Lecehkan Makam di Toraja, Dua Wisatawan ini Bayar Denda Adat

Sumber: KabarToraja.com

Lecehkan Makam di Toraja, Dua Wisatawan ini Bayar Denda Adat

KabarMakassar.com -- Dua wisatawan yang melakukan hal tidak terpuji di Obyek wisata Kete'Kesu Toraja Utara akhirnya membayar denda hukum adat yang diterimanya. Sebelumnya dua wisatawan tersebut melakukan pelecehaan terhadap tengkorak dan tulang leluhur di lokasi wisata Kete'Kesu.

Rendi dan Kiki wisatawan yang melakukan pose dengan menginjak tengkorak dan memainkan tulang dari peninggalan sejarah nenek moyang tersebut diciduk aparat kepolisian di Polsek Panakukang Makassar. Keduanya diperiksa dan dibawah ke Toraja Utara dan diserahkan ke Polres Tana Toraja hingga berakhir di hukum adat.

Satu ekor babi senilai Rp2,5 Juta membuat Rendi dan Kiki diwajibkan untuk membayara denda tersebut. Secara adat keduanya hadir ditengah-tengah tokoh adat dan keluarga besar Kete'kesu di Toraja Utara.

Sementara itu ketua adat Kete'Kesu yang juga Ketua Yayasan Objek wisata Kete Kesu', Layuk Sarungallo menyatakan bahwa itu adalah pertama kalinya pelanggaran adat di objek wisata Kete Kesu'. 

"Ini pelanggaran adat yang pertama kali, dan hal yang dilakukan keduanya juga merupakan hal yang dilarang namun bukan pelanggaran berat, dikarenakan keduanya tidak dengan sengaja, melainkan hanya memaerkan dirinya sudah berada di Toraja"kata Layuk.

Untuk diketahui pula jika Rendi dan Kiki telah meminta maaf kepada keluarga yang berada di Kete'kesu dan hal tersebut dilakukan karena hanya ingin pamer kepada teman-temannya di medsos bahwa keberadaannya di Toraja mengunjungi Obyek Wisata Kete'Kesu yang baru-baru mendapatkan penghargaan Anugerah Pesona Indonsia (API) 2017 sebagai kampung adat terpopuler yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan sebuah situs perjalanan wisata. 

"Jadi mereka itu kita berikan Hukuman Sanksi Adat dengan potong babi saja, tapi satu ekor sesuai kemampuan. Dan saya juga minta jangan dilihat dari harga babinya tapi marilah kita lihat dari kesadarannya. Dan kedua pengunjung ini berjanji tidak akan mengulaluinya lagi. Mereka juga sudah melakukan ritual adat kemarin di sini"tambah Layuk Allo kepada KabarToraja.com, Selasa 27 Maret 2018.

Rendi dan Kiki yang melanggar hukum adat menyatakan bahwa dengan adanya sanksi ini menjadi pembelajaran buat mereka berdua, untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan adat, serta menghargai peninggalan sejarah terlebih adalah makam para leluhur di Toraja.

"Ini jadi pelajaran kami berdua untuk menghargai sejarah peninggalan dan adat di negeri ini. kami juga berterimakasih kepada pihak Kepolisan yang sudah membantu kami memfasilitasi dengan keluarga besar Kete'Kesu. Dan kami berdua berjanji tidak akan mengulanginya lagi"kata Rendi. 

Rendi dan Kiki juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga Kete Kesu, pasalnya dengan adanya kesalahan yang dilakukan tersebut. Kini keduanya seperti menjadi keluarga di Kete Kesu setelah hal yang tidak terpuji dilakukan. Bahkan Rendi mengatakan jika dirinya berasal dari Suku Sunda dan berdomisili di Makassar, warga Todopuli Raya dan Kiki sendiri merupakan asli suku Toraja.

Kini kedua wisatawan tersebut bernafas lega setelah sepekan lebih dirinya tidak tenang dengan adanya tekanan di media sosial hingga berujung pada denda adat di Toraja Utara.

Penulis :

Editor :