Perusda
Bank SUlsel Bar

Kunci Motor Longgar, Satpam UIN Pukuli Mahasiswa Tanpa Bukti

on 25/5/18 Oleh Redaksi
Kunci Motor Longgar, Satpam UIN Pukuli Mahasiswa Tanpa Bukti
Ilustrasi.(Ist)

Kunci Motor Longgar, Satpam UIN Pukuli Mahasiswa 

KabarMakassar.com -- Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melakukan tindakan main hakim sendiri dengan memukul dua mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi akibat miskomunikasi yang terjadi antara Satpam kepada kedua Mahasiswa pada Kamis siang, 24 Mei 2018.

Kedua mahasiswa berinisial AG dan SA menjadi korban dengan luka lebam di wajahnya lantaran terkena pukulan dari Satpam UIN setelah diduga melakukan pencurian motor di wilayah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Sebelumnya, AG mengaku hendak membeli ikan untuk persiapan buka puasa bersama SA dengan meminjam motor milik junior di jurusannya. 

"Mauka pergi beli ikan untuk buka puasa, ku pinjam motornya juniorku. Karena saya lupa bertanya plat motornya, jadinya saya berpatokan dengan kunci motor Honda sesuai yang diberikan, saat di parkiran saya mencoba di salah satu motor dan ada yang pas," jelas AG saat diwawancarai.

Ketika sedang mengendarai motor tersebut, salah seorang keluarga mengenali Motor yang tengah dikendarai AG dan memberhentikan kedua mahasiswa tersebut untuk mempertanyakan kejelasan penggunaan motor di wilayah kampus yang beralamat di Jalan Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Somba Opu, Gowa.

"Awalnya cerita baik-baikji kakak yang punya motor, tiba-tiba satpam datang dan langsung tanya mana pencurinya. kami kemudian diajak menepi lalu di eksekusi, pukulan pertama di kepala, lalu di dada," terangnya.

Kemudian diketahui bahwa motor jenis Honda Beat yang dipakai AG dan rekannya SA memiliki kontak kunci yang sudah longgar. 

"Ia, memang kuncian motorku sudah longgar," ujar Cici sang pemilik motor yang dikendarai AG.

Akhirnya, Cici pun membuat surat tidak keberatan kepada AG dan SA sehingga keduanya berhasil dilepaskan setelah sempat ditahan tim Anti Bandit Polres Gowa selama beberapa jam.

Kelanjutan kasus pemukulan karena kesalahpahaman ini pun tidak berakhir, AG dan SA tidak serta merta menerima perlakuan pihak pengamanan kampus yang main hakim sendiri dengan melaporkan satpam kampus kepada polres dengan laporan aksi penganiayaan.

"Bukan apanya, aksi penganiayaan memang biasa dilakukan oknum sekuriti. Selalu main hakim sendiri, bahkan beberapa tahun lalu ada wartawan dianiaya, ada beberapa kasus yang lain, ini terus terulang jika dibiarkan," ujar SA. 

Sementara itu Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurnalistik, Muhammad Iqbal menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh sekuriti kampus sehingga melukai kedua mahasiswa Jurusan Jurnalisitik UIN Alauddin Makassar. 

"Seharusnya sekuriti kampus bisa mengendalikan diri, tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan, terlebih kita berada dalam wilayah perguruan tinggi. Kan ada asas praduga tidak bersalah, jadi mereka selaku pihak keamanan kampus semestinya mengamankan, bukan memukul seperti ini. Adakah Protapnya Satpam dibiarkan memukul seperti itu," pungkas Iqbal yang tengah berada pada semester 6 ini.

Sejauh ini pihak Rektor UIN belum memberikan konfirmasi terkait tuntutan yang diajukan kedua korban untuk mengadili satpam yang melakukan pemukuluan lantaran diduga melakukan pencurian motor. 

[Wahyu Ilahi]