Perusda
Bank SUlsel Bar

Sekolah Di Gusur, Siswa SMA 2 Rantepao Gelar Aksi Demo

Andarias Padaunan

on 27/9/18 Oleh Fritz Wongkar
Sekolah Di Gusur, Siswa SMA 2 Rantepao Gelar Aksi Demo
Aksi Demo Siswa SMA 2 Rantepao

KabarMakassar.com -- Ribuan siswa SMA 2 Rantepao melakukan aksi demonstrasi di Kota Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Para siswa dan juga alumni SMA 2 Rantepao tak terima putusan pengadilan jika sekolah tersebut bakal di gusur.

Dimana sebelumnya hasil keputusan Pengadilan Negeri Makale dan Pengadilan Tinggi Makassar memenangkan ahli waris Haji Ali dan Hj Samate dalam kasus gugatan tanah terhadap pemerintah kabupaten Toraja Utara, yang salah satu lokasi gugatannya adalah tanah dimana merupakan bangunan SMA Negeri 2 berdiri.

Aksi para siswa dan Alumni SMA 2 tersebut dilakukan didua lokasi dimana unjukrasa berkumpul di tugu Kandian Dulang pusat kota Rantepao dan berjalan menuju Kantor DPRD Toraja Utara.


"Kami menolak dengan tegas keputusan Pengadilan Negeri Makale dan Pengadilan Tinggi Makassar, yang tidak memperhatikan hak-hak publik, terutama fasilitas pemerintah dan pendidikan yang berdiri di atas lahan sengketa,” tegas Yulianus Sarira, Koordinator Aksi.

Yulianus menegaskan para siswa dan alumni yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja Utara untuk Keadilan melakukan aksi damai untuk terhadap ketidakadilan dan mati peradilan di Indonesia, dimana ruang publik yang sudah puluhan tahun digunakan oleh masyarakat dan generasi muda dirampas oleh mafia peradilan dan beberapa oknum yang telah mengambil hak publik.

“Kalau aksi kami ini tidak diindahkan oleh pemerintah pusat dan lembaga-lembaga terkait, kami akan melakukan aksi yang lebih besar, hingga pengadilan membatalkan keputusan yang sangat merugikan masyarakat Toraja Utara tersebut,” tegas yulius. 


Terpisah dengan salahsatu siswa SMA 2 Rantepao, Mika Paembonan berharap agar sekolahnya tidak digusur, dimana ia dalam waktu dekat ia akan ujian, dan proses belajar mengajar terganggu. "Kami harap tidak digusur, kasihan orang tua kami ini bayar uang sekolah, mau juga ujian. Dimana kami belajar kasian"kata Mika Paembonan. 

Kepala Sekolah SMA 2 Rantepao, Yulius L Bangke mengatakan, akibat dari informasi bakal digusur, siswa kami tidak tenang belajar dan ini sudah diluar kemampuan kami siswa tak belajar. "Kita berharap persoalan ini selesai, biarkan anak-anak sekolah dan meminta sekolah tak digusur"ujar Kepala Sekolah SMA 1 Rantepao.

Keputusan Pengadilan Negeri Makale ini kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Makassar, alhasil seluruh siswa dan alumni turun kejalan terkait putusan terhadap perkara perdata nomor 2/Pdt.G/2017/PN Makale, yang menyatakan bahwa tanah yang dahulunya dikenal dengan nama Pacuan Kuda adalah milik penggugat Haji Ali dan Hj Samate.

Untuk itu, pemerintah kabupaten Toraja Utara sebagai tergugat bersama tergugat lainnya, harus membayar kerugian material sebesar Rp150 miliar. Pemkab Toraja Utara, PT Telkom, dan Badan Pertanahan ATR Tana Toraja, juga diharuskan membayar kerugian immaterial sebesar Rp500 juta.

Untuk diketahui, lokasi sengketa saat ini, yakni Lapangan Gembira dan Pacuan Kuda, sudah berdiri beberapa bangunan pemerintah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas olahraga. Diantaranya Gedung SMA Negeri 2 Rantepao, Gedung Olahraga Rantepao, Puskesmas Rantepao, Kantor Kelurahan Rante Pasele, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Rantepao, Kantor Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Kantor Samsat Sulsel, dan Kantor PT Telkom Indonesia.