Jual Rokok Merek Palsu, 3 Pemuda Ditangkap Polisi di Takalar

KabarMakassar.com — Tiga pemuda asal yang melakukan pemalsuan merek rokok dan dijual ke beberapa daerah di Sulsel akhirnya tertangkap. Ketiganya ditangkap di lokasi yang berbeda oleh tim hantu malam Resmob Polres Takalar, Rabu (15/1).

Tim Polres Takalar bersama anggota buser Polsek Tinggi Moncong, Polres Gowa berhasil membekuk dua dari tiga pelaku pemalsu rokok. Keduanya yakni Amran (33) dan Ferdiansyah (32) yang merupakan warga Kota Makassar. Kedua pelaku tersebut ditangkap di salah satu kosan mewah di Palantikang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar.

Sementara rekan lainnya yakni Sudarman (26) warga asal Takalar juga dibekuk saat tertidur pulas dirumahnya di BTN Bontomatene, Takalar.

Anggota Polisi berhasil membekuk 3 pelaku pemalsu rokok di Malino Gowa, (KabarMakassar.com/Sibali).

Kapolsek Tinggi Moncong, AKP Hasan Fadly mengatakan, tiga terduga pelaku di tangkap saat berada di Kabupaten Takalar. Dimana sebelumnya mereka telah disurati soal pemalsuan merek rokok, namun para terduga pelaku mengabaikan.

“Sebelumnya ketiganya sudah mendapatkan surat panggilan ke kepolisian, namun tak diindahkan kami langsung menindak dan menjemput paksa para pelaku,” ujar AKP Hasan.

Polsek Tinggi Moncong di Malino, Kabupaten Gowa mendapatkan laporan warga terkait adanya merek rokok tanpa cukai yang diduga di palsukan para pelaku, bahkan warga yang melapor mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kini para pelaku diamankan Mapolres Gowa untuk dimintai keterangan terkait rokok yang tak memiliki cukai, para pelaku dijerat pasal 100 ayat 1 dan 2 tentang perdagangkan merek palsu, dengan ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara.

BPS Sulsel: Angka Penduduk Miskin Menurun

Kabarmakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mengakumulasi presentasi kemiskinan di provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Jumlah penduduk miskin di Sulsel per September 2019 yakni sebesar 759,58 ribu jiwa mengalami penurunan sebesar 20,06 ribu jiwa jika dibandingkan dengan kondisi September 2018.

Sementara untuk presentase penduduk miskin juga mengalami penurunan dari 8,87% kondisi september 2018 menjadi 8,56% pada september 2019.

“Presentase penduduk miskin mengalami penurunan baik daerah perkotaan maupun perdesaan selama periode september 2018 hingga september 2019.” ucap Kepala BPS Provinsi Sulsel, Yos Rusdiansyah di kantor BPS Sulsel. Jalan Haji Bau, Makassar, Rabu (15/1).

Menurutnya besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

“Selama September 2018 sampai September 2019 garis kemiskinan mengalami kenaikan yakni dari Rp 315.738 per kapita per bulan menjadi Rp 341.555 perkapita per bulan atau naik sekitar 8,18 persen,” lanjut Yos Kepala BPS Sulsel.

Yos menambahkan, dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan yang terdiri dari garus kemiskinan makanan dan garud kemiskinan bukan makanan diketahui peran komoditi makanan yakni beras, telur ayam ras, tahu, tempe dll jauh lebih besar dibandingkan dengan peran komoditi bukan makanan yakni perumahan, pendidikan, kesehatan.

Terlihat dari daftar komoditi yang memberikan sumbangan besar terhadap garis kemiskinan pada september 2019 yakni jenis komoditi makanan ada beras 20,70 persen, rokok 8,13 persen, telur ayam ras 4,73 persen, ikan bandeng 3,61 persen, kue basah 3,38 persen, gula pasir 2,43 persen dan yang lainnya sebesar 25,59 persen.

Sementara pada jenis komoditi bukan makanan yakni perumahan 8,02 persen, bensin 5,21 persen, listrik 3,55 persen, pendidikan 1,55 persen, perlengkapan mandi 1,34 persen dan lainnya sebesar 9,55 persen.

Menurut Kepala BPS Sulsel Yos mengatakan, komoditi makanan yang paling penting bagi penduduk miskin adalah beras.

“Pada bulan September 2019 sumbangan pengeluaran beras terhadap garis kemiskinan sebesar 20,70 persen di perkotaan sedangkan di desa 28,94 persen,” tuturnya.

Untuk diketahui, mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan Pendekatan tersebut kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Kemudian metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK) yanh terdiri dari 2 komponen yakni Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).

“Sumber data utama yang kita pakai untuk menghitung tingkat kemiskinan tahun 2019 adalah data (Susenas) survei sosial ekonomi nasional konsumsi pengeluaran Maret 2019 dan September 2019 jadi jumlah sampel di perbesar menjadi 320.000 rumah tangga pada bulan Maret dan 75.000 rumah tangga pada bulan September supaya data kemiskinan dapat disajikan sampai tingkat provinsi,” tutupnya.

Chaerul Montir Asal Pinrang Rakit Pesawat Gunakan Barang Bekas

Montir asal pinrang rakit pesawat dari barang bekas

KabarMakassar.com — Chaerul warga asal Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang berhasil menerbangkan pesawat buatannya dari berbagai barang bekas. Pesawat rakitannya berhasil terbang sejauh 300 meter diatas pantai Ujung Tape Palameang, Pinrang, Rabu (15/1).

Pesawat yang dirakit Caherul merupakan model Ultralight, dimana ia melakukan uji coba terbang sebanyak 5 kali, dan 4 kali gagal terbang.

“Alhamdulillah pak, 5 kali uji coba baru terbang, sejauh kurang lebih 300 meter keliling,” kata Chaerul kepada KabarMakassar.com, Rabu (15/1).

Chaerul juga menambahkan jika sebelum uji coba terbang, ia kembali memeriksa pesawatnya secara detail dari mesin hingga sayap dan ekor pesawat.

Terpisah dengan Lurah Palameang H Asdar yang membenarkan bahwa pesawat terbang buatan Chaerul, yang merupakan warganya itu berhasil terbang.

“Iye alhamdulillah, tadi pagi di uji terbang di pantai ujung tape dan berhasil terbang, kami bangga dengan ketekunannya” ungkap Lurah Palameang.

Lurah Asdar mengatakan, kata dia ini adalah capaian yang luar bisa yang perlu diapresiasi atas pestasi Chaerul warganya itu.

“Patut diapresiasi, semoga kedepan pesawat buatan Chaerul bisa terbang lebih lama dan jauh,” kata Asdar

Diketahui Pesawat terbang jenis Ultralight buatan Chaerul terbuat dari barang bekas seperti roda gerobak pengangkut pasir, sedangkan sayap yang terbentang diatas pesawat tersebut terbuat dari parasut bekas yang biasa dijadikan penutup mobil dan mesinnya terbuat dari Mesin Motor Kawasaki Ninja RR 150 CC.

Yosep Sinudarsono Luncurkan Koleksi Chinese Philosophy

KabarMakassar.com — Desainer muda Yosep Sinudarsono hari ini meluncurkan koleksi busana terbarunya Yosep Sinudarsono Prive. Mengusung tema Chinese Philosophy, Yosep untuk merayakan pergantian tahun baru menjadi tahun yang penuh keberuntungan.

Rangkaian koleksi Chinese Philisophy ini terdiri dari 35 busana dengan detail, bahan, dan warna yang berbeda dan memiliki makna tersendiri dalam budaya Tiongkok. Seperti dominasi warna Merah, Kuning, Gold, dan Silver dalam koleksi ini yang dipercaya oleh budaya Tiongkok dapat membawa kebahagiaan dan keberuntungan.

Sementara untuk detail, Yosep memilih menggunakan Ikan Koi sebagai lambang pembawa keberuntungan, Naga sebagai simbol kekuatan, Burung Phoenix sebagai simbol keabadian, ataupun Bunga Lily yang dimaknakan dengan kebajikan atau kemurnian. Seluruh detail tersebut dirangkai dengan bordir handmade dan hand beading dengan taburan hiasan Kristal Swarovski.

Salah satu unsur menarik dalam koleksi Yosep Sinudarsono kali ini adalah penggunaan bahan yang tidak hanya berupa Satin ataupun Lace saja, namun ada juga kombinasi dengan kain lurik asal Yogyakarta. Kombinasi kain lurik ini digunakan Yosep untuk mempertegas bagian cutting sehingga membuat garis tubuh penggunanya menjadi lebih elegan namun tetap modis.

“Saya ingin menpresentasikan pada masyarakat bahwa kain daerah asli indonesia sangat fleksibel dan bisa digunakan juga untuk busana bertema Tiongkok atau Chinese ini,” kata Yosep Sinudarsono dalam pembukaan acara peluncuran koleksi terbarunya ini di JW Marriott Jakarta.

Dalam pagelaran koleksi Busana Chinese Philosophy ini, Yosep berkolaborasi bersama Emporium Jewels. Selain itu juga diadakan Pameran Foto oleh fotografer Winston Gomez.

Selain di Jakarta, koleksi busana Yosep Sudarsono Prive bertema Chinese Philosophy ini juga akan ditampilkan dalam pagelaran di Bali, serta private show di Singapura dan Malaysia.

DPRD Makassar Genjot Ranperda Kawasan Kumuh

KabarMakassar.com – DPRD Kota Makassar akan menggenjot penyelesaian rencana peraturan daerah (Ranperda) tentang kawasan kumuh di Kota Makassar. Hal ini disampaikan Ketua Pansus DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, usai rapat paripurna tentang percepatan dan peningkatan terhadap kawasan dan pemukiman kumuh, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Makassar, Rabu (15/1).

“Kita minta nanti ranperda ini dipercapat. Insya allah setelah mendengar pandangan fraksi dan jawaban wali kota, kita genjot dan selesaikan secepatnya,” kata Fasruddin.

Fasruddin mengatakan, pihaknya meminta agar nantinya dalam rapat-rapat yang menghadirkan pihak Pemkot Makassar, naskah yang disusun tidak memberatkan masyarakat. Misalnya, syarat pengajuan penataan pemukiman tidak memberatkan.

“Kalau yang memungkinkan dikerja ya langsung dikerja. Jangan ada lagi syarat-syarat yang menghambat. Nanti kita lihat nanti apa yang disyaratkan Kementerian dan Dinas terkait,” jelasnya.

Pasalnya, kata dia, masih banyak di Kecamatan Makassar masih perlu pembenahan hingga penataan kawasan kumuh. Olehnya itu, dewan melalui pansus akan turun langsung bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan melihat mana yang akan menjadi program prioritas dari implementasi Perda ini.

“Pansus ini membantu warga yang punya rumah tak layak menjadi layak huni,” katanya.

Menurut Fasruddin, Perda tentang percepatan dan peningkatan terhadap kawasan dan pemukiman kumuh ini akan terdiri dari 8 Bab dan 94 pasal. Dalam naskah nanti, akan terurai syarat yang kategori ringan hingga kategori berat.

“Semua fraksi akan terlibat dalam pansus ini. Tujuannya, agar lebih terarah sehingga bisa mengurangi kawasan dan pemukiman kumuh di Makassar,” ungkapnya.

Sementara, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, pihaknya mengapresiasi dewan atas penyelesaian Pansus tentang kawasan kumuh yang diminta dipercepat. Pasalnya, Perda ini akan menjadi acuan dalam bekerja nantinya.

“Itu bagus (Perda kawasan kumuh dipercepat). Karena itu bisa membuat kerja kita lebih jelas dan pengalokasian anggaran mudah dipertanggungjawabkan,” ucap Iqbal Suhaeb. (*)

DPRD Makassar Komitmen Support Semua Tahapan Pilwalkot 2020

KabarMakassar.com — DPRD Kota Makassar menyatakan kesiapannya untuk mendukung seluruh tahapan pelaksanaan Pilkada yang akan digelar di Makassar tahun ini, termasuk soal penambahan anggaran untuk honorium penyelenggara ad hoc.

Hal ini disampaikan langsung Ketua DPRD Kota Makasar, Rudianto Lallo, saat menerima audiensi dari pihak KPU Makassar, di Gedung DPRD Kota Makassar, Rabu (15/1).

“Kami pada prinsipnya mensupport penyelenggaraan pemilu ini, apapun itu, termasuk kekurangan anggaran yang dibutuhkan,” kata Rudianto.

Setelah pertemuan ini, kata dia, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini koordinator Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, perihal penambahan anggaran yang diminta.

“Kami akan berkoordinasi dengan koordinator Banggar, dalam hal ini bapak Adi Rasyid Ali, guna menemukan solusi yang dihadapi,” ujarnya.

Sementara, Ketua KPU Makassar, M. Faridl Wajedi mengatakan, pihak legislatif (DPRD Kota Makassar) merupakan salah satu pihak terkait dalam pelaksanaan Pilkada di Makassar.

Olehnya itu, tentunya pihaknya perlu melakukan koordinasi untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Pilkada di Kota Makassar.

“Kami KPU dan DPRD selaku salah satu stakeholder utama dalam penyelenggaraan pemilu harus bersinergi untuk mensukseskan pemilihan wali kota,” kata Faridl.

Sebelumnya, KPU Kota Makassar telah mengajukan penambahan anggaran kurang lebih sebesar Rp9,6 miliar untuk peningkatan honorarium penyelenggara ad hoc Pilkada Makassar 2020 kepada Pemerintah Kota Makassar.

Pengajuan penambahan anggaran untuk peningkatan honor penyelenggara ad hoc tersebut didasarkan pada Peraturan KPU (PKPU) RI Nomor 18 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Terhadap PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,

Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota, yang di dalamnya juga mengatur persoalan perubahan gaji atau honor para penyelenggara ad hoc.

Pihak KPU juga sudah melakukan pertemuan dengan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb pada 18 Desember 2019 lalu, membahas tentang

penambahan anggaran hibah pemerintah kota kepada KPU untuk peningkatan honor penyelenggara ad hoc, baik di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun honor para petugas pemuktahiran data pemilu ini.

Sekadar diketahui, pemerintah kota bersama KPU dan Bawaslu Makassar, telah melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilkada Makassar tahun 2020 mendatang pada 1 November 2019 lalu.

Dalam NPHD tersebut, anggaran untuk KPU sebagai penyelenggara Pilkada dialokasikan sebesar Rp78 miliar. Jumlah tersebut jauh di bawah usulan awal yang diajukan KPU Makassar, yakni sebesar Rp96,05 miliar. (*)

Breaking News: Penertiban Aset di Stadion Mattoangin Ricuh

KabarMakassar.com — Aksi saling lempar batu terjadi saat pihak Satpol PP Pemprov Sulsel melakukan penertiban aset lahan di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin Makassar, Rabu (15/1).

Aksi penertiban tersebut mendapat perlawanan dari pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS). Aksi tersebut terjadi selama satu jam lebih. Bermula saat Satpol PP melakukan penertiban, tiba-tiba massa dari pihak YOSS yang berada dalam stadion bereaksi dengan melakukan pelemparan batu.

Akibatnya bentrok terjadi, sejumlah warga panik mendengar tembakan gas air mata ke arah stadion, tak hanya itu dari arah station selain batu juga massa melakukan perlawanan dengan melontarkan anak panah atau busur ke arah petugas Satpol PP dan kepolisian.

“Dari jam 10 pagi tadi pak, saya lihat satpol PP dan polisi masuk ke stadion, tapi dari dalam ada yang melepar dan juga mengusir keluar stadion pak,” ujar Aspar warga yang berada di lokasi, Rabu (15/1).

Pantauan KabarMakassar.com, puluhan massa dari pihak YOSS melakukan perlawanan dengan melempar batu dan busur (anak panah) ke arah aparat kepolisian dan satpol PP.

Hingga berita ini di turunkan situasi mereda, bahkan polisi dari pihak Polrestabes Makassar masih berjaga-jaga di area stadion Mattoangin Makassar.


Kapolrestabes Makassar, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan mengatakan jika kami tidak berpihak ke YOSS atau Satpol PP, intinya stadion Mattoangin milik rakyat Sulsel.

“Mungkin ada yang harus mengelola entah nanti yang mengelola dari Pemprov atau dari YOSS, ini stadion mungkin kebanggaan kita juga. Nanti Jumat tanggal 17 Januari 2020 mereka mediasi, antara YOSS dan Pempro. Kini pihak Satpol PP kembali pulang,” kata Kapolrestabes Kombes Pol Yudhiawan, Rabu (15/1).

Kombes Pol Yudhiawan menambahkan jika nantinya pihak Polres yang memediasi baik Pemprov maupun YOSS.

“Kita dari pihak Polrestabes memfasilitasi, soal usai mediasi nantinya, kita cuman minta untuk hindari gesekan, Polrestabes hanya memediasi saja jangan sampai memaksakan kehendak yang akhirnya merugikan kita juga,” tambahnya.

Menanggapi soal bentrok tadi, Yudhiawan juga mengatakan, hal tersebut salah satu contoh apapun yang dipaksakan bisa menimbulkan kerugian.


“Makanya saya tidak kepingin ada yang menjadi korban, kalau menimbulkan korban yah akan kita proses kalau seperti itu,” tutupnya.

Home base PSM Makassar ini sebelumnya berpolemik, dimana pihak YOSS enggan memberikan kewenangan Pemprov Sulsel untuk mengambil alih lahan yang di klaim milik YOSS tersebut.

Penertiban tersebut juga dilakukan pihak Pemprov Sulsel ini merupakan pengambilan paksa pengelolaan Stadion Mattoanging dari YOSS yang puluhan tahun menguasai stadion kebanggaan PSM Makassar tersebut.

Sebelumnya, muncul surat penertiban yang ditandatangani Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) Abdul Hayat menegaskan dalam surat bernomor: 032/02.28/Satpol PP.

Bahkan Pemprov Sulsel mengklaim jika bakal melakukan renovasi stadion kebanggan kota Makassar ini dengan nilai anggaran Rp 200 miliar di RAPBD 2020.

Asniar Marjani Pimpin Sidang Komisi C Musprov IV DWP Sulsel

KabarMakassar.com — Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Selayar Hj. Asniar Marjani bersama pengurus hadir mengikuti Musyawarah Provinsi (Musprov) IV DWP Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (14/1/2020) di Aula BPSDM Sulsel Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Para Musprov tersebut Hj. Asniar Marjani memimpin sidang Komisi C yang membahas Laporan pertanggungjawaban DWP Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2014-2019.

Musprov yang dihadiri oleh para Ketua dan pengurus DWP Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan ini, dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Hj. Liestiaty F Nurdin selaku Ketua Dewan Penasehat DWP Sulawesi Selatan.

Dalam arahannya, Lies menekankan empat poin penting yang harus diperhatikan DWP Sulsel dalam melaksanakan program kerja lima tahun mendatang.

“Ikut serta menekan angka kemiskinan di Sulsel, menjadi organisasi pembelajaran semangat berwirausaha, mendorong mengenal mitigasi dan literasi kebencanaan, serta setiap anggota perlu menyediakan satu kilo bahan bantuan dalam bentuk apapun untuk antisipasi kebutuhan dari bencana,” kata Lies F Nurdin di hadapan 350 peserta musyawarah dari DWP seluruh daerah di Sulsel.

Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar Salurkan Bantuan

KabarMakassar.com — Bantuan kepada korban kebakaran di Dusun Samba Desa Tamalanrea Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar terus mengalir.

Kali ini giliran Ketua Tim Penggerak (TP) Kabupaten Kepulauan Selayar Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli melakukan anjangsana sekaligus menyalurkan bantuannya berupa uang tunai. Terpantau Ketua TP. PKK Kabupaten Kepulauan Selayar bersama jajarannya tiba di TKP Selasa siang (14/1/2020).

Turut hadir pada penyerahan bantuan ini, Camat Bontomatene bersama Ketua TP. PKK Kecamatan Bontomatene dan jajarannya serta Kepala Desa Tamalanrea bersama Ketua TP. PKK Desa Tamalanrea.

Korban kebakaran Erni Nianingsih alias Basse mengucapkan terima kasih kepada Musrifah Basli bersama rombongan.

Musrifah Basli mengatakan Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian para pengurus TP PKK Kabupaten dan sudah merupakan kegiatan rutin PKK melalui PKK Peduli.

“Atas nama TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar saya mengucapkan turut berduka atas musibah ini dan semoga korban ibu Erni tabah menghadapi cobaan ini,” tuturnya.

Ia juga meminta kepada Camat Bontomatene dan Kepala Desa Tamalanrea agar memberikan perhatian dan secepatx melaporkan kepada OPD terkait, agar korban dapat memperoleh bantuan termasuk penggantian administrasi kependudukannya khususnya Kartu Keluarga dan KTP.

Sementara korban diketahui adalah seorang janda beranak empat dan bekerja menjadi pemetik jambu dengan upah harian dari pemilik kebun.

Kejadian nahas itu terjadi pada Sabtu 11 Januari 2020 kemarin. Si jago merah menghanguskan rumah milik Erni tanpa ada satupun barang yang bisa terselamatkan, karena pada saat kejadian, korban sementara bekerja memetik jambu mente di kebun bersama satu orang anaknya.

Sebelumnya Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan logistik kepada korban kebakaran.s

Pengambilan Kartu Ujian CPNS Gowa Mulai Dibuka

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mulai membuka loket Pengambilan Kartu Ujian CPNS 2019 bagi peserta yang lolos tes administrasi beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan Kabid Pengadaan dan Mutasi BKPSDM, Aisyah Najamuddin, saat memantau pengambilan kartu tes, di Baruga Karaeng Galesong, Rabu (15/1).

Ia mengatakan, pengambilan tersebut dilakukan selama tiga hari karena melonjaknya pendaftar CPNS jika dibandingkan dengn tahun lalu yakni 5495 yang dinyatakan lolos administrasi.

” Pengambilan mulai dibuka hari ini sampai Jumat 17 Januari mendatang dari pukul 08:00-17:00 WITA. Jadi setiap harinya kami melayani 2400 peserta dengan membuka enam loket sehingga satu loket untuk 400 peserta CPNS,” ungkapnya.

Adapun persyaratan pengambilan kartu ujia ini, peserta harus membawa KTP dan printout kartu tes peserta yang diperoleh melalui akun sscn masing-masing, sementara bagia yang diwakili karena berdomisili jauh atau diluar Sulsel harus membawa surat kuasa.

Terkait jadwal tes, Aisyah membeberkan jadwal tes CPNS Gowa akan dilakukan di ICT UNM Gedung Phinisi AP Pettarani pada tanggal 30 Januari hingga 4 Februari mendatang atau selama enam hari.

” Jadwal tesnya selama 6 hari diperkirakan 1000 perhari. Jadi setiap harinya dibuka 5 sesi, persesinya 200 orang,” bebernya.

Salah satu peserta CPNS, Rizky M Zain, CPNS yang mendaftar Formasi Penyuluh Pertanian Gowa, mengatakan telah datang sejak pukul 08:00 pagi. Dirinya mengaku pengambilan kartu ini cukup terarah karena membuka enam loket dengan nomor urut yang telah ditentukan sehingga tidak terlalu lama mengantri.

” Pengambilan cukup cepat meskipun banyak orang karena pelayanan juga ada enam loket, apalagi dibuka sampai sore selama tiga hari kedepan. Informasi juga terus update di sosmed BPSDM Gowa jadi kami bisa memantau terus terkait CPNS di Gowa ini,” jelasnya.

Sekadar diketahui tahun ini nilai passing grade bagi peserta yaitu TKP 126, TIU 80, dan TWK 65 dan Pemkab Gowa mendapatkan Kuota sebanyak 138 formasi. Dari 138, 107 formasi didominasi tenaga kesehatan dan 31 sisanya untuk formasi tenaga teknis.

Untuk informasi terkait CPNS Kabupaten Gowa terus pantau akun resmi Instagram @bkpsdmgowa, @humasgowa dan facebook panselnasgowa.