Perusda
Bank SUlsel Bar

Festival Phinisi Masuk 100 Event Pariwisata Nasional

on 14/9/18 Oleh Redaksi
Festival Phinisi Masuk 100 Event Pariwisata Nasional
Foto: Fitriani / KabarMakassar.com

KabarMakassar.com, Bulukumba -- Festival Phinisi yang dilaksanakan di Bulukumba telah resmi masuk dalam 100 Wonderfull Event Pariwisata Nasional, yang ditetapkan Kementrian Pariwisata.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi Festival Phinisi IX Tahun 2018, yang dilaksanakan di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Bulukumba, Kamis, 13 Agustus 2018.

Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali, mengaku bersyukur atas masuknya Festival Phinisi dalam 100 event terbaik pariwisata di Indonesia. Upaya pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan Festival Phinisi mendapat respon sangat baik dari pemerintah pusat, khususnya Kementrian Pariwisata. 

"Semoga capaian ini bisa dipertahankan, dan kami senantiasa mengevaluasi segala kekurangan yang ada," kata Andi Sukri. 

Ia berharap, dengan kehadiran Andi Sudirman Sulaiman sebagai Wakil Gubernur, bisa memberikan semangat baru dalam memajukan pariwisata di Bulukumba. Apalagi, Festival Phinisi ini untuk meningkatkan sektor pariwisata dan budaya. 

"Di Bulukumba kita punya wisata di dataran tinggi seperti di Desa Kahayya, di dataran rendah ada Bira. Ada juga kekayaan budaya Kajang dan juga Phinisi," ujarnya. 

Andi Sukri mengungkapkan, pada Desember 2017 lalu, Phinisi berhasil masuk sebagai warisan budaya takbenda oleh Unesco. Hak cipta pembuatan perahu phinisi juga telah dimiliki oleh masyarakat Bulukumba. Saat ini, tugas pemerintah daerah adalah mengurus Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) perahu phinisi. 

"Perahu phinisi tidak hanya menjadi kebanggaan kami, tapi seluruh masyarakat Sulsel. Kita bisa membuktikan bahwa phinisi lahir sebagai kekayaan budaya Bulukumba sebagai daerah maritim," terangnya. 

Untuk pengembangan pariwisata, Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba juga akan berkolaborasi dengan daerah lain. Pemda Bulukumba akan berkolaborasi dengan Kabupaten Badung dan Kepulauan Selayar. 

"Kabupaten Badung mendapatkan pemasukan Rp 5,7 triliun dari sektor pariwisata. Kita akan kemas paket, wisatawan Badung ke Selayar, kemudian ke Bulukumba," tuturnya. 

Kepada Wakil Gubernur, Bupati Bulukumba meminta speedboat untuk mendirect wisatawan dari Selayar ke Bulukumba. 

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata  Kementrian Pariwisata untuk Sulawesi, Novrida, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi masyarakat dan pemda yang telah berhasil melaksanakan event Festival Phinisi ini.  Untuk masuk dalam 100 Wonderfull Event, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Antara lain, diselenggarakan rutin dengan jadwal tetap, tersosialisasi luas melampaui batas regionalnya, pengunjung melewati batas wilayah, mendatangkan turis mancanegara, diselenggarakan profesional, didukung aksesibilitas dan amenitas, dan event juga harus unik dan brand khusus. 

"Festival juga menampilkan atraksi budaya unik. Di Bulukumba ini ada ritual adat Kajang," ungkapnya. 

Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, optimistis pariwisata Bulukumba bisa menyaingi pariwisata Bali. 
Soal speedboat yang diminta Bupati Bulukumba, Andi Sudirman mempersilakan untuk mengajukan proposal. 

"Semoga bisa diprioritaskan. Apalagi wisata adalah salah satu lima program unggulan Prof Andalan," ujarnya. 

Iapun memberikan masukan untuk kemajuan pariwisata. Diantaranya, harus ada sistem informasi dan publikasi yang terkoneksi. Dimana, harus diciptakan aplikasi lengkap mengenai destinasi wisata, fasilitas, hingga biaya yang dibutuhkan. 

"Kami juga sedang mengkaji untuk bandara wisata Bulukumba. Karena kalau bandara untuk perhubungan umum itu sudah tidak bisa, maka harus bandara wisata," ujar Andi Sudirman. (*)