Musim Penghujan, Gubernur Sulsel Ajak Warga Mulai Tanam Pohon

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. HM Nurdin Abdullah, mengungkapkan, salah satu penyebab banjir adalah akibat perubahan penggunaan lahan.

“Salah satu penyebab bencana yang terus setiap tahun ini karena apa? Banjir itu diakibatkan oleh perubahan penggunaan lahan,” kata Nurdin Abdullah, Sabtu, 4 Januari 2019.

Ia mengatakan, hutan dan gunung hadir untuk menjaga keseimbangan alam. Namun, manusia menyebabkan kerusakan alam.

“Tuhan sudah menciptakan hutan, gunung itu untuk menjaga keseimbangan alam. Tetapi yang merusak itu kan kita (manusia) sendiri,” sebutnya.

Alih fungsi lahan yang tadinya merupakan fungsi konservasi, berubah menjadi perumahan dan menjadi perkebunan. Tadinya merupakan daerah tangkapan atau resapan air, dibuat jadi perumahan.

“Jangan heran kalau ada kubangan ditimbun dibikin perumahan, dan banjir. Karena memang itu tempatnya air kesana,” jelasnya.

Ia menilai, lahan yang ada di Sulsel juga dalam kondisi sangat kritis. Demikian juga dengan dengan cekdam yang dibangun, diprediksi pendangkalan terjadi dalam 50 tahun, tetapi hanya 20 tahun.

“Ini 20 tahun sudah dangkal, itu artinya hulu sudah rusak. Makanya, kita sekarang harus ramai-ramai bikin program tiada hari tanpa menanam,” ajaknya.

Alokasi Anggaran Sektor Pendidikan Sulsel Tertinggi di Indonesia

KabarMakassar.com — Anggota DPD RI, Tamsil Linrung, mengungkapkan, Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah adalah sosok yang memiliki komitmen tinggi untuk membangun Provinsi Sulsel.

“Dibuktikan dengan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan yang saya juga kaget,” kata Tamsil merespon apa yang telah disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif.

Ia menyampaikan, Nurdin Abdullah melakukan terobosan dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan di Sulsel. Yakni alokasi anggaran belanja daerah untuk sektor pendidikan. Pada tahun 2020, dianggarkan sekitar 39,89 persen dari total APBD.

Lanjut Tamsil, untuk memperjuangkan sesuai dengan mandatory spending hingga 20 persen sudah sangat luar biasa.

“Saya termasuk yang di dalamnya setengah mati memperjuangkan itu. Untuk menelorkan sistem pendidikan nasional untuk mengalokasikan mandatory 20 persen itu,” jelasnya.

Ia membeberkan pernah melampaui mandatory spending sebesar 21,03 persen. Sedangkan yang dicapai Nurdin Abdullah hampir 40 persen adalah angka yang luar biasa.

“Saya berbisik di samping beliau tadi, ini tertinggi di seluruh provinsi di Indonesia. ‘Ia betul’, kata Pak Gub. Terima kasih Pak Gub, pendidikan ini harus menjadi hal yang harus sangat kita beri perhatian,” ujarnya.

Ketua KNPI Sulsel, Arham Basmin Dukung Program Pembangunan Gubernur

KabarMakassar.com — Program pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan sangat berkembang signifikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada.

Terbukanya akses jalan dibeberapa daerah terpencil merupakan wujud nyata dari komitmen pembangunan yang dilayangkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama Sudirman Sulaeman.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel, Arham Basmin dalam dialog awal tahun yang digelar bersama MASIKA ICMI bertajuk Outlook Sulsel Maju 2020, di salah satu Warkop di Jalan Topaz Raya, Sabtu (4/1).

Kata dia, sebagai pemuda, tentunya sangat mendukung program yang telah dicetuskan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam membangun daerah.

“Kita sudah melihat banyak bukti dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, telah banyak akses infrastuktur yang telah dibangun. Baru baru ini di Luwu Utara adalah bukti nyata dari komitmen Gubernur,” ungkap Arham.

Arham juga meminta kepada pemuda agar memanfaatkan upaya Pemprov Sulsel yang telah membuka akses daerah terpencil dengan mengembangkan perekonomian diberbagai sektor seperti pertanian, perkebunan dan parawisata.

“Pemerintah telah membantu kita untuk meningkatkan perekonomian daerah. Sebagai pemuda harus bisa melihat peluang bagaimana menjual produksi pertanian dan perkebunan kita di era digitalisasi ini dengan cara-cara yang milenial,” ungkapnya.

Ia juga sangat menyayangkan jika ada pemuda yang lebih memilih menjaul aset seperti tanah dan lahan pertanian untuk digunakan mengadu nasib di kota.

“Harusnya sebagai pemuda jangan berpola pikir seperti itu. Peluang itu sudah ada marinkita optimalkan infrastruktur yang ada itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (rilis)

Hijaukan Bibir Pantai, Polisi Takalar Tanam Mangrove

KabarMakassar.com — Personil polisi dari dua Polsek yakni Polsek Mangarabombang dan Polsek Mappakasunggu menggelar tanam bibit pohon mangrove bersama di bibir pantai di dua kecamatan di Takalar, Sabtu (4/1).

Aksi dari para personil polisi ini dilakukan serentak sesuai dari arahan Kapolres Takalar, AKBP Gany Alamsyah. Dimana penanaman pohon tersebut digelar bersama warga yang berada di bibir pantai tersebut.

Penanaman bibit mangrove tersebut dilakukan dalam upaya menghijaukan bibir pantai Mangarabombang dan juga Mappakasunggu.

AKBP Gany Alamsyah Hatta mengatakan jika kegiatan yang dilakukan dua polsek tersebut sebagai upaya untuk mencegah abrasi dan memberikan contoh kepada masyarakat yang berada di bibir pantai.

Kapolres AKBP Gany menambahkan jika kegiatan tersebut merupakan program Kapolri untuk ditindaklanjuti oleh Polres dan Polsek, dimana hal itu bukan hanya di daratan, tetapi pinggir laut juga jadi obyek ini pengembangan dan terobosan yang unik namun makna yang sama.

“Penanaman mangrove ini, kita menjaga dan memelihara ekosistim pantai dan laut kita nanti ikan-ikan dan biota laut lainnya dapat hidup dengan aman, demikian pun mencegah terjadinya pengikisan laut atau abrasi, mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan ekosistim pantai di wilayah kita,” ucap AKBP Gany Alamsyah Hatta.

Kerjasama Bank Sulselbar dan BP3TKI Mudahkan TKI Bertransaksi

KabarMakassar.com — PT Bank Sulselbar menjalin kerjasama dengan Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Sulsel. Dimana dalam transaksi keuangan memudahkan untuk para TKI yang ada di luar negeri.

Inisiasi dalam memudahkan transaksi untuk para TKI ini oleh Direktur Pemasaran dan Syariah PT Bank Sulselbar Rosmala Arifin bersama dan Kepala Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan TKI BPTKI Sulsel, Mohammad Agus Bustami bertempat di Grind n Pull cafe Jumat, (3/1) kemarin.

Bank Sulselbar dan pihak BP3TKI Sulsel lakukan kerjasama di bidang remitansi dan skema pembiayaan bagi TKI/PMI Sulsel dan Sulbar. Dimana kerjasama remitansi bertujuan untuk memberikan layanan kiriman uang para TKI di luar negri ke keluarga yang ada di Sulawesi Selatan dan Barat secara cepat dan murah.

Kerjasama pembiayaan TKI/PMI dilakukan guna mengatasi gap atas tingginya permintaan tenaga kerja terampil (skilled labor), dan kemampuan calon tenaga kerja tersebut dalam pendanaan untuk biaya proses penempatan yang membutuhkan biaya relatif besar.

“Kami hadir untuk membiayai entry cost tersebut yang nanti pembayarannya dilakukan melalui gaji mereka yang ditransfer melalui rekening para TKI di Bank Sulselbar,” kata Direktur Pemasaran Bank Sulselbar, Rosmala Arifin.

Rosmala juga menyampaikan bahwa kerjasama ini juga mencakup remitansi, sehingga calon TKI Sulsel dan Sulbar yang akan diberangkatkan ke luar negeri wajib membuka rekening.

“Jadi sebelumnya para TKI harus buka rekening terlebih dahulu di Bank Sulselbar, cukup dengn setoran awal Rp50.000 saja,” tambah Rosmala.

Sementara itu, menurut Kepala BP3TKI, Mohammad Agus Bustami yang didampingi Ketua Pasmindo, Agussalim Husain mengatakan sinergi kerjasama ini diyakini akan meningkatkan value bagi perekonomian Sulsel.

“Dengan teratasinya masalah pengiriman TKI dan juga peningkatan akurasi serta kualitas data remitansi karena transfer dana dilakukan langsung ke rekening Bank Sulselbar,” pungkas Mohammad Agus Bustami.

Andi Sudirman Minta Irigasi Topa Jeneponto Segera Diperbaiki

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peninjauan langsung di saluran irigasi Topa Jeneponto yang rusak sejak banjir bandang pada awal tahun 2019 lalu.

Andi Sudriman Sulaiman tiba di Dusun Bangkala, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat, Sabtu, (4/1). Didampingi Penjabat Kepala BPKD, Kepala Dinas PU Jeneponto, dan Anggota TGUPP, Wagub langsung meninjau saluran irigasi Topa.

Untuk diketahui, lokasi yang dikunjungi Wagub saat ini merupakan wilayah dengan luasan 300 hektare sawah tadah hujan. Akibat banjir tahun lalu, menghancurkan tanggul sepanjang 20 meter. Pintu pembuangan bersama poros penggeraknya sudah rusak.

“Irigasi ini perlu diperbaiki segera, sehingga pengairan berjalan normal kembali. Sinergitas pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan,” tegas Andi Sudirman.

Dalam kesempatan ini, Andi Sudirman berdiskusi dengan masyarakat dan OPD terkait Kabupaten Jeneponto.

Wagub menerima aspirasi masyarakat, bahwa terdapat dua dusun yang tegangan listriknya naik turun, sehingga dibutuhkan stabilizer untuk tegangan, yakni di Desa Banrimanurung, Dusun Parasangangberu yang dihuni 300 KK, dan Dusun Jonggoa yang memiliki 250 KK. Iapun langsung mengkoordinasikan listrik masuk desa untuk PLN.

38 Kepala Desa di Sidrap Dilantik Dollah Mando

KabarMakassar.com — Bupati Sidrap, Dollah Mando resmi melantik 38 Kepala Desa periode 2020-2026. Pelantikan itu berlangsung di Aula Kantor SKPD Sidrap, Sabtu (4/01).

Usai melantik Kepala Desa, Bupati Sidrap, Dollah Mando berpesan agar dapat melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya. Kata dia, jangan kecewakan warga.

“Untuk pejabat lama, kami ucapkan terima kasih atas pengabdiannya. Semoga semua itu menjadi amal ibadah di sisi Allah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dollah Mando berpesan agar Kepala Desa yang baru menjaga persatuan untuk mempercepat pembangunan masing-masing wilayahnya.

“Pilkades sudah selesai. Jangan lagi mengkotak-kotakkan warga. Kembali bersatu untuk percepatan pembangunan Sidrap,” ucapnya.

“Adapun amanah dari Presiden terkait dana desa agar digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan warga dan percepatan pembangunan desa,” pesan Dollah.

Selain itu, Dollah juga berharap agar Kepala Desa memotivasi diri untuk melakukan gebrakan dan inovasi program baru.

“Motivasi diri anda untuk menjadi lebih baik dari pemimpin sebelumnya. Wujudkan inovasi baru yang membuat warga terkesan,” pungkasnya.

Turut hadir pada acara itu, Wabup Sidrap Mahmud Yusuf, Ketua DPRD Ruslan, Kapolres, AKBP Budi Wahyono, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf JP Situmorang, Ketua PN Erna, dan Kasi Intel Kejari, Ikbal, serta ratusan warga.

Sekadar diketahui, 38 Kepala Desa yang resmi dilantik itu merupakan pemenang Pilkades serentak yang digelar Pemkab Sidrap 26 November lalu. Sebanyak 36 laki-laki dan 2 orang perempuan.

Berikut nama-nama Kepala Desa periode 2020-2026 yang dilantik.

  1. Desa Lombo, Pitu Riase (Wahidin, S.I.P)
  2. Tana Toro, Pitu Riase (Abdullah Paba)
  3. Timorang Panua, Panca Rijang (Hasanuddin)
    4 . Desa Meddenra, Kulo (A. Rahim)
  4. Desa Sereang, Maritengngae (Ukkas SE)
  5. Aju Bissue, Pitu Riawa (Jufri)
  6. Salobukkang, Dua Pitue (Sauli, S.sos)
  7. Buntu Buangin, Pitu Riase (Ramli)
  8. Anabanna, Pitu Riawa (M. Yunus Midong)
  9. Talumae, Watang Sidenreng (Anton Alwi)
  10. Kalosi Alau, Dua Pitue (A. Apris)
  11. Taccimpo, Dua Pitue (Edi M)
  12. Padangloang Alau, Dua Pitue (Dais Labanci)
    14.Padangloang, Dua Pitue (Syamsu Alam)
  13. Betao, Pitu Riawa (Conding)
  14. Bapangi, Panca Lautang(Rusna Tappa)
    17.Lainungan, Watang Pulu (A.Haruna)
    18.Ciro-ciroe, Watang Pulu (Amir Hamzah)
    19.Carawali, Watang Pulu (Abd. Hafid Mekka, S.IP)
    20.Corawali, Panca Lautang (A.Alimuddin)
    21.Tonrongnge, Baranti (Ilyas Akram)
    22.Kalosi, Dua Pitue (Abd. Malik)
  15. Aka-akae, Watang Sidenreng (Hasanuddin)
  16. Alesalewo, Panca Lautang (Bultan)
  17. Teppo, Tellu Limpoe (H. Sukarta)
  18. Polewali, Tellu Limpoe (Abdillah Yasin)
  19. Cenrana, Panca Lautang ( Kartono, S.Pd)
  20. Buae, Watang Pulu (H. Laupe)
  21. Belawae, Pitu Riase (M.Yasir)
  22. Lasiwala, Pitu Riawa (Abdul. Razak)
  23. Lagading, Pitu Riase (Abdullah)
  24. Betao Riase, Pitu Riawa (Suardi Laupe)
  25. Cipotakari, Panca Rijang (Zainal)
  26. Bila, Dua Pitue (H.Kuba)
  27. Bulo, Panca Rijang ( A. Rifai )
  28. Sipodeceng, Baranti (Maming Pallajareng)
  29. Teteaji, Tellu Limpoe (A.Sura)
  30. Sumpang Mango, Pitu Riawa ( H. Jamaluddin, S.Hi).

Kalimbu, Makanan Menggugah Selera Andalan Suku Bugis yang Jarang Ditemui

KabarMakassar.com– Kuliner merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif dan menjadi paling penting dalam menjaga warisan budaya leluhur. Suku Bugis-Makassar khususnya dan suku lainnya di Indonesia memiliki kue khas masing-masing yang resepnya di jaga dari generasi ke generasi.

Beberapa kuliner terus bertahan dan berkembang bahkan terus berinovasi sehingga dikenal sampai di luar negeri. Adapula yang timbul dan tenggelam seiring berjalannya waktu karena tidak tersedianya bahan baku utama.

Salah satu kue tradisional di Kabupaten Sinjai yang sekitar tahun 2000-an masih di sering Anda temui disajikan di kampung-kampung, namun kini mulai jarang disajikan. Namun tentunya, bagi anda yang masyrakat asli Bugis tentu hidangan yang dijuluki kalimbu sudah tidak asing lagi.

Empong (50) salah satu ibu rumah tangga yang dulu sering membuat kue Kalimbu, mengatakan bahwa sudah jarang sekali membuat kue tersebut sebab ubi kayu sudah jarang ditanam warga.

“Ubi kayu jarang sekali ditemukan di Sinjai sehingga kadangkala saja bikin Kalimbu kalau pas ada ubi kayu dijual atau dikasi oleh keluarga,” ungkap Ibu kelahiran Sinjai tersebut.

Kata dia, Kalimbu merupakan makanan khas bugis yang proses pembuatannya tidak begitu rumit hanya dibutuhkan pisang, kupas, iris serong. 1 kg singkong, parut, peras, buang sebagian air, 1 sendok gula pasir, 1 sendok garam, ½ butir kelapa parut, campur dengan ¼ sendok garam dan daun pisang batu untuk membungkus.

“Kita hanya campur parutan singkong dengan gula dan garam dan sampai aduk rata. Ambil selembar daun pisang, masukkan tiga sendok makan adonan singkong, isi tengahnya dengan irisan pisangnya, lalu bungkus dan dilakukan hingga bahan habis. Kukus selama 25 menit hingga matang kemudian angkat sajikan dengan balutan parutan kelapa,” terang Empong.

Tentunya rasa pisang yang manis, dipadu dengan parutan kelapa yang gurih, akan membuat anda ketagihan dengan rasa yang luar biasa enaknya. Pas sajikan ketika musim hujan dan selagi berkumpul bersama dengan keluarga anda ditemani segelas kopi atau teh hangat.

“Jadi proses buatnya ini tidak lama hanya butuh waktu 45 menit dan makanan ini cocok kita sajikan kalau lagi berkumpul sama keluarga, musim hujan sama minuman hangat-hangat,” ungkap Empong.

Seperti diketahui jika di Sinjai ubi kayu mulai langka dikembangkan oleh warga karena lebih memilih menanam cengkeh, merica dan tanaman lainnya. Jika pun ada yang menanam hanya sedikit saja di samping rumah agar mudah dijaga dari serangan hama babi ketika telah berisi.

Namun, diketahui juga saat ini melalui pengamatan di media sosial khususnya di Sinjai masih ada yang memposting makanan khas tersebut bahkan ada juga menjualnya secara online.

CEK FAKTA: Bupati Gowa Umumkan Status Waspada Bendungan Bili-bili?

KabarMakassar.com — Pesan berantai melalui media sosial whatsaap (WA) yang mengatasnamakan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengeluarkan himbauan meminta masyarakat siaga karena kondisi Bendungan Bili-bili dalam status waspada atau ketinggian air yang melebihi batas normal, mulai tersebar sejak Jumat, 3 Januari 2019.

Dalam narasi pesan berantai melalui pesan WA tersebut mulai berselewiran di WA Grup. Isi pesan dalam whatsapp tersebut Bupati Gowa melaporkan situasi bendungan bili-bili dengan ketinggian 101,36 meter dengan status Waspada.

Hasil CEK FAKTA MAKASSAR

Untuk memastikan benar tidaknya informasi tersebut, Tim KabarMakassar.com langsung meminta keterangan dari Bupati Gowa, Adnan Purichta Yasin Limpo. Selain itu informasi juga muncul dari pihak Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Ir. Suparji soal informasi kondisi bili-bili pada Jumat 3 Januari 2020 kemarin.

Bupati Gowa, Adnan Purichta YL kepada media menyampaikan dan juga memastikan ketinggian air di Bendungan Bili-bili, Desa Moncongloe, Kecamatan Bontomarannu masih dibawah batas normal.

“Itu mungkin peringatan tahun lalu. Entah dari mana dan siapa yang mengedarkan informasi itu lagi. Saat ini kondisi di Bendungan Bili-bili, debit airmya masih dibawah batas normal,” kata Adnan dalam keterangannya, Jumat (3/1/).

Dia pun meminta masyarakat untuk tidak terhasut dengan kabar dan berita yang tidak jelas sumbernya.

“Jangan mudah termakan berita, karena itu hoax, dahulukan mencari kebenarannya,” tegasnya.

Meskipun demikian, Bupati Adnan tetap mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Dan berharap masyarakat dapat meningkatkan intensitasnya dalam beribadah dan berdoa agar dihindarkan dari segala macam bencana.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Ir. Suparji menyebutkan, hingga saat ini status Bendungan Bili-bili masih dibawah normal dengan Tinggi Muka Air (TMA) sebesar 80,35 mdpl dan volume 53.194 juta m3.

“Secara teknis, TMA yang normal berada pada angka 99 meter. Jika sudah di atas 100 meter, baru dalam status SIAGA. Artinya, bendungan harus membuka pintu airnya atau spilway tinggi-tinggi untuk mengurangi tekanan air pada dinding waduk,” terangnya.

Sementara, berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) Makassar menyebutkan perkiraan cuaca mulai Jumat hingga Sabtu besok di 18 Kecamatan di wilayah Kabupaten Gowa berpotensi hujan lokal, hujan sedang hingga hujan tebal dan dapat berpotensi kilat/petir.

Untuk suhu udara pun mulai dari 20 hingga 31°C, kelembapan udara 75 – 95 % dan potensi angin: Barat Daya – Barat Laut/ 10 – 30 km/jam.

BENDUNGAN BILI-BILI

Tanggal 03 Januari 2020
Jam : 17:00
Elv waduk : 80,39mdpl
Vol : 53.518 juta m3

Outflown
Turbin. : 10,00 m3/dtk
Air baku : 2,45 m3/dtk
Industri : 0,5 m3/dtk
Irigasi : 6,05 m3/dtk
Pemeliharaann
sungai. : 1,00 m3/dtknn
Pelimpah : 0,00 m3 /dtk

Total Outflow : 10,00 m3/dtk
STATUS: Status masih normal.

Kesimpulan:

Berdasarkan informasi yang diterima, status bendungan bili-bili masih normal. Beredarnya informasi dari pesan berantai di whatsaap grup mengatasnamakan Bupati Gowa. Hal itu merupakan informasi yang KELIRU, dimana pesan tersebut dibagikan Bupati pada tahun lalu 2019 saat terjadi banjir bandang di Kabupaten Gowa.

[TIM CEK FAKTA: FRITZ/ABDUL]

Iqbal Beri Arahan di Depan Seluruh SKPD

Kabarmakassar.com — Memasuki awal tahun 2020, Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb memberikan arahan kepada seluruh penjabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Makassar, di Ruang Sipakatau, Sulsel, Jumat (3/1/2020).

Tujuannya agar semangat kerja diawal tahun tetap terjaga, demi terciptanya pemerintahan yang berdaulat, transparan dan berjalan baik kedepannya.

Ada beberapa hal yang disampaikan Iqbal, diantaranya persiapan pelaksanaan di kegiatan tahun 2020, Evaluasi apa yang telah dikerjakan di tahun 2019 serta persiapan pengadaan-pengadaan di tahun 2020.

“Saat ini kita harus fokus untuk membenahi apa yang belum tercapai di tahun 2019. Tahun ini administrasi harus lebih dikerjakan dengan baik dan cepat. Seperti halnya lelang-lelang itu sudah harus dipersiapkan dari sekarang karena banyak kontraktor yang menolak karena masalah waktu. Kembali lagi ke pemerintah yang salah. Ini harus dibenahi. Kita harus gercep,” ucap Iqbal.

Selain itu, Iqbal juga mengingatkan memasuki musim penghujan, ia meminta untuk SKPD terkait agar siap sedia mengantisipasi rawannya banjir.

“Jadi untuk BPBD tolong perahu karet dan kelengkapan lainnya jangan ada lagi yang tidak siap pakai. Semua sudah harus diperiksa kesiapannya,” imbaunya.

Iqbal juga mengimbau untuk Diskominfo agar tetap siaga dan cepat dalam melayani laporan serta keluhan masyarakat.

“Itu yang 112 harus tetap siap menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat. Harus cepat menyampaikan laporan warga ke pihak terkait untuk segera ditangani. Jangan simpan-simpan laporan warga,” jelasnya.

Terakhir, Iqbal berharap agar kekompakan dan kedisiplinan tiap SKPD bisa semakin baik. Karena, mulusnya jalannya pemerintahan disuatu daerah itu terletak dari kinerja dan kekompakan setia SKPD didalamnya.

“Jaga kekompakan. Karena kalau kita terpecah-pecah tak akan ada yang jalan dengan baik. Jangan karena kesalahan teman hilang. Tapi karena teman biarlah kesalahan itu yang hilang,” pungkasnya.