Perusda
Bank SUlsel Bar

Abu Tours Terbitkan Maklumat, Pemerhati Ini Buat Kalkulasi

on 10/2/18 Oleh Hendra N. Arthur
Abu Tours Terbitkan Maklumat, Pemerhati Ini Buat Kalkulasi
Pemerhati Industri Pariwisata Sulsel, Bambang Haryanto. [Foto: ist]

KabarMakassar.com --- Terkait pimpinan Abutours di Makassar memberikan jawaban resmi melalui maklumat terkait penundaan keberangkatan jemaah Abutours pada Januari lalu. 

Pemerhati Pariwisata Sulsel Bambang Haryanto akhirnya memutuskan untuk membuat kalkulasi yang bisa dipahami jemaah dan publik, Sabtu 10 Februari 2018.

Adanya alasan pihak biro perjalanan religi yang menilai penundaan keberangkatan itu akibat aturan Kementerian Agama melalui Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus 2018 telah menetapkan harga standar minimal umrah Rp20 juta.

"Harga minimum Rp20 juta yang di berlakukan Kemenag sangat realistis, sudah diperhitungkan agar semua pihak diuntungkan," tegasnya.

Demikian halnya dengan alasan penetapan pajak progresif 5 persen pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia yang menyebabkan penundaan keberangkatan jemaah.  

"Jikapun jamaah tidak di charge tambah bayar untuk tax atau pajak. Masih ada biaya tak terduga atau paling profit margin yang sedikit menyusut," ujarnya

Menurut mantan pengelola travel ini dalam melakukan kalkulasi biaya, pasti sudah diperhitungkan biaya tak terduga

Dia menilai pajak progresive 5% VAT (Value Added Tax) tidak terlalu mempengaruhi biaya perjalanan ibadah umrah.

"Apabila sejak awal komponen biaya dihitung secara cermat dan sesuai biaya sesungguhnya per item. Ini yang dimaksud real cost," urainya.

Menurutnya sah saja jika ada biro travel menjual dibawah harga umumnya. Dia mencoba menghitung kasar biaya terendah program 9 H (asumsi kurs konversi 1 USD = IDR13.500.000,-)

Jika tiket penerbangan Makassar ke Saudi PP dipatok Rp13 juta dengan biaya Visa umrah Rp1.000.000. 

Belum lagi ditambah akomodasi, transportasi, perlengkapan dan kebutuhan lainnya hingga Rp4 juta. Maka biaya produksi jasa perjalanan umrah ditentukan sebesar Rp18 juta dengan harga jual Rp19,5 juta. 

"Apakah bisa menjual dibawah harga tersebut? Tentu saja bisa, tetapi paket harus dijual dalam satu group dengan 40 pax. Mungkin hanya 2-3 orang saja yang memperoleh subsidi harga rendah," ujarnya

Dia pun memberikan asumsi sederhana bagaimana jika ada 10.000 jamaah yang membeli paket harga Rp16,5 juta "Jika dilihat dari biaya jasa umroh tadi. Berarti ada selisih sekitar Rp3 juta," ucapnya.

Pertanyaan yang kemudian muncul biaya 10.000 jemaah jika dikalikan  dengan selisih Rp3 juta tadi, maka totalnya menumpuk menjadi Rp30 miliar. "Dana itu diambil dari pos mana?. Mengapa calon jamaah disuruh menunggu sampai 1 tahun atau lebih," kata dia

Sedangkan dia merinci untuk booking seats penerbangan, visa umrah, land arrangemen di Saudi tidak sulit. Asal dilakukan sesuai prosedur dan siap finansial. "Lagi-lagi harga murah dijadikan strategi untuk merekrut konsumen," ujarnya

Menurutnya, uang tambahan yang dibebankan ke jamaah untuk menambah biaya keberangkatan sangat besar, sedangkan untuk menutupi pajak progresive 5%. "VAT 5% dikenakan hanya untuk biaya transaksi di Saudi," urainya 

Rinciannya itu meliputi biaya hotel, bus, meals, guide dan lain-lain. Jika Land Arrangement JED JED atau LA tadi sebesar Rp.4 juta dikalikan dengan kelipatan 5%, hanya mencapai Rp200.000 saja per orang. (*)