Kabar Makassar

WALHI Sulsel: Perkebunan Sawit Ancam Pangan Lokal Daerah

Stop Penambahan Lahan Sawit

  • Penulis : Marwah Ismail
  • Terbit : 14.03.2018 - 16:07
  • Sekitar : Terbit 14/3/18
WALHI Sulsel: Perkebunan Sawit Ancam Pangan Lokal Daerah
(Sumber foto: Int)

Kabarmakassar.com, Makassar-- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan menyebut pulau Sulawesi mulai dikuasai wilayah ekspansi untuk lahan sawit. 

Meski telah ada sejak lama seperti di Kabupaten Luwu, Wajo, dan Mamuju (Sulawesi Barat). Namun, dikhawatirkan akan bertambah parah sama seperti yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. 

Direktur WALHI Sulsel, Asmar Exwar mengatakan ekspansi lahan sawit saat ini telah sampai ke Kabupaten Soppeng dan Enrekang. Dimana masyarakat memanfaatkan sebagai kawasan bertani pangan lokal. 

"Malah kemarin juga ada rencana ekspansi perkebunan sawit ke Takalar itu. Jadi kalau kita lihat, Sulsel ada wilayah menjadi sasaran ekspansi baru," katanya usai menghadiri Nonton Bareng Film Asimetris di Kantor Kabarmakassar.com. Selasa, 13 Maret 2018.

Menurutnya, masalah yang ada di Sumatera dan Kalimantan tidak jaih berbeda yang dialami khususnya di Sulawesi Selatan. Yakni mengacu pada konflik sosial, penguasaan lahan. 

Di Kabupaten Enrekang saat ini, mulai menanam kelapa sawit yang dikelola langsung oleh pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Padahal sebelumnya, masyarakat tidak menyetujui adanya ekspansi tersebut. 
 
"Di sana juga ada PT. Borneo yang juga ekpansi di sana, kemudian sebelumnya ada PT Babatuan yang ekspansi di Enrekang. Jadi kalau dilihat, Sulsel juga menjadi wilayah yang berpacu dalam sawit," lanjut Asmar.

Menurut Asmar perusahaan yang menguasai sektor kelapa sawit masih didominasi oleh perusahaan lokal. Namun, ada juga berasal dari perusahaan besar seperti PT. Borneo, Sinar Mas

"Perusahaan di sini juga harus diperhatikan bagaimana hubungannya dengan perusahaan berskala besar di luar yang disebutkan tadi," ujarnya.

Bahkan, adapula perusahaan perbankan yang mendukung maraknya pengusaan alam sebagai lahan kelapa sawit dengan memberikan pinjaman dana. 

Jika diketahui, sektor kelapa sawit membutuhkan lahan yang sangat luas. Padahal sebelumnya, masyarakat di daerah telah lama memanfaatkan kawasan sekitar tempat tinggalnya sebagai lahan sektor pertanian pangan lokal. 

Meskipun kelapa sawit menjadi salah satu sumber pendapatan negara, Menurut WALHI Sulsel, tidak perlu melakukan penambahan lahan. Sebaiknya melakukan perawatan lahan yang telah ada. 

"Untuk perkebunan yang sudah terlantar, ya diambil alih oleh masyarakat untuk dibudidayakan. Itu banyak jumlahnya," jelas Asmar. 

Sebaiknya menurut Asmar, masyarakat mampu memanfaatkan lahan sedikit dengan baik. Kabupaten Enrekang misalnya, terkenal dengan hasil pangan lokal seperti kopi, wortel, coklat, dan bawang. 

"Di lahan sedikit saja bisa ditumbuhi banyak hasil pangan. Sementara sawit membutuhkan lahan yang luas. Kalau masuk di wilayah seperti ini, artinya lahan pangan lokal akan tergantikan oleh sawit yang monokultur dan akan menimbulkan keterancaman pangan pada kita sendiri," pungkasnya.