Perusda
Bank SUlsel Bar

Caretaker Jeneponto Dipersoalkan, SYL Angkat Bicara

on 19/2/18 Oleh Hendra N. Arthur
Caretaker Jeneponto Dipersoalkan, SYL Angkat Bicara
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. [Foto: istimewa]

KabarMakassar.com --- Adanya aksi protes sejumlah pihak terkait kekosongan pejabat Caretaker Bupati Jeneponto mendapat tanggapan serius dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL)

"Iya, kita tunggu dari Menteri Dalam Negeri, sementara diproses sekarang Kementerian Dalam Negeri," kata SYL usai ditemui menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pinrang, Senin, 19 Februari 2018.

Terkait posisi Pejabat Sementara atau Pjs. Bupati Jeneponto, lanjut SYL keputusan sepenuhnya mutlak di Kementerian Dalam Negeri.

"Ini tuh kompetensi dari kementerian, bukan kompetensi Gubernur. Kalau tidak ada orang kan ada sistem yang mengatur, ada pelaksana harian," jelas SYL

Awak media melakukan konfirmasi langsung ke Gubernur Sulsel, SYL setelah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel Azhari F. Radjamilo enggan memberikan keterangan terkait proses pengusulan nama-nama pejabat Caretaker Bupati dan Walikota di Sulsel ke Kemendagri.

Sebelumnya, SYL telah mengukuhkan pejabat sementara Bupati/ Walikota dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur, Baruga Karaeng Pattingalloang. Jum'at 16 Februari 2018 lalu.

Meskipun dikabarkan ada 4 pejabat yang akan dikukuhkan, tapi sampai hari ini hanya 3 pejabat yang dikukuhkan. 

PLT Bupati dan Wali Kota yang dikukuhkan itu yakni Penjabat Sementara Bupati Bone Andi Bakti Haruni, Wali Kota Parepare Lutfi Natsir dan Wali Kota Palopo Andi Arwin Aziz.

Sementara itu, Gerakan Mahasiswa Peduli  Rakyat atau dikenal dengan Gempur direncanakan melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, hari ini

Aksi ini dilakukan lantaran pembatalan penetapan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Jeneponto yang di duga ada unsur kongkalikong dan terindikasi syarat dengan kepentingan Pilkada Serentak mendatang.

Unjuk rasa ini mereka lakukan karena adanya kandidat yang menguat menjadi Pjs. Bupati Jeneponto yang sudah tersebar luas di media online dan semua daerah sudah ditetapkan.

"Unjuk rasa kami lakukan lantaran adanya dugaan Gubernur Syahrul Yasin Limpo kongkalikong dengan terindikasi syarat kepentingan pilkada," ucap Jenderal Lapangan Gempur yang biasa akrab disapa Adhi Kansas ini.

Adhi Kansas menganggap ada indikasi kongkalikong dengan akan ditetapkannya pejabat Caretaker Jeneponto oleh Gubernur Sulsel nanti.

"Ini terkesan ada permainan politik praktis yang akan terjadi di penetapan Pjs. Bupati Jeneponto nanti," tudingnya mewakili massa yang akan turun aksi Senin besok.

Sedikitnya 50-an massa akan berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sulsel dengan tuntutan yakni :

  1. Gubernur Sulsel harus netral dalam penetapan pjs bupati jeneponto tanpa ada tujuan politik praktis dan dinasti.
  2. Jangan ada tendensi politik dalam penetapan pjs untuk kepantingan calon - calon tertentu pilkada Gubernur.