2 Pelaku Pengeroyokan Siswa di Gowa Tak Ditahan, Korban Tak Mau Sekolah

Orangtua korban menunjukkan luka di bagian kepala yang dialami putranya akibat aksi pengeroyokan yang dilakukan sekelompok preman yang masuk ke dalam are sekolah SMKN 2 Gowa. (Foto: KabarMakassar/Abdul)

KabarMakassar.com — Dua pelaku pengeroyokan terhadap siswa SMK Negeri 2 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, berinisial AA dan MSR tak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor oleh Polres Gowa.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, kedua pelaku tersebut dipulangkan lantaran masih dibawah umur.

“Kedua pelaku terjerat pidana penjara dibawah lima tahun. Tidak kita tahan karena masih di bawah umur, cuma wajib lapor,” kata Tambunan, Senin (2/3).

Menurut Tambunan, selain dua pelaku yang dikenakan wajib lapor titu, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut.

Terpisah, ABR (16) korban pengeroyokan saat ini hanya berdiam diri di rumahnya. Meski keluarga dan rekan sekolahnya berusaha memberikan semangat kepadanya namun ia masih trauma dan tak mau lagi bersekolah di SMK Neger 2 Sungguminasa.

Ayah korban,

Irwan Tompo menganggap keputusan putranya tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Terlebih, ia juga mengaku khawatir jika anaknya kembali mengalami peristiwa yang sama seperti yang dialami pada 21 Februari 2020 lalu.

Irwan beserta keluarganya pun berencana akan memindahkan putranya itu ke sekolah yang lebih aman.

“Rencanya saya bakal pindahkan anak saya ke sekolah di Kabupaten Takalar. Di sana dia pasti aman,” kata Irwan.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI