21 April 2014
RSS Facebook Twitter Linkedin Digg Yahoo Delicious
Newsflash
Rapat pleno terbuka Pemilu 2014 oleh KPU Makassar di Gedung PKK - Sabtu, 19 April 2014 12:11
Ujian Nasioanl Terlambat 2 Jam di SMK Neg 1 Sulsel - Senin, 14 April 2014 10:10
Ketua Panwaslu Makassar Dihajar KPPS - Rabu, 09 April 2014 21:48
Murid di SD Comp. Sambung Jawa Makassar terlibat saling serang, bahkan ada yg bawa busur. - Sabtu, 29 Maret 2014 14:07
Mantan Gubernur Sulsel, Ahmad Amuriddin Butuh Darah B - Rabu, 19 Maret 2014 11:08
Lantamal mengamankan 8 orang imigran gelap dari Afgantisan - Senin, 03 Maret 2014 15:21
Pesawat Trans Nusa tergilincir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar - Kamis, 27 Februari 2014 11:49
Tahanan Narkoba Tewas di Rutan Makassar - Rabu, 26 Februari 2014 14:54
Kirim Informasi Anda di email redaksi: redaksi@kabarmakassar.com - Rabu, 30 Oktober 2013 09:58

Menunggu Ketegasan Polisi di Kandea

Written by  Redaksi | Sabtu, 25 Mei 2013 17:11
Ilustrasi Ilustrasi Goggle.com
Rasa aman dan damai itu hanya dinikmati oleh warga kandea III Makassar selama dua minggu. Usaha Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan jajaran aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar seakan tak berarti banyak. Tawuran antar warga yang sudah bertahun-tahun tersebut kembali terjadi sejak Jumat (24/5).

Usai sholat Jumat, dua warga dari Bunga Eja dan Baraya yang sama-sama berada di kandea III saling serang. Perang batu tidak terhindarkan, bahkan panah, busur dan senjata api rakitan sudah mewarnai tawuran tersebut. Jelang sore hari tawuran antar warga ini berhenti. Namun tawuran ini berlanjut hingga Sabtu (25/5) hari ini. Setidaknya dalam tawuran kali ini dilaporkan enam warga terluka terkena busur dan sudah disertai aksi pembakaran rumah.

Tawuran antar warga Kandea ini bukan yang pertama, selama bulan Mei ini saja sudah empat kali terjadi tawuran. Tidak sedikit warga yang terluka, bahkan seorang anggota polisi terluka terkena busur.

Perdamaian Yang Hanya Dua Minggu
Semakin memanasnya kondisi Kandea, memaksa Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin turun tangan, bersama dengan aparat kepolisian. Ilham mengumpulkan kedua kelompok yang selama ini bertikai. Tokoh pemuda dan masyarakat dari kedua belah pihak dipertemukan.

Dihadapan walikota mereka bersepakat damai dan Saling memaafkan, tapi rupanya damai itu hanya berlangsun selama dua minggu. Karena tepat dua minggu setelah kesepakatan damai, tawuran kembali terjadi.

Menunggu Ketegasan Aparat
Tidak tuntasnya tawuran antar warga di Kandea diduga karena tidak adanya ketegasan dari aparat kepolisian. Pengamat Kriminal dari Universitas 45 Prof. Marwan Mas melihat adanya pembiaran dalam tawuran di Kandea, pasalnya tawuran antar warga ini sudah berlangsung lama namun hingga saat ini tidak bisa juga diredam.

"Saya lihat ada ketidak tegasan aparat, sehingga warga tidak takut lagi melakukan tawuran," ujarnya via telpon Sabtu (25/5).

Guru Besar Universitas 45 ini menambahkan, aksi tawuran ini akan bisa dihentikan jika aparat tegas menindak pelaku tawuran. Dengan menangkap para pelaku yang terlibat tawuran.

Namun hingga saat ini aparat keamanan tidak menahan pelaku tawuran, akibatnya mereka dengan leluasa memprovokasi warga lain untuk melakukan aksi tawuran.

"Saya yakin jika aparat menangkap pimpinan atau pelaku tawuran, maka akan bisa meredam aksi-aksi di kandea,"ujarnya lagi.

Berawal dari Balap Motor
Tawuran antar warga Bunga Eja dan Baraya sebenarnya hanya masalah sepele, berawal dari kenakalan remaja, dimana seorang pemuda asal Kandea bernama Jamal dikeroyok oleh warga Bunga Eja, karena mengendarai motor secara ugal-ugalan. Warga yang tidak terima aksi remaja tersebut langsung merusak motor pelaku.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, Jamal pun mendatangi warga Bunga Eja dan mengamuk dengan menggunakan parang. Aksi Jamal inipun mendapat balasan dari warga setempat. Inilah awal kisruh di Kandea yang hingga saat ini belum juga terselesaikan.

Reporter KM yang berada di lapangan melaporkan, telah ada 6 warga dari Bunga Eja terluka dan tiga rumah dibakar. Selain itu beberapa warga juga mengungsi dan berjaga-jaga agar rumahnya tidak dibakar.

Lalu sampai kapan damai bisa dirasakan oleh warga kandea, kini tinggal menunggu ketegasan dari aparat kepolisian.[KM]
Dibaca 537 Kali

1 comment

  • Comment Link yanie Sabtu, 25 Mei 2013 18:14 posted by yanie

    kalau begitu, minta Jamal itu ikut bertanggungjawab...knp dia harus naik motor ugal-ugalan?...

Leave a comment

Silahkan masukkan komentar anda dibawah ini