Kabar Makassar

Pj Gubernur Sulsel Kepincut Jeruk Jumbo Pangkep

  • Penulis : Fritz Wongkar
  • Terbit : 3 pekan, 4 hari lalu
 Pj Gubernur Sulsel Kepincut Jeruk Jumbo Pangkep
Pj Gubernur Sulsel membeli jeruk jumbo Pangkep bersama istri

KabarMakassar.com -- Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki begitu banyak sumber daya alam, baik itu berupa pertanian dan perikanan. Sejumlah daerah, bahkan menjadi sentra penghasil komoditi utama, salah satunya, jeruk jumbo atau jeruk pamelo di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Jeruk berukuran besar berwarna hijau kekuning-kuningan ini juga telah menjadi ikon Pangkep, dengan berat 1-2,5 Kg perbuah ini bahkan sudah di budidayakan secara turun temurun. 

Di Pangkep tidak sulit menemukannya, apalagi pada saat musim panen, jeruk ini dipasarkan dipinggir jalan, berjejer rapi, berundak-undak dan tinggi di jalan, letaknya cukup strategis, sebab menjadi jalan lintas dari Kabupaten Maros menuju kabupaten lain seperti Barru, Pare-Pare. 

Dari Makassar pun dapat ditempuh sekitar 1-2 jam. 

Penjabat Gubernur Sulsel saat melintas usai meninjau pembangunan rel kereta api Trans Sulawesi di Barru, langsung mengentikan kendaraannya dan singgah di salah satu kios membeli jeruk yang kulitnya dapat dijadikan mobil-mobilan. 

"Bu ini bedanya apa?" tanya Sumarsono kepada pemilik kios, sembari menunjuk kearah jeruk yang dijual yang memiliki tampilan luar hampir sama. 

"Ini jeruk gula-gula Pak, paling manis, yang lainnya jetuk. Merah dan jeruk putih," kata Handra pemilik kios berbeda Mega Buana Nomor 14, yang terletak di Kampung Mangkaca, Kelurahan Bontomatene, Kecamatan Segeri.

Ditemani isteri, Tri Rachayu, mereka membeli sebanyak 30 buah jeruk dan dibagikan ke rombongan yang ikut. 

Jeruk tersebut dijual seharga Rp10 ribu perbuah. Saat hendak dinaikkan keatas mobil, salah satu anggota pasukan patroli dan pengawalan (patwal) meminta bonus. 

"Jangan langsung bonus-bonus dulu, hitung dulu," ucap Sumarsono bercanda.