit.” ucapnya saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan tersebut.

Diketahui di Kota Makassar sendiri kebutuhan air bersih dari PDAM baru mencapai 80 persen dari seluruh kebutuhan masyarakat, maka dari itu salah satu solusi agar kebutuhan air masyarakat Kota Makassar dapat terpenuhi secara keseluruhan dibutuhkan dan diharapkan dari teknologi desalinasi.

Menurutnya jika hanya berharap dari air diatas sepenuhnya belum berjalan normal karena masih ada beberapa kendala diantaranya pipa air yang kadang masih bermasalah.

Sementara itu Muhammad Anshar juga membeberkan bahwa ia telah memberikan saran kepada Wakil gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman terkait teknologi desilinasi tersebut.

“Saya tadi sempat kasih masukan ke bapak Wagub, kami di Makassar ini sudah mulai berjalan ini bapak hal yang sama tapi merek bisa lainkan, kita tidak bicara merek tpi soal bagaimana memprodukai air laut, kan air laut ini kan makin banyakkan tiap tahun sudah ada contoh yang kita sudah buat, bahkan di Makassar sudah ada di beberapa tempat kita buat seperti itu memang biayanha cukup tinggi waktu itu namun kalau yang ini kelihatannya lebih murah teknologi itukan makin lama makin murah, simpel kalau di Makassar modelnya adalah kami tidak memenuhi alat itu.” lanjutnya.

Agar lebih simpel, mudah dan tidak rumit, ia menyarankan agar air yang langsung dapat dikonsumsi tersebut langsung di beli saja agar semua pihak mendapatkan keuntungan masing masing.

“Ini jangan dimonopoli sama pemerintah misalnya ada pengusaha misalnya saudara yang bikin seperti itu, beli alatnya kemudian diproduksi airnya lalu dijual ke PDAM, jadi Makassar itulah PDAM membeli hasil produksinya jadi PDAM tidak perlu membuat alat itu atau membeli itu alat itu dan saran saya mending kita beli airnya saja nanti PDAM yang bawa supaya semua dapat keuntungan, pengusaha dapat keuntungan juga setidaknya semuanya bisa hiduplah jangan dimonopoli semua sama PDAM.” tutupnya.

PT Prudential Life Assurance luncurkan PRUTop dan PRUTop Syariah

KabarMakassar.com — Mengawali tahun 2020, PT Prudential Life Assurance ( Prudential Indonesia) membuat terobosan baru dengan meluncurkan PRUTotal Critical Protection (PRUTop) dan PRUTotal Critical Protection Syariah ( PRUTop Syariah). Dengan mengusung tema “Hidup Tenang dengan Perlindungan Total”.
PRUTop dan PRUTop Syariah menawarkan beberapa keunggulan utama diantaranya maksimal uang pertanggungan hingga 5 milyar, tidak ada ketentuan masa bertahan hidup, perlindungan atas penyakit kritis yang belum ditemukan dan perlindungan atas kondisi kritis yang lebih luas, tidak lagi terbatas pada jumlah penyakit kritis yang dilindungi.

Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia mengatakan Prudential yang sudah hampir 25 tahun senantiasa meningkatkan komitmennya untuk menjadikan masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan lebih lama melalui beragam solusi perlindungan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang.

“Dengan optimisme kampanye We Do Prudential, kami terus berinovasi dengan meluncurkan PRUTop dan PRUTop Syariah rangkaian solusi asuransi yang melindungi masyarakat dari kondisi kritis secara total” ucapnya saat menggelar presscon di Fourpoint by Sheraton jalan A. D. Jemma (20/1).

Produk tersebut di ketahui menjawab tantangan yang semakin komplek dengan penyakit kritis yang kian berkembang. DR. dr. H. Rahmat Latief dari RS Awal Bros mengatakan dari peristiwa tahun lalu masyarakat Sulsel diguncangkan dengan kasus luar biasa berupa demam serentak yang menimpa warga Jeneponto hingga menyebabkan 7 orang meninggal dunia, setelah investigasi yang menyeluruh penyakit misterius ini akhirnya di identifikasi sebagai demam Tifoid dan Leptospirosis yang disebabkan oleh sanitasi buruk.

“Dari peristiwa ini mengingatkan kita semua bahwa penyakit kritis dapat menyerang siapa saja dan berbagai permasalahan kesehatan dapat terus bertambah akibat beberapa faktor seperti gaya hidup, globalisasi hingga perubahan iklim. Masyarakat perlu antisipasi ancaman penyakit kritis ini dengan mengubah gaya dan menyadari mahalnya kesehatan” ucap dr. Rachmat.

Dengan melihat berbagai fakta yang ada, Sheila Widya Nanda, Senior Manager Product Development Prudential Indonesia menuturkan asuransi kondisi kritis saat ini terbatas pada diagnosis jenis penyakit. Makanya PRUTop dan PRUTop Syariah menawarkan konsep baru perlindungan kondisi kritis yang berfokus pada perawatan, tindakan atau ketidakmampuan permanen yang terjadi akibat kondisi kritis.

“Hal ini yang menjadikan PRUTop dan PRUTop Syariah unggul di kelasnya karena kedua produk ini mampu melindungi kesehatan dan finansial masyarakat Indonesia secara menyeluruh dan memastikan mereka hidup lebih tenang yang sesuai dengan tema yang kita angkat ini.” tuturnya.

Sekedar diketahui sebagai asuransi tambahan pelengkap, masyarakat yang berusia 6 sampai 65 tahun dapat menikmati perlindungan ganda jangka panjang secara total, caranya hanya dengan menambahkan atau membeli paket PRUTop dan PRUTop Syariah dengan asuransi tambahan PRUCrisis Cover Benefit Plus 61 (Syariah) yang memberikan perlindungan kondisi kritis tahap akhir atau paket PRUTop dan PRUTop Syariah dengan asuransi tambahan PRUEarly Stage Crisis Cover Plus (Syariah) yang memberikan perlindungan kondisi kritis sejak tahap awal.

Modernisasi RPH, Pemprov Siapkan Dana 10 M

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siapkan dana sebesar Rp 10 milyar untuk moderenisasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hal ini diungkapkan oleh Wakil gubernur Sulawesi Selatan saat dijumpai di lobi Kantor Gubernur Sulsel.

“Kita ada anggaran sekitar 10 miliar, dari kementerian Insya Allah mudah-mudahan kita dibantu ada 3 miliar,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman.

Modernisasi RPH ini direncanakan terealisasi tahun ini, sehingga RPH itu benar-benar representatif untuk dioperasikan. Modernisasi ini rencananya akan dilakukan secara bertahap.

“Tapi ini bertahap. Baru tahap pertama akan dikerjakan karena sesuai dengan waktu yang terbatas. Ini juga ada proses untuk pengalihan untuk dibangun konstruksi itu harus di bawah kendali kota dulu. Jadi setelah dari kota, kita masuk untuk konstruksi,” jelasnya.

Menurutnya pemprov akan kembali mengadakan pertemuan untuk membahas terkait evaluasi design. Dimana nantinya RPH yang modern ini akan memberikan. Kemudahan dalam mengakomodir pengusaha untuk mengetahui pembagian ternak miliknya.

“Bagaimana RPH nya untuk memberikan fasilitas ke mereka (pengusaha). Nanti akan terakomodir dan jelas di mana kepala sapi, di mana jeroan, di mana kulitnya, di mana dagingnya. Ini sistem sudah terakomodir di dalam,”terangnya.

Diharapkan dengan moderenisasi RPH ini masyarakat dapat menikmati daging tanpa perlu takut terkait halal dan kebersihan dari daging yang dibeli di tempat ini.

“Makanya revitalisasi ini mengandung 4 unsur. ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal). Jangan sampai ASU ( Aman Sehat Utuh) saja, tapi tidak halal,” tutupnya.

Pembangunan RPH ini adalah sharing dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota. Lokasi yang ada sekarang luasan 6,2 hektar.

Abdul Azis, Modernisasi RPH Makassar Diharap Beroperasi Tahun Ini

KabarMakassar.com — Modernisasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tamangapa diharapkan dapat terealisasi tahun ini.

Untuk merealisasikan modernisasi RPH Tamangapa, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Azis melakukan Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan RPH Terstandar Modern, Senin (20 Januari 2020) di Ruang Rapat Wakil Gubernur. 

Modernisasi RPH Tamangapa dilakukan untuk meningkatkan kualitas daging hasil pemotongan, karena diharapkan tempat pemotongan akan steril dan lebih hiegenis lantaran tidak bercampur dengan kotoran atau isi perut sapi. Selain itu, setelah dimodernisasi, kapasitas potong ternak bisa ditingkatkan. 

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, untuk mendapatkan daging yang berkualitas, suatu daerah harus memperkuat pengawasan dan memperhatikan kebersihan di RPH.

“Kita harus memperkuat pengawasan dan memperhatikan kebersihan di RPH karena ini sangat penting untuk menjamin kesehatan, keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam mengkonsumsi daging ternak di Sulsel.” tegas Andi Sudirman. 

“Masyarakat Sulsel harus memperoleh produk daging berstandar aman, sehat, utuh dan halal,” jelasnya.

Andi Sudirman menyebutkan, mengelola RPH secara profesional, memiliki nilai komersil, efisien dan efektif, dengan konsep RPH modern dan sertifikasi halal harus dilakukan. 

“Kami terus mendukung pengembangan peternakan di Sulsel, salah satunya rumah potong hewan. Perlahan, kita berjalan sesuai SOP yang ada untuk kualitas daging yang baik,” tutupnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Susel, Abdul Azis mengatakan Pembangunan RPH ini adalah sharing dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.

“Lokasi RPH yang ada sekarang luasan 6,2 hektare. Tahun ini InsyaAllah dapat diresmikan dan dioperasikan,” Tegas Abdul Azis.

Diduga Hendak Edarkan Sabu Pria di Takalar Dibekuk Polisi

KabarMakassar.com — Niat Nurwahyudi alias Tutu (22), warga Polong Bangkeng Utara, Kabupatan Takalar, Sulawesi Selatan, diduga hendak menjual sabu.

Sebab, terduga tersangka keburu diamankan Tim Drugs Hunter Resnarkoba Takalar lantaran kedapatan membawa narkotika jenis sabu dalam saku celana.

Terduga tersangka diduga kuat merupakan pengedar sebab polisi menemukan chat via WA pesanan sabu, ia nekat edarkan lantaran tergiur dari hasil keuntungan penjualannya.

Nurwahyudi diamankan saat hendak keluar rumah dan polisi langsung mencegat dan di cek body cover.

Kanit 2 Renarkoba Polres Takalar Ipda H Syuryadi Sarrang mengatakan, polisi sudah mengintai sejak dua pekan lalu, berkat info dari temannya yang telah tertangkap oleh anggota kami.

“Tim sudah mengintai Nurwahyudi selama dua Minggu. Saat kami geledah di kantong celananya kami temukan 1 sachet bening berisi diduga narkoba jenis sabu,” ungkapnya.

Barang bukti yang di amankan oleh Polres Takalar.

Dari hasil pemeriksaan terhadap terduga tersangka polisi menemukan 1 buah handphone berisi pesanan barang haram.

Selanjutnya Terduga pelaku dibawa ke Mako Polres unit Satreskoba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan terancam hukum diatas 7 tahun penjara dengan pasal 112, 114 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Delapan Ketua TP PKK Resmi Dilantik Oleh Wakil Bupati

KabarMakassar.com — Delapan ketua TP PKK se-Kabupaten Bantaeng dilantik di Gedung Balai Kartini, Senin (20/1) pagi ini. Mereka dilantik langsung oleh ketua TP PKK Bantaeng, Sri Dewi Yanti.

Para Ketua PKK kecamatan tersebut di antaranya adalah Iradati Wulansari sebagai Ketua TP PKK Pa’jukukang, Andi Husniati sebagai Ketua TP PKK Tompobulu, Sitti Marwiah sebagai Ketua TP PKK Bissappu, Rosmawati sebagai Ketua TP PKK Sinoa, Raihan sebagai Ketua TP PKK Bantaeng, Nurlia Bahar sebagai Ketua TP PKK Uluere, Elmy Ahriani sebagai Ketua TP PKK Gantarangkeke, serta St. Kurniah sebagai Ketua TP PKK Eremerasa.

Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin yang pada kesempatan itu mewakili Bupati Bantaeng, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada Ketua TP PKK Kecamatan yang baru saja dilantik. Dia berharap dengan dilantiknya Ketua TP PKK Kecamatan yang baru akan mampu membantu mewujudkan tercapainya visi misi kecamatan.

“Saya minta agar kegiatan PKK di tingkat Kecamatan dan Desa lebih terarah dan menyentuh berbagai kepentingan keluarga dan masyarakat,” jelas dia.

Dia menambahkan, salah satu tugas Ketua TP PKK Kecamatan yaitu terus memotivasi, membimbing dan membina TP PKK Desa beserta kadernya. Harapannya, kader PKK bisa lebih berdayaguna dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Lebih lanjut, Sahabuddin menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat akan terwujud bila ada upaya untuk memberdayakan keluarga. Hal itu dapat diupayakan dengan fasilitas non-instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan.

“Pemberdayaan keluarga ini penting karena akan menghasilkan kemandirian keluarga,” jelas dia.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Ketua Persit KCK Cabang XXVII Kodim 1410 Bantaeng, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Ketua Darma Wanita Persatuan, perwakilan Ketua Bhayangkari Cabang Bantaeng, serta para Pengurus dan Kader PKK tingkat Kabupaten Bantaeng.

Sampah di Baranti, Camat: Harus Turun Bersama untuk Kerja Bakti

KabarMakassar.com — Cerita tentang sampah seakan tak pernah ada habisnya. Soalnya sampah tak terpisahkan dalam kehidupan umat manusia hampir setiap menit sampah muncul di mana-mana.

Terpisah Camat Baranti mengatakan bahwa, “Pihak Kecamatan selalu mengintruksikan kepada Desa/Kelurahan untuk kerja bakti, supaya masyarakat tau itu harus bersih dan juga memprogramkan Bank Sampah,” Tegas Fahruddin Lambogo

Camat Baranti, Fahruddin Lambogo. Dok. Sukardi.

Pantauan KabarMakassar.com terlihat sampah di Pinggir Jalan Passeno-Tonronge Sidrap dipenuhi sampah meski sudah dipasangi spanduk Stop buang sampah namun masih ada saja yang buang sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, mengatakan,”Prasarana kendaraan pengangkut sampah masih kurang, untuk itu meminta kepala Desa/Lurah membeli kendaraan pengangkut sampah karena Dana Desa mencapai Rp. 2 Miliar,” Kata Aryani beberapa waktu yang lalu.

Sampah yang tertumpuk lama-lama sudah pasti bukan cuma tak elok dipandang mata.Tapi juga menyebarkan bau tak sedap. Apalagi bau busuk itu diterbangkan angin ke lingkungan penduduk setempat.

Baznas Gelar Pelatihan Guru di Kampung Zakat Kahayya

KabarMakassar.com — Dalam rangka meningkatkan kreatifitas dan inovasi para guru di Desa Kahayya, Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS menggelar Pelatihan Peningkatan Kreatifitas Guru di gedung SDN 350 Kahayya, Kecamatan Kindang, Bulukumba, (18/1/2020)

Menurut Sahabat ZCD, Basmawati Haris, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Kampung Zakat Kahayya di bidang pendidikan.

Kegiatan pelatihan, tambah Basma sapaan akrabnya, dipandu oleh Hadi Atmaja, M.Pd dengan mengusung tema “Be A Fantastic Teacher: Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovatif di Era Millenial.

“Pelatihan diikuti oleh 26 guru yang saat ini sedang bertugas mengajar di Kahayya. Semua guru kita ikutkan, mulai guru TK, SD maupun SMP,” ucapnya.

Lebih jauh Basmawati menjelaskan, tujuan utamanya adalah agar guru-guru desa terpencil seperti Desa Kahayya dapat menjadi guru yang lebih inovatif, inspiratif dan kreatif.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bulukumba Muhammad Yusuf Shandy mengungkapkan, program Kampung Zakat yang telah dilaunching pada September 2019 lalu memiliki ragam kegiatan, yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, dakwah dan advokasi.

“Diantara kegiatannya adalah peningkatan kapasitas masyarakat Desa Kahayya melalui pendampingan dan pelatihan-pelatihan, termasuk pelatihan peningkatan kapasitas para guru, sebagai pencetak generasi bangsa yang cerdas, religius dan beradab,” terangnya.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah, para ASN, pengusaha dan warga Bulukumba, yang terus mendukung kegiatan-kegiatan BAZNAS di berbagai bidang, dengan menunaikan zakat, infak dan sedekah mereka melalui BAZNAS Kabupaten Bulukumba.