1 Januari 2019, Seluruh Warga Sulsel Terdaftar JKN

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. [Foto: Humas Pemprov]

KabarMakassar.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menargetkan seluruh warga Sulsel telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 1 Januari 2019. Untuk itu, beragam program dan inovasi terus digencarkan guna mendongrak partisipasi warga mengikuti program pemerintah.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, hingga November 2017, baru 75,4 persen penduduk Sulsel yang terdaftar dalam program JKN. Bila dihitung, ada 7,14 juta penduduk Sulsel merupakan peserta JKN dari total populasi sebesar 9,47 juta penduduk Sulsel. Sisanya 24,6 persen atau setara 2,33 juta penduduk Sulsel belum terdaftar program JKN.

“Masih ada sekitar 25 persen lagi (penduduk) di Sulsel yang belum terdaftar program JKN. Kami targetkan semuanya dapat tercover pada 1 Januari 2019. Masih ada waktu untuk merealisasikan,” kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbar Sultra dan Maluku, I Made Puja Yasa, Selasa, 21 November 2017.

Baca juga :   PCC di Sulsel Ditarik Peredarannya

Guna mendorong partisipasi penduduk dalam program JKN, I Made telah menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan jumlah peserta JKN beserta persoalan ketersediaan SDM dan fasilitas kesehatan penunjang program tersebut.

I Made melanjutkan cakupan komposisi peserta JKN di Sulsel didominasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sebesar 44,6 persen atau setara 3,18 juta jiwa. Disusul PBI APBD sebesar 1,73 juta jiwa (24,3 persen) dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Pekerja Mandiri sebesar 912 ribu jiwa (12,8 persen).

Baca juga :   Lagi, Makassar Jadi Kota Pelayanan Informasi Publik di Sulsel

Selanjutnya, Pekerja Penerima Upah (PPU) Pemerintah sebesar 743 ribu jiwa (10,4 persen) dan PPU Swasta sebesar 346 ribu jiwa (4,8 persen). Adapun untuk bukan pekerja (penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan dan lain-lain) sebesar 224 ribu jiwa atau setara 3,1 persen.

Khusus di Sulsel, I Made menyebut Kabupaten Luwu dengan jumlah penduduk sebesar 294.072 jiwa telah terdaftar sebanyak 100 persen. Dengan demikian, Luwu bisa dikategorikan Universal Health Coverage (UHC) pelayanan dasar kesehatan pada rakyat terpenuhi secara keseluruhan.

Baca juga :   BNN Punya Model Penanggulangan Narkoba Berbasis Masyarakat

Terlepas dari keberhasilan itu, I Made mengungkapkan masih ada kendala dalam hal pelayanan kesehatan di Sulsel. Salah satunya yakni belum meratanya pelayanan, terutama distribusi fasilitas kesehatan. “Belum lagi, soal sebaran dokter yang belum merata di Puskesmas. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita, baik pemerintah pusat atau pemerintah daerah,” pungkasnya. (ADV)