Danny Pomanto: Kolom Kosong Urusan Masyarakat

Sengketa Pilkada Makassar

Danny Pomanto: Kolom Kosong Urusan Masyarakat

KabarMakassar.com -- Pasca kembalinya Danny Pomanto sebagai Wali Kota Makassar, isu kolom kosong kemudian menjadi salah satu isu yang direspon Danny setelah kembali menjabat dengan diserahkannya surat tugas oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono pada Senin kemarin, 5 Juni 2018.

Sebelumnya, pesta demokrasi yang dinanti Masyarakat untuk menentukan pemimpin daerahnya untuk lima tahun kedepan khususnya Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Makassar kembali menjadi pusat perhatian lantaran banyaknya aspirasi masyarakat Kota Makassar yang mengajak untuk memilih kolom kosong pada kertas suara.

Saat dimintai tanggapan tentang semakin besarnya dukungan untuk kolom kosong pada Pilwalkot Makassar, Danny menyatakan hal itu menjadi urusan masyarakat.

"Kolom kosong itu urusan masyarakat. Saya menjaga pilkada damai, biarkan kolom kosong menjadi urusan masyarakat," ungkapnya saat ditemui di kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Saat ini dirinya hanya akan melaksanakan tugasnya sebagai wali kota, khususnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara dan pelaksanaan pilkada yang jujur dan adil.

Seperti diketahui, Sengketa Pilwalkot Makassar diwarnai banyak drama yang dimulai dengan gugatan Paslon pertama Appi-Cicu yang dimenangkan pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar disusul saling gugat satu sama lain baik dari Paslon hingga penyelenggara pemilu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar akhirnya membatalkan penetapan Pasangan Calon (Paslon) petahana nomor urut 2 Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) dengan mencabut SK No 35 yang memuat nama dua paslon dalam sidang pleno yang berlangsung kurang lebih dua jam di kantor KPU Makassar di Kantor KPU Makassar pada bulan April lalu.

Hal ini memicu banyak gerakan masyarakat yang menyampaikan kekecewaan mereka dengan mengkampanyekan memilih kolom kosong.

[Wahyu Ilahi]

Penulis :

Editor :