Perusda
Bank SUlsel Bar

Hingga Malam Hari, Massa Appi-Cicu Tuntut Masuk Rapat Pilwalkot

Terbit 6/7/18 Oleh Redaksi
Hingga Malam Hari, Massa Appi-Cicu Tuntut Masuk Rapat Pilwalkot
Sejumlah massa aksi pendukung dan simpatisan pasangan nomor urut 1 Munafri Arifuddin dan Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) dihadapan pihak keamanan melakukan aksi orasi menuntut agar bisa memasuki rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Walikota dan Wakil Wali Kota Makassar Jalan Makam Pahlawan, Jumat 6 Juni 2018. (Foto: KabarMakassar.com/Imran Arief)

KabarMakassar.com -- Massa Pendukung Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) terus melanjutkan unjuk rasa yang telah dimulai dari sore hingga malam hari pukul 20:00 Wita di Jalan Taman Makam Pahlawan No.5, Tello Baru, Panakkukang, Kota Makassar Jumat, 6 Juli 2018.

Dari pantauan Redaksi KabarMakassar.com, massa pendukung Paslon nomor urut 1 tersebut menyuarakan tuntutan-tuntutan keinginan mereka untuk bisa mengikuti rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara KPU Kota Makassar diadakan di Hotel Max One.

Sayangnya, pelarangan dari pihak kepolisian memicu massa untuk meningkatkan intensitas keramaian massa dengan saling melepar petasan di hadapan pihak kepolisian.

Pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar Kombespol Irwan Anwar bahkan mengamankan empat pengunjuk rasa setelah ketahuan membawa senjata tajam jenis badik.

Sekitar 400 pihak Kepolisian dan 200 pihak TNI turun mengamankan demonstrasi yang berlangsung hingga sekarang.

Perlu diketahui, kondisi memanas tidak hanya terjadi diluar Hotel Maxone. Didalam ruang rapat pleno rekapitulisasi perolehan suara Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, Kepala Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Makassar, Sabri Sulaeman terlibat aksi pemukulan yang dilakukan kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sanggkarrang, Rusli hingga harus dilarikan ke  Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulsel Labuang Baji, Kota Makassar.

[Andhy Sukri]