Perusda
Bank SUlsel Bar

Fenomena Mukbang dari Korsel Mewabah di Indonesia

on 13/3/18 Oleh Fritz Wongkar
Fenomena Mukbang dari Korsel Mewabah di Indonesia
Mukbang Korea [int]

KabarMakassar.com -- Mukbang adalah bahasa Korea yang berasal dari kata muk-ja yaitu makan dan bang-song yaitu siaran. Menayangkan diri sendiri di depan kamera saat lagi makan dan ditonton ribuan penonton internet adalah salah satu tradisi unik di Korea.

Para bintang yang menampilkan diri mereka disebut sebagai broadcast jockey atau BJ. Zaman yang serbah canggi sekarang ini netizen pasti tidak asing lagi mendengar kata "mukbang'. Tren yang awalnya populer di Korea Selatan ini, juga sudah mulai menjamur di Indonesia.

Semakin banyak saja Youtuber atau orang yang merekam dirinya sedang menyantap makanan porsi besar dan mengunggahnya ke internet. Kenapa juga ada orang yang mau melihat orang asing makan dengan rakusnya? Bukan cuma mau melihat, banyak orang Korea Selatan yang bahkan rela membayar demi melihat mukbang.

Meski konsep ini masih terdengar aneh buat sebagian orang, QUARTZ  melaporkan bahwa pelaku mukbang di Korea Selatan sampai ada yang bisa menghasilan US$10 ribu atau Rp130 juta per bulannya. Wow! food lovers juga pasti tahu dengan fenomena mukbang yang makan banyak namun tetap kuru.

Jadi, sesuai dengan asal namanya, Mukbang pertama dilakukan oleh orang-orang Korea Selatan. Mukbang Korea ini kemudian menjadi popular di Korea Selatan pada tahun 2010an. Hingga kini, Mukbang Korea ini tidak hanya dilakukan oleh orang Korea Selatan, tetapi juga telah dilakukan oleh orang-orang dari segala penjuru negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapore, Jepang, China, Australia, serta Indonesia, lho.

Tren Mukbang, Amankah?

Ketika seseorang menjalani tren mukbang dimana makan dalam jumlah besar maka akan berpotensi menyebabkan kelebihan berat badan bahkan obesitas akut apabila tidak diimbangi dengan olahraga. Mukbang cenderung membuat seseorang makan terlalu cepat. Makan terlalu cepat akan membuat makanan yang dikonsumsi tidak dikunyah hingga lembut sehingga dapat memberatkan kinerja organ pencernaan. Usus dan organ pencernaan lainnya akan memproses makanan yang masuk melalui mulut, sebelum nutrisi disalurkan ke seluruh jaringan tubuh. Jika makanan tidak dilumat di mulut dengan optimal, tentu organ pencernaan akan bekerja lebih keras.

Maka dari itu Mukbang dapat dilakukan sesekali, namun harus diimbangi dengan olahraga sebagai tindakan kompensasi atas asupan yang dikonsumsi untuk mencegah peningkatan berat badan. Konsumsi makanan yang besar harus diimbangi dengan pengeluaran energi yang besar pula, karena dengan begitu keseimbangan kalori akan tercapai. Namun, ada baiknya kompensasi yang dilakukan tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Selain itu, disarankan untuk tidak menjadikan mukbang sebagai gaya hidup karena apabila dilakukan terus menerus, mukbang berbahaya bagi kesehatan. Seiring dengan bertambahnya usia maka proses metabolisme seseorang akan melambat. Penurunan metabolisme bisa terjadi akibat komposisi tubuh dan massa otot yang mulai berubah. Memasuki usia 50, massa otot di dalam tubuh akan mengalami penurunan hingga 20 persen. Otot yang dimaksud di sini adalah termasuk otot-otot pada organ pencernaan. Bila massa otot berkurang, maka tubuh pun semakin tidak mampu mencerna makanan dengan baik. [Nurfadillah Sofyan]