Anak Yatim Pengibar Bendera Pusaka di Kota Makassar

Anak Yatim Pengibar Bendera Pusaka di Kota Makassar
Adam Irfandi Putra Tumadang (16), siswa SMKN 1 Makassar yang terpilih menjadi salah satu Paskibraka Kota Makassar tahun 2019.

KabarMakassar.com -- Adam Irfandi Putra Tumadang (16), adalah salah satu siswa SMKN 1 Makassar yang terpilih menjadi salah satu petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Makassar tahun 2019.

Adam tinggal di Jalan Nuri Lama, merupakan anak yatim dimana ia dan dua orang kakaknya saat ini hanya tinggal ditemani oleh ibunya (Winarti) yang sehari-harinya bekerja serabutan.

"Ayah sudah tidak ada, itu juga membuat saya semangat, dukungan kakak juga. Saya ingin kasi bahagia Ibu karena hanya tinggal sendiri. Kerjanya juga tidak ada," kata pria kelahiran Luwuk Banggai 3 Desember 2002 itu saat ditemui di sela-sela latihannya, Rabu (14/8). 

Adam berhasil lolos dalam tahap seleksi Paskibraka tahun 2019, dimana dari 108 pendaftar hanya 70 yang diterima untuk tingkat Kota Makassar dan salah satunya adalah dirinya. 

Sebelum bergabung di Paskibraka tingkat Kota, Adam sudah bergabung dengan organisasi Pasukan Pengibar Bendera atau PASKIB di sekolahnya. 

Dengan alasan hendak menguji mental dan fasih berbicara di depan umum, sejak itulah Adam mulai jatuh cinta dengan organisasi PASKIB ini.

"Kan dulu ada MOS, ada promo organisasi, saya liat ad PASKIB, waktu itu juga pas moment Agustus, awalnya saya bingung antara PASKIB dengan OSIS, tapi karena saya liat orangnya keren-keren, sekalian juga mau latih mentalku yang payah saya gabungmi. Dari situ saya mulai latihan latihan," sambung Adam. 

Adam mengaku selama bergabung ke dalam Paskibraka, banyak mendapatkan pelajaran-pelajaran baru, dan teman-teman yang baru.

Dari awal Adam memang telah mempersiapkan semuannya dimana sebelum pendaftaran Paskibraka di buka dirinya telah siap.

"Karena cita-citanya mau jadi Tentara, pas bulan Desember ada kabar dari kakak Paskibra, bulan Januari atau Februari akan terbuka seleksi paskibraka disitu mulai saya lari-lari, atur-atur badan supaya fisik bagus," ungkap Adam.

Adam juga mengaku jika orang tuanya sempat tidak setuju. Namun karena melihat kegigihan Adam hingga akhirnya perlahan mulai merestui.

"Orang tua sangat mendukungmi 100%. Alhamdulillah orang tua mulai kurang-kurang marah," kata Adam degan raut wajah ceria.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Prisatno