Keliling Makassar, Pj Wali Kota Tinjau Titik Rawan Banjir

Kabarmakassar.com — Memasuki musim penghujan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar melakukan kunjungan ke beberapa titik rawan banjir guna mengecek dan melihat situasi kanal, drainase maupun selokan yang ada dibeberapa wilayah di Kota Makassar.

Lokasi yang ditinjau diantaranya, kanal Abdesir, kanal samping UMI, kanal Helmin residence aroepala, kanal Sungai Saddang, Veteran Selatan. Sementara itu ada 30 titik yang menjadi rawan banjir yakni jalan poros Antang, Manggala, Panakkukang, Pettarani, dan jalan Urip Sumoharjo.

Kondisi kota Makassar diguyur hujan deras, Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb melakukan peninjauan ke beberapa titik yang rawan banjir untuk melihat keadaan air yakni di beberapa kanal, drainase maupun selokan-selokan besar.

“Memasuki musim hujan kita mau meninjau beberapa titik yang biasanya banjir, dimana potensi-potensi banjirnya paling tidak kita bisa membuat airnya dapat mengalir karena jangan sampai ada air yang tidak mengalir dan kami juga sudah sediakan pompanya dan sudah kita siapkan dengan baik.” ucap Iqbal saat ditemui didepan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (2/1).

Menurutnya pengecekan atau pantauan yang dilakukan guna mengantisipasi akan terjadinya banjir karena curah hujan yang cukup tinggi.

“Kita tetap antisipasi kita cek alat-alatnya kemudian petugasnya juga ada yang standby 24 jam di titik-titik terjadinya rawan banjir.” lanjutnya.

Iqbal menambahkan telah bersinergi dengan kabupaten kota yang ada di Sulawesi Selatan untuk menjaga, mengawasi dan mengantisipasi kenaikan air hingga dapat menyebabkan banjir.

“Inikan airnya bukan hanya dari Makassar melainkan dari beberapa kabupaten misalnya Maros dan Gowa, nah makanya melalui Provinsi kita bersinergi dengan kabupaten kota lain bagaimana kita menjaga karena diharapkan sungai-sungai itu di hulunya tidak terjadi kenaikan air,” tuturnya.

Tak sampai disitu Pj Wali Kota Makassar tersebut juga telah melakukan sidak ke pusat pelayanan terutama pelayanan kesehatan.

“Tadi pagi kami sidak di pusat pelayanan terutama pelayanan kesehatan, kami ingin memastikan semua pelayanan kesehatan tidak mengenal yang namanya tahun baru saya cek dari beberapa lokasi semua lengkap petugas lengkap sistem lengkap paramedis lengkap dan pasien terlayani dengan baik.” tutupnya.

Tinjauan ke beberapa titik rawan banjir berlangsung pukul 14.00 Wita hingga 17.00 Wita dengan kantor gubernur menjadi titik pertama yang kunjungi oleh Pj Wali Kota Makassar tersebut.

Akhiri Tahun 2019, Bapenda Sulsel Lewati Target Pajak

KabarMakassar.com — Menutup tahun 2019, pajak daerah yang dikelola langsung oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mencapai target pajak bahkan surplus pajak hingga puluhan miliaran rupiah. pajak kendaraan bermotor (PKB) surplus Rp. 40 miliar lebih dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) surplus Rp. 26 miliar lebih.

Pada tahun 2019, total target Pajak Daerah sebesar Rp. 3,7 triliun lebih, naik Rp.250 miliar lebih dari target tahun sebelumnya yang sebesar Rp.3,4 triliun lebih.

Dari lima pajak daerah yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, ada empat jenis pajak yang dikelola langsung Bapenda Sulsel, PKB, BBNKB, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), dan Pajak Air Permukaan (PAP) semuanya melewati target pajak.

Berdasarkan data dari Bapenda, Bapenda Sulsel sudah merealisasikan PKB sebesar Rp. 1.394.110.456.618 dari target sebesar Rp. 1.345.247.950.000 atau mencapai 103%.

Sementara BBNKB sebelumnya ditargetkan sebesar Rp. 993.777.500.000 berhasil dicapai sebesar Rp. 1.020.124.486.703 atau mencapai 102%. Tak hanya itu, PBBKB juga melebihi target yang ditetapkan. Target ini sebesar Rp. 650.662.145.360 dan dicapai sebesar Rp. 654.633.759.689 atau mencapai 101,50%.

Pajak Air Pemukaan juga surplus. Target sebesar Rp. 92.219.000.000 berhasil dicapai Rp. 93.392.154.197 atau mencapai 101.27%.

Kepala Bapenda Sulsel mengungkapkan tercapainya target pajak ini berkat kerja keras semua unit pelaksana teknis pendapatan daerah di Sulsel di bawah supporting Tim Korsupgah KPK. tentu saja tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama yang sangat baik dari mitra Bapenda Sulsel yakni pihak kepolisian, PT Bank Sulselbar, dan Jasa Raharja . Pencapaian target pajak daerah ini adalah target pajak APBD perubahan 2019 yang jumlahnya mengalami penambahan sekitar Rp. 250 Miliar dari Target Pokok.

Ia menekankan, Tim Korsupgah KPK yang terlibat langsung dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan pajak daerah juga mempunyai andil yang besar dalam pencapaian target ini.
“Ini tidak lepas dari adanya supervisi langsung dari Korsupgah KPK yang dipimpin Pak Choki, Bu Linda, dan Pak Eddy,” ungkap Sumardi Sulaiman Kamis,(02/01).

Menurutnya pencapaian inipun tak luput dari arahan dari Gubernur Sulsel dan Wakil Gubernur yang juga menjadi faktor utama dalam meningkatkan PAD Sulsel.
“Syukur alhamdulillah target ini berhasil kami capai bahkan surplus berkat arahan dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel yang terus mendorong kami dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” ujarnya.

Dari semua ini, tersisa pajak rokok yang tidak mencapai target. Pasalnya, pajak rokok merupakan pajak yang dipungut secara self assessment, dimana pemungutannya dilakukan oleh Kementerian Keuangan bersamaan dengan pemungutan Cukai Rokok.

“Setiap tahun begitu, pajak rokok triwulan empat hanya diterima untuk hasil pemungutan Bulan Oktober dan November, sedangkan hasil pemungutan Bulan Desember akan kami terima pada bulan April tahun depannya,” tutupnya.

Adapun Pajak Rokok pada tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp 630.962.000.000 berhasil dicapai Rp 548.040.916.937 atau sebesar 86.86%.

Kabid PAD Bapenda Sulsel Dharmayani Mansyur, menambahkan, untuk mencapai target ini, Bapenda Sulsel memberikan pelayanan ekstra sepanjang tahun. ada beberapa jenis pelayanan yang tetap dibuka 7 hari dalam seminggu, seperti Samsat Drive Thru, Kedai Samsat, Samsat Keliling, dan Gerai Samsat. Bahkan kami memberikan pelayanan hingga malam hari di sejumlah tempat, seperti Samsat Cafe yang dibuka di warkop, cafe atau rumah makan.

“Kami bahkan menjemput bola ke rumah masyarakat untuk memudahkan mereka dalam membayar pajak kendaraan, dengan fasilitas Samsat Lorong, Samsat Care, dan Samsat Delivery,” ungkapnya

Awal Tahun, Kalapas Bulukumba Pimpin Langsung Apel

KabarMakassar.com — Awal tahun baru 2020 Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA  Bulukumba Syarifuddin Nakku memimpin langsung pelaksanaan apel pagi yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan staff, kamis (02/01/2020).

Dalam pelaksanaan apel pagi di awal tahun ini, Kalapas menyampaikan ucapan selamat tahun baru 2020 dan ucapan terimakasih kepada seluruh Pejabat Struktural, Karyawan Karyawati Lapas Kelas IIA Bulukumba atas kerjasamanya dalam melaksanakan tugasnya pada tahun 2019.

Selanjutnya Kalapas menginstruksikan kepada seluruh Pejabat Struktural sebagai atasan langsung agar memperhatikan dan mengevaluasi Target Kinerja bawahannya yang ada di SIMPEG KEMENKUMHAM, selain itu Kalapas memerintahkan kepada Kasubag Tata Usaha dan Kaur Kepegawaian agar memonitoring Jurnal Harian ASN Lapas Kelas IIA Bulukumba yang ada di SIMPEG.

Kalapas menginstruksikan kepada Kasi Kamtib dan KPLP agar mempersiapkan data-data Warga Binaan untuk dipindahkan ke Blok Hunian yang telah di Renovasi dan memerintahkan kepada Warga Binaan untuk membersihkan dilingkungan kantor dan blok hunian.

Terakhir, Kalapas mengharapkan kepada seluruh Pejabat Struktural dan ASN Lapas Bulukumba agar mempersiapkan kelengkapan adminstrasi untuk menuju Program WBK dan WBBM Tahun 2020.

Usai pelaksanaan apel pagi, dilanjutkan dengan kegiatan silaturahim jabat dan salam sesama Pejabat dan seluruh peserta apel yang diawali oleh Kalapas Kelas IIA Bulukumba.

Pimpin Apel Awal Tahun, NA Himbau ASN Lakukan Evaluasi

KabarMakassar.com — Mengawali tahun 2020, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memimpin Apel Awal Tahun Lingkup Pemprov Sulsel.

Didampingi oleh Wakil Gubernur Andi Sudirman, Nurdin Abdullah memulai briefing dengan merefleksikan tahun 2019 yang telah berlalu.

Ia menghimbau seluruh OPD untuk mengevaluasi ‘Suka dan Duka’ yang terjadi di tahun 2019, antara lain permasalahan ASN, TGUPP, proses lelang yang lambat, hingga Hak Angket yang dilaksanakan oleh DPRD Sulawesi Selatan.

“Permasalahan lelang terjadi karena kita masih merencanakan kegiatan berdasarkan keinginan, bukan berdasar pada kebutuhan. Akibatnya lelang terlambat dan serapan anggaran menjadi kurang optimal,”ungkap Nurdin Abdullah.

Ia meminta mulai hari ini OPD berkoordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) agar program prioritas dapat segera dimulai lelangnya.
“Saya minta kepada ULP, termasuk kepada Pokja, untuk dapat bekerja secara profesional. Jangan dengarkan jika ada pihak-pihak yang ingin merusak dan mengganggu sistem,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peranan Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk menjalankan tugasnya dalam pencegahan korupsi.
“Inspektorat harus memperhatikan setiap kegiatan yang mau dilelang, jangan sampai terjadi mark-up. Segala proses dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus melibatkan unsur aparat penegakan hukum (APH) dan APIP, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaannya,” tambahnya.

Pada kesempatan ini juga, ia mengingatkan setiap OPD untuk menyederhanakan perizinan, terutama yang berkaitan dengan investasi.
“Pastikan setiap langkah perizinan untuk investasi sudah mudah, simpel dan transparan. Itu arahan yang disampaikan berkali-kali oleh Presiden Joko Widodo ke seluruh Kepala Daerah, artinya ini sesuatu yang dianggap prioritas dan sangat penting,” kata Nurdin.

Diakhir, ia meminta OPD untuk dapat merubah mindsetnya, dalam pengelolaan APBD bukan berlomba untuk menghabiskan anggaran tetapi manfaat apa yang diberikan dari APBD kepada masyarakat. Ia juga menyoroti masih adanya pungutan kepada ASN di lingkup Pemprov.
“Kita sudah menerapkan seluruh pembayaran dengan non tunai, jadi tidak boleh ada lagi cashback perjalanan dinas, makan minum, dan ATK . Jika saya masih temukan ada kepala dinas atau kepala bidang yang melanggar, kita tidak akan ragu untuk memberikan hukuman yang tegas,” tutupnya.

Apel pagi ini dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Seluruh Kepala OPD, hingga pejabat eselon III dan IV yang ada di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Tahun Baru 2020, Guru Honor Desa Terpencil Terima Insentif

KabarMakassar.com — memasuki tahun baru 2020, para guru honorer yang mengajar di desa-desa terpencil di Kabupaten Bulukumba patut bersyukur, oleh karena mereka menerima insentif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba. Sebanyak 65 guru TK, SD dan SMP menerima insentif sebesar Rp400 ribu yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto di aula Baznas Bulukumba, Selasa, (31/12/2019).

Wakil Ketua Baznas, Kamaruddin mengungkapkan, jika konsep pemberian insentif ini mengusung slogan ‘Dari Guru Untuk Guru’, bahwa zakat infak sedekah yang berasal dari guru juga akan kembali kepada guru yang membutuhkannya.

Menurutnya, jika semua guru di Bulukumba menyetorkan zakat profesinya sebesar 2,5 persen, maka Baznas bisa memberikan insentif kepada 2000 guru honorer yang ada di Kabupaten Bulukumba.

“Olehnya itu, kami berharap Pemda Bulukumba dapat membantu memaksimalkan potensi zakat dari para guru PNS, sehingga lebih banyak lagi guru honorer menerima zakat,” pintanya.

Dikatakannya sejak terbentuk Baznas Bulukumba, pengumpulan zakat semakin bertambah dari awalnya hanya Rp400 juta pertahun menjadi Rp1,8 milyar. Ia meminta insentif yang diserahkan itu jangan dilihat dari jumlahnya, tapi sebaiknya dilihat dari niat tulus membantu para guru-guru honorer yang mengabdi di pelosok-pelosok desa.

“Sebelumnya, kami juga sudah menyerahkan insentif kepada guru-guru Raudhatul Athfal di bawah naungan Kemenag sebanyak 85 orang,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Baznas yang telah menginisiasi pemberian insentif kepada guru honorer. Menurutnya hal tersebut adalah bentuk komitmen dan keberpihakan kepada guru yang telah mengabdikan dirinya untuk meningkatkan sumber daya manusia Bulukumba di daerah-daerah terpencil.

Tidak semua orang, kata Tomy mau memilih mengabdi dan mengarahkan tenaga serta pikirannya untuk mengajar di daerah-daerah terpencil tanpa ada penghargaan yang memadai. Dengan demikian, pemberian insentif itu adalah bentuk apresiasi kepada guru honor tersebut melalui program Baznas Bulukumba dari guru untuk guru. Selain itu sebagai wujud dari kepedulian bahwa ada guru-guru honor yang juga harus diperhatikan.

Potensi zakat di Bulukumba, lanjut Tomy bisa mencapai Rp80 milyar, sehingga dibutuhkan upaya maksimal dalam pengumpulannya. Olehnya itu ia berharap para guru honor tersebut juga menjadi influencer untuk mengajak masyarakat membayar zakatnya, baik zakat harta, profesi maupun zakat lainnya.

“Ke depan kita akan berupaya menformulasi peraturan di tingkat kabupaten yang mengatur bagaimana zakat-zakat profesi dari para guru, termasuk penerima sertifikasi untuk dikumpulkan dan distribusikan kembali ke para guru-guru honorer yang tergolong dhuafa,”ungkap.

Namun demikian, Tomy menyadari gagasan tersebut tidak mudah untuk direalisasikan dalam tempo yang singkat oleh karena terkait dengan kepentingan dari banyak orang.

“Tetap dibutuhkan kesabaran, butuh proses untuk menyadarkan semua pihak agar program ‘Dari Guru Untuk Guru’ ini bisa dimaksimalkan,” jelas Tomy.

Namun yang terpenting, Tomy tetap mengharapkan para guru honorer tetap menjaga sikap kesukarelawanan tersebut, yang dalam bahasa agamanya adalah ikhlas melakukan pengabdian. “Jika mengajar dengan ikhlas, maka Insya Allah akan mendapatkan rezeki yang tidak akan kita duga dari mana datangnya,” bebernya memberikan motivasi di hadapan para guru honorer.   

Influencer Wajib Tahu, Instagram Larang Promosi Produk Ini

KabarMakassar.com– Instagram kembali mengeluarkan koridor terbaru dengan tidak dmengizinkan untuk mempromosikan salah satu produk yakni rokok, nah, tentunya buat para influencer harus tahu ini.

Diketahui, aplikasi milik Facebook itu kini melarang pemasangan iklan produk tembakau dan senjata tajam. Kebijakan tersebut akan berlaku dalam beberapa minggu mendatang.

“Konten bermerek (influencer) yang mempromosikan barang-barang seperti rokok elektrik, produk tembakau, dan senjata tak akan diizinkan,” tulis Instagram dalam kirimnya yang dikutip dari VIVANews.com, Kamis (02/02/2020).

Pembaruan kebijakan itu diumumkan bersamaan dengan larangan dari lembaga British Advertising Standards Authority (ASA) terhadap promosi rokok elektrik di situs-situs media sosial.

Namun, juru bicara Instagram mengatakan itu tak berkaitan dengan larangan dari ASA. “Perusahaan tembakau telah menghabiskan waktu puluhan tahun dengan menargetkan anak-anak, perusahaan media sosial tak boleh terlibat dalam strategi ini,” begitu komentar dari Presiden Kampanye untuk Anak-Anak Bebas Tembakau, Matthew Myers.

Kebijakan yang membatasi jenis barang untuk mempromosikan konten bermerek ini baru pertama kali diterapkan oleh perusahaan media sosial ini

“Facebook dan Instagram bukan hanya perlu menerapkan itu dengan cepat, tapi juga harus ditegakkan,” Kata Matthew.

Sebelumnya, perusahaan-perusahaan rokok elektrik telah memasarkan produk mereka melalui selebriti seperti penyanyi Inggris, Lily Allen dan aktor pemenang Oscar, Rami Malek. Namun, kematian-kematian terkait rokok elektrik di Amerika Serikat membuat pemerintah semakin mengawasi penggunaan dan pemasaran jenis rokok itu.

“Meski Facebook dan Instagram melarang iklan reguler untuk produk tembakau dari akun merek secara langsung, perusahaan masih dapat mengubah kiriman influencer Instagram menjadi iklan konten dengan sponsor,” kata Reuters. Untuk itulah Instagram mengeluarkan kebijakan barunya.

Bojan Hodak Resmi Latih PSM Makasssar

KabarMakassar.com — Juku Eja – julukan PSM Makassar – telah resmi mengumumkan nama pelatih barunya, yakni Bojan Hodak. CEO PT PSM, Munafri Arifuddin, secara langsung mengumumkan pelatih asal Kroasia tersebut mengisi kursi kepelatihan PSM Makassar yang kosong sepeninggal Darije Kalezic.

Dalam konferensi pers yang digelar di kediaman Munafri Arifuddin di Jalan Chairil Anwar, Kota Makassar, Selasa (31/12/2019), Munafri menyebut tiga alasan mempercayakan PSM Makassar di tangan Bojan Hodak.

“Yang paling pertama, calon pelatih ini adalah pelatih yang mengerti atmosfer sepak bola Asia Tenggara,” kata Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin dikutip video live streaming PSM Makassar.

Hal tersebut mengingat PSM Makassar bakal tampil di ajang internasional, Piala AFC 2020, berkat keluar sebagai juara Piala Indonesia.

Juku Eja harus melewati babak play-off sebelum menembus penyisihan grup. Di mana, PSM Makassar akan bertemu dengan juara Liga Timor Leste, Lalenok United, dengan format home away pada tanggal 22 dan 29 Januari 2020 mendatang.

Jika menang, Juku Eja akan bergabung di Grup H bersama dengan Tampines Rovers (Singapura), Kaya-Iloilo (Filipina, dan Shan United (Myanmar).

“Kedua, punya rekam jejak pernah membawa timnya sebagai juara,” lanjut Appi.

Melihat trek rekor Bojan Hodak, pelatih berusia 48 tahun itu berkali-kali memboyong trofi juara untuk tim yang pernah dia besut.

Sebut saja Johor Darul Ta’zim (Malaysia), Kelantan FA (Malaysia), dan Phnom Penh Crown (Kamboja). Bersama JDT, dia mempersembahkan satu trofi Malaysia Super League (2014).

Begitu juga dengan perjalanan Bojan Hodak bersama Kelantan FA. Dia mempersembahkan satu trofi juara Malaysia Super League (2012), 2 Malaysia FA Cup (20120, 2013), dan Malaysia Cup (2012), untuk Kelantan FA.

Sementara itu, bersama Phnom Penh Crown, dia mennyumbang satu trofi Chambodian League pada tahun 2011.

“Yang ketiga, punya pengalaman di AFC. Inilah yang menjadi alasan kami harus mencari pelatih yang kami inginkan,” ujar Appi.

“Jadi, kami bentuk dulu kriterianya baru kami cari namanya,” tandasnya. Lebih lanjut lagi,

Appi menyebutkan bahwa Bojan Hodak akan segera datang ke Indonesia untuk mulai melatih.

“Kemarin di Surabaya, saya sudah bertemu dengan beliau. Harusnya tanggal 2 (Januari) akan datang ke Makassar,” ungkap dia. “Tetapi, tanggal 2 ada acara sehingga baru bisa ke Makassar tanggal 5,” tutur dia.

Polres Bulukumba Bekuk Residivis Narkoba di Hotel

KabarMakassar.com– Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Bulukumba, kembali mengamankan satu tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Pelaku diketahui berinisial HR (38), merupakan residivis kasus narkoba, yang pernah ditahan dilapas kelas 2A Bulukumba dengan kasus yang sama, dan kini kembali diamankan dari pengembangan laporan masyarakat.

Pelaku HR kembali didapati melakukan penyalahgunaan narkotika dan berhasil dibekuk di Hotel Agri, Jalan R Suprapto, Kelurahan Tanahkongkong, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Rabu (02/02/2020).

Kepala Satuan Narkoba Polres Bulukumba, AKP Aris Sumarsono, menjelaskan, penangkapan HR merupakan pengembangan laporan masyarakat dan pelaku HR diamankan saat sedang berada di Hotel sekira pukul 01.00 WITA dini hari.

“Benar, kami telah melakukan penggeledahan dan penangkapan pada pelaku, yang merupakan pengembangan dari informasi masyarakat,” Kata AKP Aris Sumarsono.

Dari tangan tersangka aparat berhasil mengamankan satu   saset plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu yang ditemukan didalam pembungkus rokok

“Anggota kami menemukan barang bukti berupa 1 (satu) saset plastik bening diduga berisi narkotika jenis sabu yang ditemukan didalam pembungkus rokok sampoerna yang dibawanya,” ungkap Aris.

Usai dilakukan penggeledahan, kini pelaku HR dan barang bukti tersebut dibawa ke Mapolres Bulukumba guna kepetingan proses penyidikan lebih lanjut.

Pemkab Gowa Mulai Operasikan Posko Siaga Bencana di Sejumlah Titik

KabarMakassar.com – Posko Siaga Bencana yang dibentuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mulai beroperasi sejak hari ini, Kamis (02/01/2020).

Pengoperasian posko siaga tersebut berdasarkan instruksi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam rangka memberikan respon cepat saat terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Iksan Parawangsa mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan rencana pembentukan posko siaga ini.

Apalagi pada Januari hingga Februari tahun ini telah memasuki puncak musim hujan, sehingga perlu adanya penguatan kesiap-siaagaan dalam mengantisipasi jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

“Posko siaga ini memang akan kita buat untuk memberikan respon cepat saat terjadinya kondisi ekstrim. Tapi Allhamdulilah karena Bapak Bupati juga menginginkan hal demikian sebagai bentuk kesiagaan kami,” jelasnya saat di konfirmasi.

Untuk Posko Siaga Bencana yang dibentuk berada di pelataran Kantor Damkar dan Kantor BPBD Gowa untuk di wilayah dataran rendah. Sementara di wilayah dataran tinggi dibentuk di dua Kecamatan masing-masing di Kantor Kecamatan Tinggimoncong, dan Kantor Kecamatan Bungaya.

“Posko ini sebagai tempat dan sumber informasi bagi masyarakat dalam mengupdate kondisi cuaca selama memasuki musim penghujan. Kami pun telah menyiapkan tim yang akan menjaga posko secara bergantian untuk memberikan tindakan cepat,” ujarnya.

Dalam posko tersebut selain disiapkan akses informasi juga telah disiapkan alat-alat pemberian pertolongan pertama. Mulai dari tenda, perahu karet, alat kesehatan hingga bahan-bahan logistik dasar lainnya.

“Untuk tim yang berjaga masing-masing tim aparatur kecamatan, dan desa, serta tim relawan BPBD yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) seperti anggota Pramuka, Tagana, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan PMI yang disebar di masing-masing posko,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Rustam Razak mengatakan, posko ini tujuannya untuk mempercepat proses pelayanan apabila ada informasi terkait kebencanaan.

“Hal terpenting dari posko itu ada porsenil dan alat komunikasi, serta bagaimana membentuk jaringan dengan masyarakat. Adanya posko siaga ini bisa mengantisipasi terjadinya hal buruk saat banjir dan selalu siap siaga dalam keadaan apapun,” katanya.

BPS Mencatat Inflasi Desember 2019 Capai 0,34 Persen

KabarMakassar.com — Catatan Inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) pada Desember 2019 sebesar 0,34 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender dari Januari hingga Desember 2019 atau secara tahun ke tahun menjadi sebesar 2,72 persen .

Kepala BPS, Suhariyanto, mengungkapkan pemantauan Indeks Harga Konsumen atau IHK yang dilakukan di 82 kota. Dia menyebutkan terjadi inflasi di 72 kota, sedangkan 10 kota mengalami deflasi. Akibatnya, pada bulan tersebut terjadi kenaikan rata-rata harga konsumen.

“Jadi kalau kita bandingkan dengan target yang ada, jauh di bawah tiga persen,” ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Kamis, (2/1/2020). Dikutip dari Vivanews.com.

Dia menjabarkan, inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 1,28 persen, sedangkan yang terendah di Watampone sebesar 0,01 persen. Sementara itu, kota yang mengalami deflasi tertinggi, yakni Manado sebesar 1,88 persen dan yang terendah terjadi di Bukittinggi dan Singkawang sebesar 0,01 persen.

“Yang membuat Batam inflasi tinggi adalah angkutan udara. Pada Desember menyumbang 0,37 persen jadi inflasi ini akan diwarnai permintaan karena Natal, persiapan Tahun Baru dan liburan,” kata Suhariyanto.

Berdasarkan komponennya, inflasi inti pada bulan itu tercatat sebesar 0,11 persen, dengan andil 0,06 persen. Selanjutnya, untuk harga-harga bergejolak mengalami deflasi 0,86 persen, dengan andil 0,16 persen.

Sementara itu, untuk harga-harga yang diatur oleh pemerintah atau administered price mengalami inflasi sebesar 0,63 persen dengan andilnya terhadap inflasi 0,12 persen.

“Inflasi tertinggi terjadi untuk volatile price. Dengan demikian inflsi pada tahun 2019 adalah sebesar 2,72 persen,” tutur Suhariyanto.