Kepesertaan BPJS Masih 60% di Sulsel

Kepesertaan BPJS Masih 60% di Sulsel

KabarMakassar.com -- Setelah tahun 2019 nanti, Pemerintah harus memastikan masyarakatnya telah memiliki jaminan kesehatan (BPJS Kesehatan), saat ini baru 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota yang telah Universal Health Coverage (UHC).

UHC adalah suatu konsep reformasi pelayanan kesehatan yang mencakup beberapa aspek antara lain aksesibilitas dan equitas pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang berkualitas dan komprehensif yang meliputi pelayanan preventif, promotif, curatif sampai rehabilitatif dan 

Serta mengurangi keterbatasan finansial dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bagi setiap penduduk.

Terdapat tiga dimensi pada UHC, yaitu
Penerima manfaat pelayanan kesehatan-seluruh penduduk (beberapa referensi menyebutkan suatu negara dikatakan tercapai jika lebih dari 80 persen penduduk terlindungi oleh asuransi kesehatan),
Ketersediaan pelayanan esensial yang merata dan aksesibel, dan cakupan perlindungan kesehatan-mulai dari pelayanan sederhana sampai pelayanan berbiaya mahal yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Adapun Kepesertaan di atas 95 % yaitu : Takalar, Bantaeng, Selayar, Sinjai, Barru, Pare-Pare, Sidrap, Luwu, Luwu Timur, dan Palopo.

Sedangkan Kabupaten/Kota yang sudah masuk Zona Hijau diantaranya Pangkep, Bone, Soppeng, Tana Toraja dan Toraja Utara. 

Adapun Kabupaten/Kota yang masih masuk zona kuning atau tingkat kepesertaan sekitar 60 % - 79 % sebanyak 8 Kabupaten/Kota yaitu Gowa, Maros, Makassar, Bulukumba, Jeneponto, Pinrang, Luwu Utara dan Enrekang.

Hingga saat ini Tinggal 1 Kabupaten yang masih Zona Merah Kepesertaan dibawah 60% yaitu Kabupaten Wajo.

Inilah yang menjadi target Pemerintah Kabupaten/Kota khususnya yang masih berada pada zona kuning dan merah agar segera melakukan upaya percepatan menuju UHC sebelum akhir tahun 2019.

Penulis :

Editor :