DPRD Tana Toraja Desak Dua Dinas Tuntaskan Kolam Makale

DPRD Tana Toraja Desak Dua Dinas Tuntaskan Kolam Makale

KabarMakassar.com -- Setelah mendapatkan banyak perhatian media lokal terkait pengelolaan kolam Makale yang menghabiskan dana Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Tana Toraja sebagai dinas yang bertanggung jawab akan pengerjaan kolam Makale pada Rabu, 23 Mei 2018. 

Anggota DPRD Tana Toraja dari komisi III, Andarias Tadan mengatakan jika meminta dinas terkait untuk segera menyelesaikan proyek pengerjaan dari Kolam Makale tersebut yang belum rampung. Dimana sebelumnya jika pada awal tahun 2018 sudah bisa difungsikan, namun hingga saat ini belum terlihat wujud bari dari penataan kolam tersebut yang merupakan ikon Tana Toraja. 

Politisi partai Hanura tersebut menambahkan jika rencana penambahan anggaran perbaikan kolam tersebut perlu ditinjau kembali, pasalnya pengerjaan yang semestinya sudah selesai justru malah mendapat tambahan anggaran dari APBD 2018. 

"Belum ada hasil pemeriksaan audit di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga belum ada pembuktian DPA secara rinci, saya kira ini harus dikembalikan kepada Badan Anggaran (Banggar). Tetapi masyarakat orang Toraja yang diluar sudah risau dengan keringnya kolam sampai saat ini," ujar Andarias Tadan kepada KabarToraja.com.

Kepala Dinas PUPR Tana Toraja, YD Pamara yang membenarkan jika anggaran tersebut dibagi dalam dua dinas yang saat ini di tanganinya. Dimana dirinya akan melakukan tender ulang pada tahun 2018.

"Memang benar saya melakukan tender ulang pada 2018 dan anggaran tersebut dibagi dua dinas," jelas Pamara.

pada tahun 2017 lalu menggunakan jasa kontraktor CV Agri Flores. Namun proyek yang dikerjakan pada tahun sebelumnya hingga kini belum juga selesai. Sehingga Pemkab Tana Toraja melalu Kepala Dinas PUPR, YD Pamara melakukan tender ulang untuk pengerjaan dan penataan kolam Makale.

Dari pantauan Redaksi KabarToraja.com, hingga saat ini tiga mangkok air mancur yang dibangun di tiga titik sudut kolam Makale belum bisa difungsikan. 

Setelah berbulan-bulan tanpa air, tanah di dasar kolam air Makale juga ditumbuhi rumput liar dengan lebat, sehingga di kolam ini menjadi tempat mengambil rumput oleh gembala kerbau yang nampak pada siang hari.

Untuk diketahui, jika Pemkab Tana Toraja kembali menganggarkan penataan kolam Makale dengan nilai Rp2,6 Milliar untuk Dinas Tata Ruang senilai Rp2 Milliar. Sehingga total keseluruhan Rp4,6 Milliar untuk penataan kembali Kolam Makale.

Penulis :

Editor :