Obat Cacing untuk Orang Dewasa, Pentingkah?

Obat Cacing untuk Orang Dewasa, Pentingkah?

KabarMakassar.com-- Sebelum terlambat, sebaiknya Anda simak informasi berikut, akrab dialami anak-anak. Kurangnya menjaga kebersihan bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong penyebaran infeksi akibat cacing. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa bisa mengalami cacingan.

Untuk kasus cacingan anak, dokter biasanya menganjurkan minum obat cacing 6 bulan sekali sebagai upaya pencegahan sekaligus pengobatan. Sama halnya ketika orang dewasa terkena cacingan. Orang dewasa yang cacingan haruslah mengonsumsi obat cacing untuk mengobati akar permasalahannya. Jika tidak ditangani dengan benar, cacingan dapat menyebabkan komplikasi lanjutan, seperti penyumbatan usus dan malabsorpsi nutrisi. Seringkah Anda mengeluhkan berat badan yang tidak kunjung bertambah meskipun sudah makan dalam porsi banyak? Atau, mulai curiga ada yang salah dengan badan karena perut terus membuncit padahal bagian tubuh lainnya terlihat kurus kering? Hati-hati! Bisa jadi Anda menderita cacingan dan segera membutuhkan obat cacing.

Menjaga kesehatan merupakan hal yang sangat penting.  Banyak dari Anda yang mungkin heran mendengar kemungkinan ini. Pasalnya, Anda telah salah kaprah dan mengira bahwa cacingan hanya dapat menimpa anak-anak saja. Padahal, penyakit yang satu ini dapat menjangkiti setiap orang lho, baik anak-anak maupun dewasa. Sebelum terlambat, yuk, segera tangani cacingan dengan menyimak penjelasan seputar cacingan dan obat cacing untuk orang dewasa lengkap berikut ini!

Tentunya banyak dari Anda yang sudah tahu bahwa cacingan adalah kondisi di mana parasit cacing tumbuh dan berkembang di usus halus serta usus besar manusia. Parasit ini bisa bertahan dalam tubuh karena menyerap darah serta sari-sari makanan yang dikonsumsi si inang. Karenanya, tidak heran jika penderita cacingan cenderung memiliki tubuh yang kurus meskipun telah mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak.

Selain itu, perlu pula Anda ketahui bahwa terdapat beberapa jenis cacing yang dapat menginfeksi saluran pencernaan. Perbedaan di antara ragam cacing tersebut sangat penting untuk dikenali, karena masing-masing memiliki gejala yang khas dan penanganan yang berbeda. Karenanya, yuk kenali empat jenis cacing tersebut!

1. Cacing kremi
Jenis cacing parasit pertama yang dapat menginfeksi tubuh manusia adalah cacing kremi. Umumnya, cacing yang berwarna putih dengan panjang sekitar 5-13 mm ini menginfeksi anak-anak; namun, tidak menutup kemungkinan juga dapat menginfeksi Anda yang telah beranjak dewasa.
Jika ingin terhindar dari infeksi cacing ini, maka Anda harus benar-benar memperhatikan kebersihan makanan serta minuman yang dikonsumsi. Sebab, umumnya cacing kremi dapat menyebar melalui makanan serta minuman yang terkontaminasi serta mengandung telur cacing.

2. Cacing tambang
Selanjutnya, cacing tambang (helminths) merupakan jenis yang paling sering dijumpai menginfeksi manusia. Cacing yang ukurannya hampir sama dengan jenis cacing kremi ini dapat menyebar melalui kontak langsung manusia dengan tanah yang hangat dan lembap. Lengkapnya, cacing akan menembus kulit yang tidak beralas; lalu kemudian menginfeksi bagian tubuh lain, seperti paru-paru dan tenggorokan sebab terbawa oleh sirkulasi darah. Mengerikan!

3. Cacing pita
Nah, ini dia jenis cacing parasit yang ukurannya terbilang lebih panjang jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Tidak main-main, cacing pita (cestodes) dapat tumbuh dan berkembang hingga berukuran 4,5 – 9 meter. Obat cacing untuk orang dewasa sebenarnya perlu tidak sih? 
Lalu, bagaimanakah cara penyebaran cacing pita? Selain melalui kontak langsung dengan tinja yang mengandung telur cacing, parasit ini juga dapat masuk ke dalam tubuh Anda melalui konsumsi daging babi, sapi, atau ikan yang mengandung larva cacing.

4. Cacing gelang
Terakhir, jenis cacing parasit yang harus Anda waspadai adalah cacing gelang. Jika sudah berkembang di dalam usus manusia, cacing ini dapat tumbuh dan berukuran hampir serupa dengan cacing tanah pada umumnya.

Walaupun penderita biasanya tidak menunjukkan gejala yang khas, namun infeksi cacing gelang dapat dikenali lewat penampakan feses atau tinja yang Anda keluarkan. Ya, kebanyakan kasus menunjukkan bahwa feses penderita akan mengandung cacing gelang di dalamnya. 

Dari penjelasan singkat di atas, Anda dapat menyimpulkan bahwa kebanyakan infeksi cacing dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia. Karenanya, konsumsi obat cacing tidak hanya terbatas bagi anak-anak saja, namun juga orang dewasa. Tentunya, Anda tidak ingin tubuh menjadi inang bagi parasit yang dapat merugikan kesehatan, bukan?

Nah, sebelum terlambat, berikut beberapa jenis obat cacing bagi orang dewasa yang dapat Anda coba:

-Pirantel pamoat
Obat cacing ini merupakan jenis yang paling umum ditemukan di pasaran. Cara kerjanya sendiri adalah dengan melumpuhkan serta membunuh cacing sehingga dapat dikeluarkan melalui feses. Namun, jangan lupa untuk perhatikan penggunaannya! Sebab, Pirantel pamoat tidak disarankan untuk ibu hamil, anak berusia di bawah 2 tahun, serta mereka yang memiliki penyakit hati.

-Piperazin
Hampir serupa dengan jenis sebelumnya, obat cacing Piperazin bekerja dengan cara melumpuhkan otot-otot cacing sehingga dapat dikeluarkan melalui feses. Eits, jangan sembarangan! Selain tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui, jenis ini juga tidak boleh dikonsumsi oleh mereka yang memilki riwayat penyakit hati serta epilepsi.

-Mebendazol
Jengah dengan cacing parasit yang berkembang dalam tubuh Anda? Maka, tidak ada salahnya untuk mencoba obat cacing jenis Mebendazol. Selain terbukti efektif untuk membunuh cacing, obat jenis ini juga bermanfaat untuk menghalangi proses penyerapan glukosa dan nutrisi di usus tempat  cacing berkembang biak. Hasilnya, cacing akan perlahan mati, lalu terbuang melalui feses.

-Albendazol
Terakhir, Anda dapat mencoba obat jenis Albendazol untuk membunuh cacing parasit yang ada di dalam tubuh. Meskipun terbukti ampuh dalam membunuh serta menghancurkan cacing beserta larva dan telurnya, namun beberapa kasus menunjukkan bahwa konsumsi obat ini menghasilkan beberapa efek samping, seperti mulut kering, gangguan pencernaan, gatal-gatal, serta pusing.

Nah, selain dengan mengonsumsi obat cacing di atas Anda juga dapat menyembuhkan infeksi cacing dengan ramuan yang terbuat dari bahan alami, seperti akar pepaya gantung yang dicampurkan dengan bawang putih, biji jeruju, akar delima kering, hingga campuran kelapa dan wortel. Caranya mudah, kok! Cukup haluskan salah satu bahan yang telah disebutkan untuk kemudian direbus dengan air mendidih. Jika sudah begitu, minum air rebusan tadi secara rutin. Niscaya, cacing-caing nakal yang bersarang di tubuh Anda akan mati. Semoga bermanfaat!. [Nur Fadhilah Sophyan]


 

Penulis :

Editor :