Cara Aman Selamatkan Diri Dari Hantaman Topan Mangkhut

Cara Aman Selamatkan Diri Dari Hantaman Topan Mangkhut

KabarMakassar.com -- Badai Taifun Mangkhut yang telah mengancam Filipina dengan gagal panen dan menyebabkan masyarakat di wilayah China Selatan terperangkan akibat hujan lebat dan kecepatan angin hingga 162 kilometer per jam menjadi salah satu faktor diperlukannya perhatian lebih masyarakat akan kondisi cuaca saat ini.

Setelah menghancurkan beberapa wilayah di Filipina hingga menewaskan sedikitnya 25 orang, Topan Mangkhut terlihat menuju ke arah Hong Kong dan pantai China selatan sejak Minggu, 16 September 2018.

Walau tidak mengarah ke wilayah Indonesia, berdasarkan informasi yang diterima Redaksi KabarMakassar.com dari situs resmi Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 17 September 2018, gelombang laut Indonesia masih diwarnai dengan tinggi gelombang laut yang berada pada titik ketinggian antara 0,5 hingga 2.5 meter.

Selain ketinggian air laut yang tinggi di wilayah Indonesia Barat, angin kencang yang juga mewarnai cuaca di benua Asia menyebabkan maskapai nasional Garuda Indonesia turut membatalkan penerbangan ke Hong kong pada tanggal 15 hingga 16 September 2018 kemarin disusul oleh Maskapai penerbangan AirAsia yang membatalkan beberapa penerbangan dari dan menuju Hongkong, Makau, Guangzhou, Shenzhen, dan Shantou sejak 15 hingga 18 September 2018 dan memberikan pilihan penumpang untuk memilih salah satu dari pilihan layanan kompensasi.

Dikutip dari Channel News Asia pada Senin, 17 September 2018, topan tropis Mangkhut dianggap sebagai Topan terkuat di kawasan Asia tahun ini, membawa angin kencang berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam, setara dengan badai kategori 5 skala Saffir-Simpson.

Hong Kong bahkan telah menaikkan sinyal bahaya topan ke No.10 yang merupakan peringatan level tertinggi dan mengevakuasi masyarakat daerah dataran rendah yang terancam berhadapan dengan ombak besar akibat badai hingga setinggi 3,5 meter.

Lantas apa yang perlu dilakukan saat badai besar datang?

Berikut rangkuman berbagai sumber yang telah dikumpulkan Redaksi KabarMakassar.com agar anda dapat tetap aman di tengah cuaca buruk:

1. Jangan Berdiri di Bawah Pohon yang Tinggi dan Dataran Luas

Pohon tinggi biasanya adalah pohon yang fisiknya sudah mulai rapuh akibat usia tua. Sebaiknya kita tidak berlindung di pohon yang seperti itu karena mudah sekali tumbang.  Begitu pula saat badai dan angin kencang bertiup, hindari berlindung di dataran yang luas guna mencegah tubuh terbawa angin berkecepatan tinggi dan sambaran petir.

2. Berlindunglah di dalam Bangunan yang Kokoh

Sebuah bangunan yang kokoh akan sulit dirubuhkan oleh angin atau pun petir sehingga sangat cocok sebagai tempat untuk menyelamatkan diri. Bangunan roboh dan lemparan benda-benda akibat angin kencang merupakan salah satu penyebab banyaknya korban tewas akibat Topan Mangkhut.

3. Pantau Perkembangan Cuaca

Ini perlu dilakukan agar bisa menyesuaikan aktivitas kita dan mengetahui apakah badai sudah mereda atau malah semakin berbahaya. Informasi-informasi yang ada juga bisa membuat kita lebih siap untuk menghadapi badai. Anda juga dapat melihat perkembangan cuaca terkini di situs resmi BMKG Indonesia. Informasi mengenai cuaca ekstrim seperti Topan Mangkhut telah diprediksi oleh BMKG dan dapat membantu untuk segera melakukan evakuasi.

4. Jika Berkendara, Tetap di dalam Mobil dengan Kaca Tertutup

Jika badai datang di saat kita sedang berada di dalam mobil, segeralah menutup kaca mobil dan menyetirlan ke yang aman kemudian berhentilah di sana sambil menunggu redanya badai. Namun, jika angin yang angin sangat kencang, berhentilah segera dan matikan mesin mobil, agar aman dan tidak terbawa arus angin yang bisa mencelakai kita.

5. Jangan Menggunakan Telepon Kabel

Saat petir menyambar instalasi telepon, petir tersebut bisa melalui instalasi dan menyambar kabel teleponnya. Tentu keadaan ini sangat membahayakan kita. Lebih baik menggunakan telepon genggam dari pada telepon kabel saat badai datang.

Sekedar informasi, tahun lalu topan Hato juga menghantam kawasan Asia terkhusus Hong Kong hingga menewaskan sembilan orang dan menciptakan sejumlah kerusakan di Makau.

Penulis :

Editor :