Kematian IRT di Gowa, Polisi Duga Pelaku Suaminya Sendiri

KabarMakassar.com — Kasus penemuan mayat di dalam kamar sendiri yakni, Nur Aini (36) warga Lingkungan Songkolo, Kelurahan Bontoloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa diduga dilakukan oleh suaminya sendiri.

Kendati demikian, sejak kejadian pada Senin (13/1) kemarin suami korban tidak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dari informasi yang dikumpulkan suami korban berinisial YH ada sebelum kejadian ditemukan. Saat ini pihak penyidik masih melakukan pencarian terhadap suaminya,” kata Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan, Selasa (14/1).

Sampai saat ini, kata Tambunan masih memeriksa beberapa saksi keluarga ataupun tetangga korban.

“Hasil keterangan, sebelum jenazah Nur Aini ditemukan suaminya sempat menitipkan anaknya ke orang tuanya ke Makassar,” ungkapnya lagi.

Pihak Polres Gowa pun menghimbau agar suami dari almarhum Nur Aini (terduga pelaku) agar menyerahkan diri.

“Dan kami menghimbau kepada suami korban untuk menyerahkan diri untuk dimintai keterangan. Dan kalau memang takut ke Polres Gowa bisa melalui kepolisian terdekat nanti kita jemput,” tutupnya.

Berikut Jadwal Perekrutan PPK Makassar 2020

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar membuka lowongan bagi para calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Dimana perekrutan ini bakal dibuka pada 15-17 Januari 2020.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mencari calon penyelenggara Ad hoc yang berintegritas dan profesional berjumlah 75 orang yang bakal bertugas di 15 Kecematan yang tersebuat di Kota Makassar.

Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar membenarkan jika KPU Makassar membutuhkan 75 orang petugas PPK, untuk 15 kecamatan di Kota Makassar. Dimana setiap kecamatan akan ditempatkan 5 orang petugas PPK.

“Besok syarat lengkapnya bisa diakses di website KPU Makassar,” kata Gunawan Mashar kepada KabarMakassar.com, Selasa (14/1).

KPU Makassar sendiri bakal melangsungkan penerimaan pendaftaran pada, 18-24 Januari 2020. Penelitian Administrasi akan berlangsung selama 4 hari yakni pada tanggal 25-27 Januari 2020.

Pengumuman hasil penelitian administrasi pada tanggal 28-29 Januari. Tahapan selanjutnya bagi yang dinyatakan lulus administrasi, pada 30 Januari 2020 akan dilaksanakan seleksi tertulis.

Setelahnya akan di umumkan seleksi tertulis akan diumumkan pada 3-5 Februari 2020. 28 Januari-5 Februari 2020 tanggapan masyarakat tahap I.

Selanjutnya, bagi yang dinyatakan lulus seleksi tertulis akan lanjut pada tahap wawancara pada 8-9 Februari 2020. Pengumuman seleksi wawancara akan dipublikasikan pada 15-21 Februari 2020. Tanggapan Masyarakat tahap II.

22-25 Februari 2020 akan dilakukan klarifikasi atas tanggapan Masyarakat tahap II. 26-28 Februari 2020 pengumuman hasil klarifikasi tanggapan masyarakat tahap II. Setelah seluruh tahapan dilalui oleh calon petugas PPK, 29 Februari 2020 akan dilakukan pelantikan. 1 Maret- 30 November 2020 masa kerja PPK.

Informasi terkait kelengkapan berkas, dan info lebih lanjut akan disampaikan secara resmi oleh KPU kota Makassar besok, (15/1) melalui website resmi https://kota-makassar.kpu.go.id.

Untuk diketahui jika jika Pemilihan Wali Kota Makassar akan diselenggarakan pada 23 September 2020 mendatang, untuk itu KPU Makassar melakukan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang nantinya bertugas sebagai penyelenggara Pilkada di tingkat kecamatan.

Diduga Hendak Pesta Sabu, 2 Oknum PNS di Takalar Dibekuk

KabarMakassar.com — Jajaran Resnarkoba tim Drugs Hunter Polres Takalar, Sulawesi Selatan, kembali berhasil menangkap terduga penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Selasa (14/9/2020).

Ironisnya, ia adalah seorang Pegawai BUMN Takalar bernama IF Daeng Rio warga Perum Istana Permai (49) HS seorang oknum PNS warga Perum Istana Permai (37) dan TS (37),BTN Bombong Indah Takalar, Kabupaten Takalar.

IF ditangkap di kantor di Bank BPD Takalar sendiri di Kelurahan Kallabirang, Kecamatan Pattalassang, Takalar dengan barang bukti berupa satu poket plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu, 2 botol bong.

Dari informasi itu, petugas melakukan penyelidikan secara intensif, diketahui terlapor berada di Perum Istana Permai hendak pesta sabu.

Sementara itu Ipda H Syuryadi Sarrang Kanit Resnarkoba Polres Takalar, mereka sudah menjadi target operasi selama 2 bulan, polisi telah menerima informasi dari masyarakat.

“Saat akan pesta sabu petugas langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan disertai penggeledahan, namun mereka masih telponan janjian untuk pesta sabu saat digrebek” terang H Syuryadi Sarrang.

“Terlapor berikut barang bukti diamankan guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Sementara terlapor terancam penerapan Pasal 114 ayat (1) Subs. Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” Pungkas Ipda H Syuryadi Sarrang.

Lies Nurdin Buka Seminar Pengembangan Diri

KabarMakassar.com — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Musyawarah Provinsi IV yang diikuti seluruh pengurus dan Anggota DWP seluruh Kabupaten/Kota se Sulsel.¬†

Salah satu agenda dalam kegitan ini diisi dengan seminar pengembangan diri, yang dibawakan oleh motivator sekaligus psikolog, Irwani Pane.

Selama satu jam, para anggota DWP yang berjumlah 350 orang mengikuti materi mengenai membangun komitmen dalam rumah tangga untuk selalu berdisiplin, tanggung jawab, profesional, menjunjung etika dan moral, untuk mendukung kegiatan setiap anggota keluarga, utamanya para suami.

“Sebagai istri dari seorang ASN dan pemimpin di masyarakat, kita harus senantiasa belajar untuk mengembangkan wawasan, dituntut cakap dan tangguh. Di saat bersamaan, juga mampu menjadi energizer bagi suami dan anak-anak kita,” tutur Irwani Pane, di Aula BPSDM Sulsel, Selasa, 14 Januari 2020.

Materi yang dibawakan secara apik oleh Irwani Pane juga diisi dengan sharing session mengenai upaya membangun komunikasi positif dan self brand, untuk menjadi pribadi dan pendamping yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Lies F Nurdin, menyampaikan pentingnya mendukung dan memperluas wawasan agar mampu membimbing generasi masa depan menjadi lebih baik.

“Di era revolusi industri, peran istri dalam membimbing generasi masa depan menjadi semakin penting. 80 persen populasi di Indonesia terdiri dari perempuan dan anak-anak, tugas ibu-ibu di ruangan ini tidak ringan, butuh komitmen kuat dan berlanjut,” tutur Lies.

Kegiatan Musyawarah Provinsi ini diadakan untuk membentuk Rancangan Peraturan dan Tata Tertib Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulsel.

Terapkan OPD Baru, Dewan Minta Perubahan Parsial APBD 2020 Pemprov

KabarMakassar.com — Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalami perubahan. Sejumlah OPD dilebur menjadi satu, dengan tujuan efisiensi.

Perubahan struktur perangkat daerah baru tersebut sebenarnya tidak jadi masalah, lantaran sudah mendapat izin dari Kememterian Dalam Negeri (Kemendagri) dan sudah dibuat peraturan daerahnya di dewan.

Dan menurut Ketua Komisi A DPRD Sulsel yang mengatur tentang pemerintahan, Selle KS Dalle, perubahan dan penerapan OPD baru di Pemprov Sulsel disahkan oleh dewan dan tertuang dalam Perda Nomor 11 Tahun 2019 tentang perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Hanya saja kata Selle, Gubernur Sulsel, yang terlambat mengisi pejabat pada OPD baru tersebut, termasuk persoalan anggarannya, sementara anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sulsel 2020 sudah disahkan sejak November 2019.

“Saat pembahasan APBD 2020, saya selalu pertanyakan itu. Dengan kondisi sekarang, artinya DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran harus berubah, karena KUAPPAS (Kebijakan Umum Anggaran Platform Prioritas Anggaran Sementara) disusun berdasarkan OPD lama,” jelas Selle.

Menurutnya harus ada perubahan parsial atau perubahan terbatas atas APBD 2020 yang ada. “Akan kita minta dalam waktu dekat. Akan kita dorong secepatnya. Karena ini tahun anggaran baru, akan berpengaruh pada serapan anggaran. Cukup tahun 2019 jadi pengalaman berharga, banyak anggaran yang disetujui, tapi serapan anggaran sangat rendah. Yang dirugikan rakyat. Jadi harus segera dilantik segera,” tambah Selle.

Apalagi menurutnya masih ada OPD baru yang belum dilantik, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana, dan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Serta Badan Keuangan dan Aset Daerah.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel, mengatakan, pihaknya akan segera dilantik semuanya. “Akan kita selesaikan semuanya sebelum akhir bulan ini, termasuk OPD yang belum akan kita lantik,” ungkap Nurdin Abdullah Selasa,(14/01).

Terkait APBD 2020 yang yang harus dilakukan perubahan karena masih pakai struktur OPD lama, Nurdin menegaskan rencana kerja anggaran (RKA) OPD baru juga segera disesuaikan.

Adapun sejumlah OPD yang dilebur diantaranya Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, serta Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, menjadi Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang.

Lalu Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana menjadi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Dinas Perkebunan menjadi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.

Bupati Enrekang Serahkan Bantuan di 5 Panti Asuhan

Kabarmakassar.com — Bupati Enrekang, Muslimin Bando menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial kepada para Lembaga Kesejahteraan sosial dan panti asuhan yang ada di Kabupaten Enrekang, proses penyerahan itu berlangsung di Pendopo Rujab Bupati pada Selasa (14/01).

Muslimin Bando menyalurkan bantuan tersebut kepada lima panti asuhan, yakni LKSA/ Panti asuhan Al-Muhklisin Sudu, Al-Irsyad DDI Enrekang, Adnin Baraka, Ridha Muhammadiyah Enrekang dan Ashabul Kahfi Sudu.

Adapun bantuan yang diberikan yaitu berupa 3 unit motor, 3 kulkas, 1 Mesin Cusi, dan TV 1 unit.

Bupati dua periode ini mengucapkan terima kasih kepada para pengurus LKSA atau panti asuhan yang telah mengorbankan materi, waktu, tenaga dan pikirannya dengan ikhlas untuk mengurus orang-orang terlantar.

“Mereka yang meluangkan waktu dan berkorban untuk fakir miskin serta anak-anak terlantar, sejatinya merupakan pahlawan tanpa tanda jasa,” ujar dia.

Ia berharap bantuan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bantuan ini, lanjut dia, merupakan bentuk kepedulian pemerintah atas kontribusi para pengurus panti asuhan dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Semoga yang kita terima bisa membawa berkah, bisa mengurangi beban kita semua dan memperlancar aktivitas kita sehari-hari,” pungkasnya.

Indonesia Masters 2020, Debut Manis Ganda Campuran Tontowi / Apriyani

KabarMakassar.com — Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu. Debut mereka langsung menembus babak utama Indonesia Masters 2020.

Sukses itu menyusul kemenangan di babak kualifikasi atas Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran (Thailand), 21-16 dan 21-17, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Dikutip dari Suara.com

Pasangan anyar ini tampil tanpa persiapan. Mereka yang awalnya ada di daftar tunggu, tiba-tiba dinyatakan lolos ke babak kualifikasi.

Kondisi itu lantaran pasangan bulutangkis Danny Bawa Chrisnanta/Tan Wei Han (Singapura) menyatakan mundur.

Dua pasangan lain di daftar tunggu juga menolak tampil, yaitu pasangan Kim Sa Rang/Kim Ha Na (Korea) dan Dejan Ferdinansyah/Serena Kani (Indonesia).

Tontowi/Apriyani rencananya mulai dipasangkan di turnamen Malaysia Masters 2020 pekan lalu.

Namun mereka tak masuk babak kualifikasi karena peringkat mereka belum mencukupi.

Hal yang sama pun terjadi di Indonesia Masters kali ini, sehingga Tontowi/Apriyani tak ada persiapan apa pun.

“Saya dan Apriyani baru latihan satu kali. Tapi saya sudah tahu permainan Apriyani seperti apa,” kata Tontowi terkait laga debutnya bersama Apriyani di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

“Tadi tak terlalu memikirkan mau main seperti apa,” mantan partner Liliyana Natsir ini menambahkan.

Di babak utama Indonesia Masters 2020, Tontowi/Apriyani sudah ditunggu unggulan ketujuh dari Korea, Seo Seung Jae/Chae Yujung.

Ciptakan Disiplin ASN, Sekretaris DPRD Pimpin Langsung Apel

KabarMakassar.com — Sebagai upaya membangun karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disiplin, Sekretariat DPRD Bulukumba mewajibkan kegiatan apel pagi ataupun sore untuk seluruh para pegawai di Sekretariat DPRD Bulukumba.

Hal tersebut dipandang perlu untuk menanamkan kedisiplinan ASN bahwa sebagai lembaga pelayan publik dituntut harus tepat terhadap waktu.

“Apel sore atau pagi, adalah bagian bagaimana kita menciptakan ASN yang disiplin terhadap waktu, sehingga nanti para ASN akan berorientasi terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing,” kata Sekretaris DPRD Bulukumba, A. Rosali A. Liong saat pimpin apel sore di halaman Gedung DPRD Bulukumba, Senin kemarin (13/1/2020)

Selain mewajibkan apel pagi dan sore, beliau juga menyampaikan bahwa pihaknya juga selalu melakukan kegiatan pembinaan ibadah yaitu dengan menunaikan Sholat berjamaah, dan gagasan lainnya.

Andi Rosali juga berpesan, bahwa sejatinya jabatan yang melekat seorang pegawai merupakan amanah yang nantinya akan di minta pertanggung jawabannya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar para pegawai dapat bekerja dengan tulus ikhlas serta berusaha memberikan hasil yang terbaik.

“Di pundak kita ada amanah amanah dari Allah SWT, amanah dari atasan amanah dari masyarakat dan amanah amanah lain yang akan kita pertanggungjawabkan, kita berharap seluruh aparatur dapat bergerak dan mempunyai komitmen memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.

Gubernur Bakal Kirim Kaum Milenial Belajar Persuteraan ke India

KabarMakassar.com — Pemerintah India melalui Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, menawarkan beasiswa bagi kaum milenial di Sulsel.

“Tadi ada satu poin penting pertemuan kami yang beliau tawarkan, menyiapkan beasiswa bagi kaum milenial yang mau short course (kursus singkat) ke India,” kata Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, usai menerima Dubes India di Rumah Jabatan, Selasa, (14/1).

Nurdin Abdullah menawarkan terkait pengembangan sutera, dimana kaum milenial Sulsel, khususnya dari alumni pelajar kejuruan.

“Pak Pradeep tadi sudah mengatakan, siap menfasilitas kaum milenial, terutama alumni SMK yang berminat untuk pengembangan sutera,” ujarnya.

Pemprov sendiri akan menindaklanjuti untuk mengirim anak muda Sulsel ke India, untuk hilirisasi pengembangan sutera. “Kita persiapankan kaum milenial kita, banyak menunya nanti,” terangnya.

Duta Besar India menyambut ketertarikan Gubernur untuk mengirim kaum milenial ke India dan memperkuat keterampilan mereka. India dan Indonesia memiliki penduduk muda yang banyak.

“Kita juga fokus pada milenial dan bagaimana memperkuat keterampilan. Ini akan banyak kemungkinan untuk Sulsel dalam peningkatan skill, tradisi dan pertukaran antara dua negara,” paparnya.