Komplotan Pencuri Mesin Pompa Air Petani Dibekuk Polisi

Komplotan Pencuri Mesin Pompa Air Petani Dibekuk Polisi
Komplotan Pencuri mesin pompa air yang berhasil dibekuk di kantor desa Pa'rappunganta Kec. Polongbangkeng Utara Kab. Takalar.

KabarMakassar.com--Pencurian mesin pompa air ladang sawah milik petani yang hendak disumbangkan kepada kelompok tani diraib maling di kantor desa Pa'rappunganta Kec. Polongbangkeng Utara Kab. Takalar.

Selama sebulan alat mesin pompa air petani dikantor desa menjadi tanda tanya, siapa dalang yang tega mencuri mesin baru tersebut hingga kelompok tani tak bisa menggunakan untuk menanam padi.

Komplotan maling mesin pompa air ini beranggotakan Maluddin rewa (45), Sompo tagang (45), Kuba rurung (47), warga Takalar yang sempat buron diringkus dirumahnya yang asik tidur dengan keluarganya

Tim Buser Polsek Polongbangkeng Utara dibantu Tim Hantu Malam Resmob Takalar mengejar pelaku dan alhasil dapat diringkus selama sebulan lamanya dan penuh penyelidikan akurat

Kanit Reskrim Polsek Polongbangkeng Utara Aiptu Suaib Pasang mengatakan, ada 3 terduga pelaku yang merencanakan dengan matang aksi kejahatannya dan modus aksinya sangat sadis lantaran merusak daun pintu jendela kantor desa yang terkunci rapat.

"Modus komplotan ini sangat sadis karena mereka sampai merusak kantor desa tempat penyimpanan sementara mesin pompa air ladang sawah milik petani yang akan disumbangkan," kata Suaib kepada wartawan KabarMakassar.com, Senin (16/09).

Kendati demikian, dari hasil penggrebekan polisi temukan barang bukti 2 mesin pompa air seharga puluhan juta rupiah dan alat yang digunakan untuk menjalakan aksinya.

“kami juga telah menemukan barang bukti 2 mesin hasil perampokannya dan beberapa alat yang digunakan untuk menjalakan aksinya,” ujar Suaib berpangkat Aiptu ini.

Suaib menambahkan pelaku ini kerap melakukan aksi pencurian dirumah kosong pula dan komplotan tersebut berjumlah 4 orang, dan 1 rekan pelaku otaknya masih buron namun identitas pelaku sudah dikantongi, komplotan maling usai mencuri paksa barang bukti dijual lalu hasilnya digunakan untuk berfoya-foya mabuk serta judi.

“jadi sebenarnya komplotan ini beranggotakan 4 orang dan satu orangnya itu masih buron, tapi kami sudah kantongi namanya dan mereka juga sudah sering melakukan aksinya di rumah kosong,” tambah Aiptu Suaib

Kini ke 3 komplotan pencuri tersebut digelandang ke Polsek Polongbangkeng Utara untuk menjalani pemeriksaan yang dikenakan pasal 363 ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Penulis : Saleh Sibali

Editor : Supriadi Maud