Perusda
Bank SUlsel Bar

Perlukah ke Dokter Saat Sariawan?

on 11/3/18 Oleh Muhammad Fajar Nur
Perlukah ke Dokter Saat Sariawan?
ilustrasi.(Ist)

KabarMakassar.com --- Salah satu penyakit yang sangat umum bagi masyarakat adalah sariawan. Sariawan sebagai salah satu jenis infeksi rongga mulut tergolong penyakit sederhana karena biasanya tanpa perlu melakukan pengobatan tertentu, sariawan dapat pulih dengan sendirinya. Namun, perlukah sariawan dikonsultasikan ke dokter? apa saja penyebab sariawan dapat mengakibatkan masalah serius hingga perlu konsultasi dengan dokter anda?

Dilansir dari Liputan6.com, Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, Drg. Rahmi Amtha, MDS, SpPM, PhD, mengatakan sariawan termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya.

Meski demikian, Rahmi menjelaskan ada beberapa kondisi sariawan yang harus dikonsultasikan dengan dokter jika terjadi pada seseorang. berikut beberapa kondisi yang harus anda perhatikan ketika anda menderita sariawan:

1. Sariawan tak kunjung sembuh setelah empat minggu

Rahmi mengatakan pada umumnya, sariawan akan sembuh dalam waktu kurang dari empat minggu. Namun demikian, jika tak kunjung sembuh, sariawan berpotensi memunculkan masalah pada tubuh.

"Kita lihat dulu penyebab sariawannya. Bisa jadi karena masalah pencernaan, atau justru berujung pada kanker mulut," ujar Rahmi.

2. Pinggiran mengeras dan menggulung

Salah satu indikasi sariawan adalah bagian pinggir luka yang membengkak. Hal ini karena terjadi iritasi pada bagian yang terkena sariawan tersebut.

Namun demikian, jika pinggiran pada sariawan mengeras dan menggulung, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Hal ini karena iritasi yang menimbulkan peradangan pada sariawan.

3. Tidak ada faktor iritasi di sekitar sariawan

Infeksi rongga mulut atau sariawan bisa terjadi di seluruh bagian. Rahmi mengungkapkan sariawan yang di sekitarnya tidak ada faktor risiko yang menyebabkan iritasi, seperti gigi yang tidak rata dan behel, sebaiknya segera mengunjungi dokter.

"Kita harus cari tahu latar belakang munculnya sariawan itu. Bisa jadi berisiko menimbulkan penyakit berbahaya, bahkan kanker mulut," tutur Rahmi.

4. Berulang terus tanpa diketahui pemicunya

Rahmi mengatakan sariawan bisa disebabkan oleh beragam faktor. Meski sariawan dapat terjadi berulang kali, bila tidak terdeteksi pemicu dari sariawan tersebut, sebaiknya Anda memeriksakannya ke dokter.

Hal ini bisa jadi sariawan merupakan indikasi dari penyakit mulut yang lebih serius.

Perlukah ke Dokter Saat Sariawan?

KabarMakassar.com --- Salah satu penyakit yang sangat umum bagi masyarakat adalah sariawan. Sariawan sebagai salah satu jenis infeksi rongga mulut tergolong penyakit sederhana karena biasanya tanpa perlu melakukan pengobatan tertentu, sariawan dapat pulih dengan sendirinya. Namun, perlukah sariawan dikonsultasikan ke dokter? apa saja penyebab sariawan dapat mengakibatkan masalah serius hingga perlu konsultasi dengan dokter anda?

Dilansir dari Liputan6.com, Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, Drg. Rahmi Amtha, MDS, SpPM, PhD, mengatakan sariawan termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya.

Meski demikian, Rahmi menjelaskan ada beberapa kondisi sariawan yang harus dikonsultasikan dengan dokter jika terjadi pada seseorang. berikut beberapa kondisi yang harus anda perhatikan ketika anda menderita sariawan:

1. Sariawan tak kunjung sembuh setelah empat minggu

Rahmi mengatakan pada umumnya, sariawan akan sembuh dalam waktu kurang dari empat minggu. Namun demikian, jika tak kunjung sembuh, sariawan berpotensi memunculkan masalah pada tubuh.

"Kita lihat dulu penyebab sariawannya. Bisa jadi karena masalah pencernaan, atau justru berujung pada kanker mulut," ujar Rahmi.

2. Pinggiran mengeras dan menggulung

Salah satu indikasi sariawan adalah bagian pinggir luka yang membengkak. Hal ini karena terjadi iritasi pada bagian yang terkena sariawan tersebut.

Namun demikian, jika pinggiran pada sariawan mengeras dan menggulung, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Hal ini karena iritasi yang menimbulkan peradangan pada sariawan.

3. Tidak ada faktor iritasi di sekitar sariawan

Infeksi rongga mulut atau sariawan bisa terjadi di seluruh bagian. Rahmi mengungkapkan sariawan yang di sekitarnya tidak ada faktor risiko yang menyebabkan iritasi, seperti gigi yang tidak rata dan behel, sebaiknya segera mengunjungi dokter.

"Kita harus cari tahu latar belakang munculnya sariawan itu. Bisa jadi berisiko menimbulkan penyakit berbahaya, bahkan kanker mulut," tutur Rahmi.

4. Berulang terus tanpa diketahui pemicunya

Rahmi mengatakan sariawan bisa disebabkan oleh beragam faktor. Meski sariawan dapat terjadi berulang kali, bila tidak terdeteksi pemicu dari sariawan tersebut, sebaiknya Anda memeriksakannya ke dokter.

Hal ini bisa jadi sariawan merupakan indikasi dari penyakit mulut yang lebih serius.