2018, KPPU Fokus Tangani Monopoli Perusahaan Negara

Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf. Foto : Wawan

Kabar Makassar — Outlook Persaingan Usaha 2018 Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI di gelar di kawasan kompleks Pasar Segar Jalan Pengayoman Makassar, Minggu 26 November 2017.

Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf yang menjadi pemateri menyampaikan kepada peserta tentang kinerja KPPU selama setahun ini dan yang akan dikerjakan untuk tahun 2018.

“Ada beberapa sektor fokus yang menjadi prioritas yang dikerjakan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yaitu sektor pertanian, keuangan dan perbankan, sektor logistik, sektor energi, serta sektor-sektor yang dimonopoli baik negara maupun swasta” papar Syarkawi

Baca juga :   Demokrat Tetap Dorong Kadernya Maju di Pilgub

Ditahun 2017, lanjutnya KPPU banyak menangani sektor strategis salah satunya sektor pertanian.

“Sejak saya berada di KPPU di tiga tahun terakhir ini kami membuat penajanam dan fokus kepada pangan dan pertanian yang memiliki dampak pada masyarakat kecil, kami melihat adanya kelompok-kelompok atau oknum-oknum yang memainkan kelangkaan harga pangan hingga tiga bulan ini,” ungkap Syarkawi

Dia mengatakan salah satu komoditas yaitu beras, dalam satu tahun terakhir fokus melakukan penelitian kepada pelaku usaha yang menguasai komoditi ini.

Baca juga :   Dua Balon Bupati Perebutkan Kursi 01 Enrekang

“Beberapa waktu yang lalu terdapat ketimpangan, 7.300 per kg Sementara ada beberapa distributor menjual berasnya ada lebih dari 14 ribu per kg” Ini menurut kami ada sesuatu yang tidak beres. Ungkap Sarkawi yang juga sebagai dosen Ekonomi di Unhas

“Sementara itu Ayam potong juga kami fokus awasi mulai dari harga dipeternak terkadang berbeda jauh sekali di Pasar-pasar tradisional dan rawannya ketimpangan terjadi” tambahnya.

Lanjut yang akan difokuskan selanjutnya untuk di awasi ketat diantaranya, Cabe rawit, Gula pasir putih, bawang merah. Bawang putih, minyak goreng, daging sapi, dan beberapa lagi lainnya.

Baca juga :   Jika Demokrat-Hanura Berkoalisi, Paket Agus-Aliyah Berpeluang Diusung

“Sampai saat ini kami di KPPU belum menemukan adanya temuan di Sulsel, namun kami di KPPU tetap melakukan investigasi kepada pelaku-pelaku penimbun beras Komoditas pangan,” tutupnya. (*/nck)

Penulis Wawan Indrawan