Curahan Hati Pedagang Kecil Pasca Bentrok Dua Kelompok Di Makassar

Curahan Hati Pedagang Kecil Pasca Bentrok Dua Kelompok Di Makassar
Kaca dagangan penjual nasi goreng pecah, pasca bentrokan dua kelompok di jalan Lanto Daeng Pasewang, Senin (18/8).

KabarMakassar.com -- Pasca bentrokan antar dua kelompok pemuda di Jalan Lanto Dg. Pasewang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengakibatkan sejumlah pedagang kaki mengalami kerugian.

Rudy salah satu penjual nasi goreng yang berjualan di pertigaan jalan Lanto Dg. Pasewang dan jalan Rusa (depan RS Jiwa Dadi) mengatakan mengalami kerugian akibat dari kejadian ini.

"Kaca jualan pecah, piring sama gelas juga. Kerugian materi sekitar satu jutaan. Kan harusnya dapat uang tapi jadinya begini yah terpaksa di tutup," kata Rudy saat di wawancara reporter KabarMakassar.com, Senin (18/8) malam.

Ia pun mengaku masih bingung siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian yang ia alami. 

Selain itu ia juga berharap agar kejadian seperti ini (bentrok) tidak terjadi lagi sehingga pihak-pihak yang tidak mengetahui apa-apa itu tidak di rugikan.

"Saya tidak tau yang mau tanggung jawab siapa nanti. Tadi batu banyak disni mas, cuman sudah di bersihkan. Saya berharap kejadian ini mas tidak terjadi lagi karena merugikan semuanya orang. Yang nda tau juga rugi, itukan urusan mereka, terutama kita ini penjual tidak tau masalah kenna juga dampaknya," harap Rudy.

Selain Rudy, Daeg Uceng salah satu penjual Pallubasa juga mengeluhkan hal yang sama.

"Saya tadi lari tinggalkan jualanku. Hujan baruki tadi disini, itu beberapa mangkok-mangkok pecah kenna bati," kata Daeng Uceng.

Sementara PJ Wali Kota Makassar, M Iqbal S Shuaeb yang juga turun langsung memantau kondisi dan situasi di lokasi kejadian menyebut besok ia masih akan turun melakukan pemantauan dan pendataan terkait kerugian yang di akibatkan dari bentrokan ini.

"Kalau kami tahu apa itu pasti kami bantu, nanti besok kami akan data apa-apa saja itu, pasti kita bantu semua," Kata Iqbal saat di wawancara di lokasi kejadian.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Fritz Wongkar